ThinkEdu

RSMH Palembang Angkat Bicara Dugaan Malpraktek Meninggalnya Bocah SD Usai Jalani Operasi

RSMH Palembang Angkat Bicara Dugaan Malpraktek Meninggalnya Bocah SD Usai Jalani Operasi
Foto : Freepik/@peoplecreations
Lingkaran.id- Dugaan malpraktek yang menimpa seorang bocah SD bernama Desfa Anjani (7) meninggal dunia usai menjalani tiga kali gagal operasi usus buntu, namun meninggalnya Defsa divonis menderita malnutrisi akut oleh pihak rumah sakit pada Minggu (19/3/2023).

Diketahui sebelumnya  Desfa Anjani sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, selama 7 hari untuk mendapatkan perawatan intensif dan tindakan operasi usus buntu yang dideritanya.

Wanita Muda Nekat Curi Motor Di Parkiran Mini Market

Menyangkal adanya malprakter Plt Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSMH Palembang, Marta Hendry angkat bicara berdasarkan data-data fisiologis tubuh pasien Desfa Anjani mengungkapkan bahwa sudah tidak bagus dimana pasien dalam kondisi malnutrisi berat.

"Umurnya 7 tahun tapi beratnya hanya 12 kg, pasien datang, Selasa (7/3/2023) malam, sekitar pukul 22.00 WIB," ujar Martha, Selasa (21/3/2023).

Marta Hendry juga menyebutkan bahwa penanganan pihak rumah sakit sudah sesuai dengan prosedure dengan mengambil tindakan untuk pasien Desfa Anjani langsung dimasukkan ke ruang ICU dan dilakukan perbaikan keadaan umum (KU) dan dioperasi.

"Setelah dua sampai tiga hari kita mencoba bangunkan, pasien tidak kuat ditambah lagi kondisi pasien yang malnutrisi berat dan kita lakukan operasi tersebut berdasar waktu yang optimum," jelas Marta Hendry.

Lima Minuman Kesehatan Terbaik Untuk Jantung

Tindakan stabilisasi diambil lantaran kondisi pasien yang masih lemah dan berdasarkan hasil pemeriksaan, hal ini disampaikan oleh dokter spesialis Bedah Anak, Shalita Dastamuar.

"Ketika masuk didiagnosis luka terbuka dengan anemia dan malnutrisi berat, HB-nya sembilan dan langsung kita masukkan ke ICU serta dilakukan stabilisasi," jelas Shalita Dastamuar.

Berdasarkan hasil pengecekan pada Kamis (16/3/2023), muncul merah-merah di kulit titik gangguan perdarahan dan telah diberikan anti pembekuan darah dan anti perdarahan sehingga kondisi pasien memburuk.

"Keesokan harinya, Jumat (17/3/2023), pasien memburuk dan sudah dipakaikan obat penguat jantung, dan pada hari minggu pukul 21.45 WIB pasien meninggal dunia," ujarnya.***
 
Berita Lainnya
Video Lingkaran
Berita Populer Bulan ini
Bina Husada
Berita Terbaru