
Untuk arus balik Lebaran, lonjakan pertama diperkirakan terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026, kemudian disusul puncak kedua pada 28 sampai 29 Maret 2026. Dengan adanya dua fase puncak ini, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan secara matang guna menghindari kepadatan ekstrem di jalur utama.
Kapolri juga mengingatkan pentingnya kesiapan sebelum melakukan perjalanan mudik, termasuk memastikan kondisi kendaraan serta memantau situasi lalu lintas terkini. Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalisasi risiko kemacetan maupun kecelakaan di jalan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk memantau kondisi arus mudik adalah melalui akses kamera pengawas (CCTV) di sejumlah ruas jalan tol. Pemantauan ini dapat dilakukan secara daring melalui perangkat ponsel, sehingga pengguna jalan dapat melihat kondisi lalu lintas secara langsung sebelum berangkat melalui https://mudik.pu.go.id/cctv-tol.
Fasilitas pemantauan tersebut disediakan oleh Badan Pengatur Jalan Tol di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Melalui platform resmi yang tersedia, pengguna dapat memilih ruas tol tertentu dan melihat rekaman CCTV aktif yang menampilkan kondisi terkini di lapangan.
Prosesnya cukup sederhana, mulai dari membuka situs resmi, memilih ruas jalan tol yang diinginkan, hingga mengakses tampilan kamera yang tersedia. Informasi yang ditampilkan mencakup jumlah CCTV aktif dan nonaktif, serta kondisi lalu lintas secara visual.
Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 1.300 kamera CCTV yang tersebar di berbagai ruas jalan tol dan jalan nasional di Indonesia. Sistem ini memungkinkan masyarakat memantau pergerakan kendaraan secara real time, sehingga dapat menentukan waktu perjalanan yang lebih aman dan efisien.
Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta: Kronologi Penyerangan Aktivis KontraS yang Bikin Publik Geger
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa platform tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan akses informasi kepada masyarakat. Dengan demikian, pengguna jalan dapat mengetahui kondisi lalu lintas lebih awal sebelum melakukan perjalanan mudik.
Dengan adanya prediksi puncak arus dan dukungan teknologi pemantauan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menentukan waktu perjalanan serta mengurangi potensi kepadatan selama periode mudik Lebaran.***