
Kondisi ini memperpanjang fase konsolidasi mata uang kripto terbesar di dunia, yang sejak awal Juni bergerak dalam kisaran terbatas di tengah spekulasi pasar dan belum pastinya arah kebijakan moneter global.
Mengacu pada data perdagangan sejumlah bursa besar seperti Binance dan Coinbase, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$101.124, melemah sekitar 1% dibanding penutupan akhir pekan lalu. Sepanjang sesi Asia, harga tertinggi tercatat di level US$102.910, sementara terendah sempat menyentuh US$98.460.
Penurunan ini terjadi setelah beberapa kali upaya menembus zona resistensi US$105.000 gagal, memicu aksi ambil untung di kalangan investor ritel dan institusi.
Tekanan Jelang Expiry Derivatif dan Data Inflasi ASSalah satu fokus utama pelaku pasar pekan ini adalah jatuh tempo kontrak opsi Bitcoin, yang diperkirakan bernilai lebih dari US$8,2 miliar. Historinya, peristiwa ini sering memicu lonjakan volatilitas karena banyaknya posisi yang ditutup secara bersamaan.
Di sisi lain, rilis data inflasi PCE Amerika Serikat pada 26 Juni juga menjadi sorotan, karena dapat memengaruhi sikap Federal Reserve terhadap suku bunga. Hal ini menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Haji Menunjukkan Karakter Diri
Secara teknikal, Bitcoin kini berada di batas bawah zona konsolidasi. Level US$100.000 dipandang sebagai support psikologis penting. Jika tertembus, potensi penurunan ke area US$96.000 terbuka lebar.
Indikator teknikal menunjukkan sentimen pasar cenderung negatif:
RSI harian: di bawah level 40 (tekanan jual meningkat)
MACD: histogram merah dan sinyal death cross (tren pelemahan jangka pendek)
Namun, sebagian analis tetap optimistis bahwa ini hanyalah koreksi sehat dalam tren jangka menengah yang masih positif, terutama jika Bitcoin mampu bertahan di atas support utama.
Bagi investor pemula, kondisi saat ini menjadi ujian psikologis. Koreksi seperti ini bukan hal baru dalam pasar kripto yang dikenal sangat volatil. Beberapa institusi justru melihatnya sebagai peluang akumulasi jangka panjang.
“Volatilitas adalah bagian dari perjalanan Bitcoin. Yang penting bukan berapa harga hari ini, tapi bagaimana strategi kamu menghadapi siklus pasar,” ungkap pakar aset digital dari Kripto Insight Asia, Marcellino.
Bitcoin memasuki fase kritis menjelang akhir Juni 2025. Harga terkoreksi ke US$101.000, tapi support psikologis US$100.000 masih bertahan. Pasar menanti arah selanjutnya setelah expiry kontrak derivatif dan data inflasi AS. Di tengah ketidakpastian, kehati-hatian dan strategi tetap menjadi kunci bertahan dalam ekosistem kripto.26 Juni 2025: Rilis data inflasi PCE AS
28 Juni 2025: Expiry kontrak opsi Bitcoin & Ethereum
30 Juni 2025: Penutupan kuartal 2 biasanya disertai rebalancing portofolio oleh institusi besar.****