
Perihal amalan sholat Nisfu Syaban, para ulama memiliki pandangan yang berbeda. Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin menyebutkan anjuran melaksanakan sholat sebanyak 100 rakaat pada malam Nisfu Syaban. Dalam penjelasannya, setiap rakaat dianjurkan membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas sebanyak 10 kali. Menurut Imam Al-Ghazali, menghidupkan malam-malam yang memiliki keutamaan termasuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Ibnu Dihyah. Dalam kitab Asna Al-Mathalib, ia menyatakan bahwa tidak terdapat dalil shahih yang secara khusus menjelaskan adanya sholat tertentu pada malam Nisfu Syaban. Ia juga menegaskan bahwa para perawi hadits yang terpercaya tidak menyebutkan amalan sholat khusus untuk malam tersebut.
Meski demikian, praktik ibadah pada malam Nisfu Syaban tetap dilakukan oleh sebagian ulama salaf. Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa menjelaskan bahwa melaksanakan sholat sunnah pada malam Nisfu Syaban, baik secara sendiri-sendiri maupun berjamaah, termasuk perbuatan yang baik dan memiliki dasar dari amalan generasi terdahulu.
Secara waktu, sholat Nisfu Syaban dapat dilakukan mulai setelah sholat Magrib hingga Isya pada malam Nisfu Syaban. Mengacu kalender Hijriah Indonesia 2026, umat Islam dapat mengerjakannya sejak Senin malam, 2 Februari 2026. Sebelum melaksanakan sholat, dianjurkan untuk membaca niat. Adapun bacaan niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat adalah sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnata Nishfi Sya’bân rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ”,
yang berarti, “Aku berniat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Penjual Es Gabus Viral Terungkap Tak Jujur, Dedi Mulyadi Buka Fakta dan Ingatkan Pentingnya Kejujuran
Bagi umat Islam yang memilih tidak mengkhususkan sholat pada malam Nisfu Syaban, dianjurkan tetap menghidupkan malam tersebut dengan sholat malam seperti tahajud. Amalan ini memiliki dasar hadits shahih dan menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan, terutama pada malam-malam utama.
Dengan adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama, umat Islam diimbau untuk menyikapinya dengan bijak dan tetap mengedepankan niat ikhlas dalam beribadah, sesuai dengan pemahaman dan keyakinan masing-masing.***