
Namun setelah membaca sejumlah komentar serta melihat beberapa unggahan lain dari akun yang sama, ia mulai mempertanyakan identitas agama sang konten kreator. Dalam unggahannya di platform Threads pada Senin (16/3/2026), akun tersebut menyampaikan kebingungannya terkait konten yang dinilai sensitif tersebut.
Ia menuliskan bahwa pada awalnya dirinya menganggap hal tersebut sebagai konten kuliner biasa. Akan tetapi, setelah menemukan sejumlah komentar yang menyebut bahwa kreator tersebut masih berstatus muslim, ia merasa perlu mempertanyakan hal tersebut secara terbuka.
Menurutnya, pilihan seseorang dalam mengonsumsi makanan merupakan hak pribadi. Namun, jika seseorang mengaku sebagai muslim dan secara terbuka menampilkan konsumsi daging babi dalam sebuah konten publik, hal tersebut dinilai dapat memicu polemik di tengah masyarakat.
Dalam unggahannya, ia juga meminta pihak terkait untuk memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang semakin meluas. Ia bahkan menandai akun resmi yang berkaitan dengan isu keagamaan agar persoalan tersebut mendapatkan perhatian.
PERTINA Ambil Langkah Koordinasi Terkait Regulasi Pertandingan Tinju di Sumsel
Video tersebut pun dengan cepat menyebar luas dan memancing berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian netizen meminta penjelasan langsung dari sang kreator mengenai latar belakang video tersebut, sementara yang lain mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum ada pernyataan resmi.
Hingga saat ini, pihak konten kreator yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi ataupun tanggapan terkait viralnya video tersebut di media sosial. Polemik ini pun masih terus menjadi perbincangan di kalangan pengguna internet.***