
Dalam arahannya, Ratu Dewa menekankan bahwa Car Free Day bukan sekadar agenda simbolis, melainkan ruang publik yang benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas secara aman dan nyaman. Ia menyebutkan, jalur bebas kendaraan bermotor tersebut diharapkan menjadi tempat warga berolahraga bersama, mulai dari jalan santai, jogging, bersepeda, hingga senam kebugaran.
Menurutnya, penggunaan koridor utama kota sebagai lokasi CFD memiliki makna strategis, yakni menghadirkan kembali ruang jalan bagi masyarakat sekaligus mendorong gaya hidup sehat secara kolektif. Ia ingin masyarakat dapat menikmati suasana kota tanpa polusi dan kebisingan kendaraan, setidaknya dalam beberapa jam setiap pekan.
Tak hanya berfokus pada kesehatan, Pemerintah Kota Palembang juga menyiapkan skema pemberdayaan ekonomi melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Nantinya, pelaku UMKM akan diberi ruang untuk berjualan di titik-titik tertentu yang telah ditentukan, sehingga CFD juga memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi warga.
“Harapannya, masyarakat bisa berolahraga dengan nyaman sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal,” ujar Ratu Dewa.
Ratu Dewa Kenang Sosok Alex Noerdin sebagai Pemimpin Visioner yang Berjasa Besar bagi Sumsel
Mengantisipasi dampak terhadap arus lalu lintas, Pemkot akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna menyiapkan rekayasa lalu lintas serta pengamanan selama kegiatan berlangsung. Mengingat jalur yang digunakan merupakan salah satu pusat mobilitas kota, pengaturan teknis akan menjadi perhatian utama agar aktivitas warga tetap berjalan lancar.
Selanjutnya, pemerintah akan menyusun detail teknis pelaksanaan, termasuk pembagian zona olahraga, area UMKM, hingga keterlibatan komunitas olahraga dan masyarakat. Setelah seluruh persiapan dinyatakan siap, Car Free Day di koridor utama Palembang akan resmi diluncurkan sebagai agenda rutin mingguan.***