
Panitia SNPMB 2026 sejatinya telah memberikan waktu lebih dari satu bulan kepada siswa untuk melakukan registrasi akun. Namun hingga menjelang penutupan, masih ditemukan banyak siswa yang belum menuntaskan seluruh tahapan pendaftaran, mulai dari verifikasi data hingga penyimpanan akun secara permanen.
Siswa yang akan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 wajib memastikan seluruh tahapan pendaftaran akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah diselesaikan. Salah satu tahapan penting yang kerap terlewat adalah mencetak kartu peserta sebagai bukti resmi keikutsertaan seleksi.
Berdasarkan informasi resmi dari panitia SNPMB, masa unduh atau cetak kartu peserta SNBP 2026 dibuka mulai 3 Februari hingga 30 April 2026. Namun demikian, kartu peserta baru dapat diunduh apabila siswa telah menuntaskan seluruh proses pendaftaran, mulai dari pembuatan akun SNPMB hingga finalisasi pemilihan program studi.
Panitia menegaskan bahwa siswa yang belum menyimpan akun secara permanen tidak akan bisa mencetak kartu peserta. Oleh karena itu, penyelesaian seluruh tahapan registrasi menjadi syarat mutlak sebelum batas waktu berakhir.
Untuk membuat akun SNPMB, siswa terlebih dahulu harus mengakses portal resmi SNPMB. Selanjutnya, siswa diminta memilih menu pendaftaran akun siswa dan mengisi data awal seperti Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), serta tanggal lahir. Setelah itu, siswa wajib melengkapi data diri menggunakan alamat email aktif untuk proses aktivasi akun.
Panitia menyarankan siswa secara rutin memeriksa kotak masuk maupun folder spam email. Apabila dalam waktu 15 menit email aktivasi belum diterima, proses pendaftaran perlu diulang. Setelah akun aktif, siswa diminta menyimpan email dan kata sandi dengan baik, lalu masuk kembali ke portal untuk memeriksa dan melengkapi seluruh data hingga tahap akhir.
Akun SNPMB baru dinyatakan sah dan dapat digunakan untuk seleksi SNBP setelah disimpan secara permanen. Pada tahap ini, siswa harus melakukan verifikasi data, mengunggah pasfoto terbaru sesuai ketentuan, serta memastikan seluruh informasi yang tercantum telah benar.
Apa Itu Megatsunami? Fenomena Gelombang Raksasa yang Bisa Picu Bencana Lebih Dahsyat dari Tsunami
Jika ditemukan kesalahan data, siswa dapat mengajukan perbaikan melalui pihak sekolah sebelum melakukan penyimpanan permanen. Setelah semua data dikonfirmasi, siswa diwajibkan mencentang pernyataan kebenaran data dan menekan tombol simpan permanen. Bukti penyimpanan permanen kemudian dapat diunduh dan disimpan sebagai arsip pribadi.
Panitia SNPMB mengimbau siswa untuk tidak menunda proses ini. Keterlambatan atau kelalaian dalam menyimpan akun permanen dapat menyebabkan siswa kehilangan kesempatan mengikuti SNBP 2026, meskipun secara akademik memenuhi seluruh persyaratan.***