
“Saya benar melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta ID 70-508 dan menggunakan atribut serta seragam pramugari,” ujar Nisya dalam pengakuannya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah pramugari Batik Air maupun bagian dari Lion Air Group. Nisya pun menyampaikan permohonan maaf kepada pihak maskapai atas tindakan yang telah dilakukannya.
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak Batik Air dan Lion Group. Pernyataan ini saya sampaikan dengan sadar tanpa tekanan dari pihak mana pun,” ucapnya.
Dari hasil penelusuran warganet, diketahui bahwa nama lengkap perempuan tersebut adalah Khairun Nisa. Ia disebut berasal dari wilayah Muara Kuang, Sumatera Selatan. Untuk mendukung aksinya, Nisya diduga sengaja membuat kartu identitas palsu dengan nama “Nisya” agar terlihat sebagai pramugari resmi.
Sejumlah netizen menduga bahwa aksi penyamaran ini bukan kali pertama dilakukan. Dugaan tersebut menguat karena Nisya diketahui cukup aktif di media sosial dan kerap membagikan konten dirinya mengenakan seragam pramugari lengkap dengan atribut penerbangan.
Salah satu akun TikTok yang diduga miliknya adalah @callmesyaaa, tempat ia rutin mengunggah foto dan video dengan kostum awak kabin. Namun, setelah kasus ini ramai diperbincangkan dan menuai kritik keras dari publik, akun tersebut dilaporkan telah menghilang atau dihapus.
Tak hanya masyarakat umum yang sempat terkecoh, sejumlah pramugari asli juga disebut nyaris tidak menyadari bahwa Nisya bukan bagian dari awak kabin. Penampilannya yang rapi, lengkap dengan seragam, ID card, dan perlengkapan penerbangan, membuatnya sulit dibedakan dari pramugari sungguhan.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah beberapa unggahan viral di platform Threads pada Selasa, 7 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun memberikan peringatan kepada publik terkait keberadaan pramugari palsu yang nekat mengaku sebagai kru pesawat.
“Hati-hati FA gadungan. Orang ini mengaku sebagai cabin crew. Kalau mau jadi pramugari, ikut rekrutmen resmi, jangan berhalu,” tulis salah satu akun.
Unggahan tersebut turut disertai beberapa foto yang memperlihatkan Nisya tampil layaknya pramugari profesional. Ia terlihat mengenakan kebaya putih khas awak kabin yang dipadukan dengan rok batik merah tua. Rambutnya disanggul rapi, menambah kesan elegan dan profesional.
Selain busana, Nisya juga membawa koper dan tas bermerek Batik Air yang belakangan diketahui bukan merupakan atribut resmi. Penampilan yang begitu total inilah yang membuat banyak orang tidak menaruh curiga.
Waspada Modus Curanmor Berkedok Debt Collector, Motor Dijual ke Penadah
Hal yang paling mengejutkan, penyamaran Nisya tidak berhenti di area bandara. Dengan penampilannya tersebut, ia bahkan berhasil naik ke dalam pesawat dan ikut terbang. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Nisya membeli tiket sebagai penumpang dan diduga disangka sebagai kru tambahan atau extra crew.
Namun, kecurigaan mulai muncul ketika ia tidak mampu menjawab pertanyaan mendasar terkait tugas dan prosedur awak kabin. Kejanggalan tersebut akhirnya berujung pada tindakan pengamanan oleh petugas keamanan penerbangan setibanya pesawat di bandara tujuan.
Kasus ini pun memicu keresahan publik, bukan hanya karena unsur penipuan, tetapi juga karena menyentuh aspek serius terkait sistem keamanan dan pengawasan penerbangan nasional.***