
KPK Dalami Peran Sudewo, Kasus Suap Proyek DJKA Berpotensi Seret Banyak Pihak
“Petugas berhasil mengamankan dua orang, satu pria dan satu perempuan, di lokasi kejadian,” ujar Prasetyo, Rabu (11/2/2026).
Saat dilakukan penggeledahan di lantai pertama rumah tersangka, petugas menemukan dua paket plastik berisi ganja serta alat vakum yang diduga digunakan untuk mengemas barang haram tersebut.
Pemeriksaan kemudian berlanjut ke lantai dua. Di sana, aparat menemukan sebuah cooler box berwarna merah yang berisi delapan paket ganja dalam kemasan pres vakum. Selain itu, beberapa tas belanja warna krem yang berisi narkotika juga ditemukan tersimpan di kamar pribadi tersangka.
Tak hanya ganja dalam bentuk kering, polisi turut menyita sejumlah peralatan pendukung seperti vaporizer, alat penghancur (grinder), hingga timbangan digital.
Hal yang paling mengejutkan terungkap saat tersangka menunjukkan lantai empat rumahnya. Di area tersebut, polisi mendapati ruangan khusus yang digunakan sebagai tempat budidaya ganja.
Menurut keterangan kepolisian, tersangka menerapkan sistem semi hidroponik dalam proses penanaman. Di ruangan itu terdapat dua tenda tanam dengan ukuran berbeda, lengkap dengan kipas angin, blower, pot tanaman, serta alat pengukur tingkat keasaman air (pH meter). Sejumlah tanaman ganja juga ditemukan dalam berbagai tahap pertumbuhan.
“Di lantai empat ini tersangka melakukan proses mulai dari pembibitan, penyemaian, pemindahan tunas ke pot, hingga masa panen,” jelas Prasetyo.
Produksi Rutin dan Pengolahan Jadi CairanDari hasil penggerebekan, polisi menyita ganja dengan total berat bruto lebih dari 3,6 kilogram, termasuk satu karung berisi ganja kering.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, aktivitas budidaya tersebut telah berlangsung sejak awal 2023 hingga awal 2024. Dalam satu kali siklus panen yang dilakukan setiap tiga bulan, tersangka disebut mampu menghasilkan antara 1 hingga 1,5 kilogram ganja.
Sebagian hasil panen dikemas dalam plastik bening untuk disimpan. Namun tidak hanya itu, tersangka juga mengolah sebagian ganja menjadi cairan (liquid) yang dikonsumsi secara pribadi.
Pemilik Brand Thanksinsomnia Beri Klarifikasi Usai Diterpa Dugaan Pelecehan Seksual
Proses pembuatannya dilakukan dengan menggiling ganja menggunakan alat khusus ekstraksi herbal, lalu mencampurnya dengan alkohol. Campuran tersebut didiamkan selama beberapa hari sebelum diperas untuk mendapatkan sari ekstraknya.
Kini AW dan rekannya telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi atau pihak lain yang terlibat dalam produksi dan peredaran ganja tersebut. Polisi memastikan pengembangan kasus akan terus dilakukan guna mengungkap potensi peredaran yang lebih luas.***