
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh ibu kandung korban berinisial SS, yang baru saja pulang dari aktivitas mengajar di sebuah madrasah. Saat tiba di rumah, ia merasakan suasana yang tidak biasa. Biasanya, anaknya selalu menyambut kepulangannya dengan bermain atau bersembunyi di bawah tangga rumah, namun kali ini sang anak tidak terlihat.
THR 2026 Dipotong Pajak, Begini Skema Perhitungannya
Merasa khawatir, SS kemudian mencari keberadaan anaknya ke seluruh bagian rumah. Ia sempat naik ke lantai dua untuk memeriksa beberapa ruangan. Saat memeriksa kamar mandi, ia melihat sesuatu yang janggal pada ember yang biasanya dalam keadaan terbuka namun kali ini tertutup.
Kecurigaan semakin bertambah ketika ia melihat kondisi kamar yang tidak seperti biasanya. Di sekitar tempat tidur terlihat adanya ceceran darah serta posisi kasur yang terbalik. Saat kasur tersebut dibuka, SS mendapati anaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan tubuh bersimbah darah.
Kejadian tersebut membuat sang ibu histeris. Ia kemudian segera melaporkan peristiwa tersebut kepada Ketua RT dan RW setempat.
Kapolsek Cipatat, Kompol Iwan Setiawan, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis menemukan sejumlah luka pada tubuh korban yang diduga berasal dari senjata tajam.
“Dari hasil olah TKP, terdapat sekitar empat luka pada bagian leher dan punggung korban. Di lokasi juga ditemukan banyak darah yang berceceran,” ungkapnya.
Selain itu, polisi juga menemukan adanya barang milik korban yang hilang dari lokasi kejadian. Sebuah telepon genggam yang biasa digunakan oleh korban diketahui tidak berada di tempatnya.
“Ada barang korban yang hilang, yaitu handphone yang biasa digunakan oleh korban. Hal itu sudah dikonfirmasi oleh ibu korban,” tambahnya.
Ketua RW setempat, Dadang Ansori, mengaku menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah menerima informasi, ia langsung mendatangi rumah korban bersama Ketua RT setempat.
Namun, Dadang mengaku tidak berani melihat langsung kondisi korban di lantai dua rumah tersebut karena situasinya yang cukup mengerikan.
“Saya mendapat kabar sekitar jam empat sore dari keluarga korban. Saya langsung datang ke rumah bersama RT, tapi saya tidak berani naik ke atas. Yang melihat langsung hanya keluarga dan pihak kepolisian,” ujarnya.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat dari Polsek Cipatat bersama Satreskrim Polres Cimahi langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih sekitar pukul 19.00 WIB untuk menjalani proses autopsi guna mengetahui secara pasti penyebab kematiannya.
Viral Surat Permohonan Bingkisan Lebaran Lurah Jadi Sorotan, Camat Perintahkan Penarikan
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa tersebut. Polisi juga tengah mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti di lokasi kejadian guna mengungkap pelaku di balik kematian tragis bocah tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan bersama Satreskrim Polres Cimahi. Mudah-mudahan kasus ini bisa segera terungkap,” tutup Iwan.