
Menurut Muzani, Presiden Prabowo menilai perkembangan situasi internasional berpotensi memicu perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Jika tidak disikapi dengan bijak, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi keharmonisan sosial serta memunculkan perpecahan di dalam negeri.
“Presiden menyampaikan pesan agar seluruh rakyat Indonesia tetap menjaga persatuan, kekompakan, serta kebersamaan. Situasi global seperti saat ini bisa membuat masyarakat memiliki sudut pandang yang berbeda-beda, dan jika tidak dikelola dengan baik, hal itu bisa mengganggu keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Muzani kepada awak media.
Ia juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo berulang kali menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah selalu didasarkan pada kepentingan bangsa dan negara. Menurut Muzani, kepala negara berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memperkuat persatuan di tengah dinamika global.
“Presiden selalu menegaskan bahwa semua langkah dan kebijakan yang diambil semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara, demi menjaga persatuan dan keutuhan Republik Indonesia,” jelasnya.
Pesan tersebut juga menjadi bagian dari pembahasan dalam sebuah forum diskusi kebangsaan yang digelar di Istana Merdeka pada Selasa malam (3/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mengundang sejumlah tokoh nasional untuk berdialog mengenai berbagai isu strategis, termasuk perkembangan situasi geopolitik dunia.
Forum tersebut dihadiri oleh sejumlah pemimpin nasional, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, serta beberapa mantan wakil presiden seperti Jusuf Kalla, Boediono, dan KH Ma’ruf Amin. Selain itu, hadir pula sejumlah mantan menteri luar negeri, pimpinan partai politik, serta jajaran menteri dari Kabinet Merah Putih.
Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia akibat Serangan Udara, Iran Berduka
Muzani menggambarkan suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para tokoh nasional yang hadir berdiskusi santai mengenai berbagai persoalan bangsa dan perkembangan global yang sedang berlangsung.
“Suasananya sangat cair dan penuh kekeluargaan. Sesekali diselingi candaan, tetapi diskusinya tetap serius. Presiden juga menjelaskan secara detail pandangannya terkait situasi global yang sedang berkembang,” ungkapnya.
Pemerintah berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga sikap bijak dalam menyikapi berbagai isu internasional yang berkembang, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.***