Ratu Dewa Kunjungi Goa Jepang, Dorong Pelestarian Warisan Sejarah Palembang
Ratu Dewa Kunjungi Goa Jepang, Dorong Pelestarian Warisan Sejarah Palembang
Lingkaran.id - Wali Kota Palembang, Dr. H. Ratu Dewa, M.Si, melakukan penelusuran sekaligus pengecekan sejumlah titik saluran air di wilayah Kota Palembang pada pagi ini, Jumat (02/1/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan sistem drainase berfungsi optimal serta meminimalisir potensi genangan dan banjir.Dalam rangkaian peninjauan tersebut, Dr. H. Ratu Dewa juga mengunjungi Goa Jepang yang berada di kawasan KM 5 Palembang. Goa Jepang merupakan situs sejarah peninggalan Perang Dunia II yang dulunya digunakan oleh tentara Jepang sebagai markas pertahanan, tempat penyimpanan senjata, serta bunker perlindungan.Bentuk Kolaborasi Nyata untuk Hak atas Kesehatan, Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 Sukses DigelarSitus ini memiliki lorong-lorong bawah tanah yang saling terhubung dan struktur pertahanan yang masih terlihat hingga kini. Wali Kota Palembang bahkan naik ke bagian atas kawasan Goa Jepang, yang pada masa pendudukan Jepang berfungsi sebagai titik pengintaian atau lokasi sniper untuk memantau pergerakan musuh.Dalam peninjauan tersebut, Dr. H. Ratu Dewa menilai kondisi Goa Jepang membutuhkan perhatian lebih, khususnya dalam hal kebersihan dan perawatan. Sebagai salah satu cagar budaya, keberadaan Goa Jepang dinilai memiliki nilai historis yang tinggi dan penting untuk dilestarikan sebagai bagian dari sejarah dan identitas Kota Palembang.Inovator dan Duta GDI Tunjukkan Peran Aktif Generasi Muda di Konferensi Internasional ICIBA–SOSEIC 2025Pemerintah Kota Palembang pun menyiapkan sejumlah langkah tindak lanjut, antara lain pembersihan area, penataan lingkungan, serta pewartaan atau pemberian informasi sejarah agar masyarakat memahami nilai dan fungsi situs tersebut. Upaya ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan wisata sejarah dan edukasi di Kota Palembang.Peninjauan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palembang di bawah kepemimpinan Dr. H. Ratu Dewa, M.Si dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur perkotaan dan pelestarian sejarah serta budaya daerah.***
Read More
Bentuk Kolaborasi Nyata untuk Hak atas Kesehatan, Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 Sukses Digelar
Bentuk Kolaborasi Nyata untuk Hak atas Kesehatan, Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 Sukses Digelar
Lingkaran.id -Komitmen untuk menghadirkan ruang edukasi, advokasi, dan aksi nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Main Event ALSA Care and Legal Coaching Clinic (CLCC) Local Chapter Universitas Sriwijaya 2025. Bertempat di Balai Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, kegiatan ini menjadi puncak rangkaian ALSA CLCC LC Unsri 2025 yang mengusung tema “Empowering Health Rights through a Healthy Environment and Care.”Program unggulan ini merupakan implementasi nyata dari dua pilar utama ALSA, yaitu Socially Responsible dan Legally Skilled, dengan mengintegrasikan pendekatan hukum dan kesehatan dalam satu rangkaian kegiatan yang komprehensif.Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa, tenaga kesehatan, akademisi, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk bersamasama membahas isu strategis terkait hak atas kesehatan, lingkungan hidup yang sehat, serta pencegahan penyakit berbasis air. Isu ini sejalan dengan tema nasional yang ditetapkan oleh National Board ALSA Indonesia tahun ini, yaitu “Caring Through Law: Protecting the Right to Health,” sebagai refleksi atas kondisi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih dan lingkungan sehat, khususnya di wilayah bantaran Sungai Musi, Kota Palembang.Berapa Hari Lagi 2026? Ini Hitung Mundur Lengkap Menuju Tahun Baru 2026Lingkungan yang tidak layak, sanitasi yang buruk, serta pencemaran air sungai berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, penyakit berbasis air seperti diare dan penyakit kulit masih menjadi permasalahan serius dengan ribuan kasus tercatat setiap tahunnya. Kondisi ini menegaskan bahwa kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan tempat mereka hidup.Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Biro Hukum dan HAM Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Dedi Harapan, S.H., S.E., M.Si., C.MSP, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. H. Joni Emirzon, S.H., M.Hum, serta perwakilan National Board ALSA Indonesia, Chief Officer of Social Event ALSA Indonesia 2025/2026, Ellyshia Azzahra Nugroho. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pemenuhan hak atas kesehatan memerlukan kolaborasi lintas sektor.ALSA LC Universitas Sriwijaya Sukses Gelar Dua Seri ALSA Social Project 2025: Edukasi Hukum dan Literasi Keuangan untuk Masyarakat Desa PegayutAcara dibuka secara resmi melalui rangkaian sambutan yang menekankan peran strategis mahasiswa hukum dalam menjembatani isu kesehatan, sanitasi, dan kebijakan publik. Para pejabat yang hadir turut mengapresiasi konsistensi ALSA Indonesia, khususnya ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya, dalam menghadirkan CLCC sebagai ruang edukasi, advokasi, dan pengabdian masyarakat yang berbasis hukum serta kebutuhan nyata masyarakat.Secara normatif, tema ALSA CLCC 2025 berlandaskan pada jaminan konstitusional hak atas kesehatan dan lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selain itu, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air menegaskan hak setiap orang atas air bersih dan lingkungan yang sehat sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia. Prinsip-prinsip ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 (Good Health and Well-Being) dan tujuan ke6 (Clean Water and Sanitation).==break here==Sebagai bentuk penguatan pendekatan berbasis hukum (legal-based approach), kegiatan ini turut menghadirkan Research Presentation oleh Legal Research Team serta penyerahan policy paper kepada perwakilan pemerintah. Hal ini menegaskan bahwa CLCC tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan berbasis riset dalam rangka pemenuhan hak atas kesehatan dan lingkungan hidup yang sehat.Rangkaian acara diisi dengan sesi seminar dan talkshow interaktif yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan. Seminar pertama disampaikan oleh Dedi Irawan, S.K.M., M.K.M., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, yang menyoroti peran kebijakan daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan, pencegahan penyakit berbasis lingkungan, serta penguatan sistem kesehatan masyarakat. Selanjutnya, perspektif hukum kesehatan disampaikan oleh Dr. Serlika Aprita, S.H., M.H., Dosen Hukum Kesehatan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, yang menekankan peran regulasi dalam melindungi dan menjamin pemenuhan hak kesehatan masyarakat.IS-SMART Resmi Diluncurkan, Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom Tegaskan Misi Besar Menuju Indonesia Emas 2045Aspek layanan kesehatan primer turut dibahas melalui pemaparan dr. Marlia Refianti, M.Kes., Kepala Puskesmas Makrayu, yang menekankan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan air. Sementara itu, sesi talkshow menghadirkan Iis Naini, S.K.M., M.Si., Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan & K3RS RSUP Dr. Rivai Abdullah, bersama Dr. Aries Syafrizal, S.T., M.Si., Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan, yang menekankan pentingnya sinergi sektor kesehatan dan lingkungan dalam pengendalian pencemaran air serta pencegahan penyakit berbasis air.Talkshow berlangsung dinamis dengan dipandu oleh Andini Rahayu Putri, Manager of Human Resources Development ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya 2024/2025, yang mengajak peserta memandang isu kesehatan secara komprehensif dari perspektif medis, lingkungan, dan kebijakan publik.Selain sesi diskusi, Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 juga menghadirkan Health Confession and Consultation Session sebagai ruang aman bagi peserta untuk menyampaikan keluhan kesehatan dan berkonsultasi langsung. Kegiatan ini dilengkapi dengan Free Medical Check Up yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Sosial dan Puskesmas Basuki Rahmat Kota Palembang, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.ALSA LC Unsri Gelar ICT Laboratory 2025, Ruang Sinergi Bahas Masa Depan AI di IndonesiaMelalui penyelenggaraan Main Event ini, ALSA Care and Legal Coaching Clinic kembali menegaskan posisinya sebagai program unggulan ALSA Indonesia dan ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya yang tidak hanya berorientasi pada edukasi akademik, tetapi juga menghadirkan dampak nyata dan kebermanfaatan berkelanjutan melalui sinergi hukum, kesehatan, dan lingkungan.ALSA Care and Legal Coaching Clinic Local Chapter Universitas Sriwijaya 2025 diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak atas kesehatan, serta mendorong peran aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan publik yang berkeadilan dan berkelanjutan, demi terwujudnya masyarakat yang sehat, berdaya, dan bermartabat.**** 
Read More
GDI Gaungkan Solidaritas Kemanusiaan Lewat Podcast RRI Palembang, Ajak Masyarakat Pulih Bersama Sumatera
GDI Gaungkan Solidaritas Kemanusiaan Lewat Podcast RRI Palembang, Ajak Masyarakat Pulih Bersama Sumatera
Lingkaran.id - Generasi Digital Intelektual (GDI) kembali menunjukkan komitmennya dalam gerakan kemanusiaan dengan mengangkat tema “GDI Bersama Sumatera, Mari Pulih Bersama”. Tema tersebut dibahas dalam sebuah ruang dialog inspiratif melalui Podcast RRI Palembang PRO 4 sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan empati terhadap saudara-saudara di Sumatera yang terdampak bencana.Dalam podcast tersebut, tiga Duta GDI, yakni Khalillah Adelia Luvy, Anita Cindhy Maulani, dan Amanda Marsa Aurellia, hadir sebagai narasumber. Mereka berbincang bersama Host Mita untuk mengulas peran GDI dalam mendorong gerakan kemanusiaan berbasis kolaborasi dan pemanfaatan ruang digital sebagai sarana penguatan solidaritas sosial.Generasi Digital Intelektual (GDI) Jalin Sinergi Bersama Polresta Palembang: Wujudkan Kolaborasi Digital PositifDialog ini menyoroti kondisi pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera, di mana banyak masyarakat harus kehilangan tempat tinggal, anggota keluarga, serta rasa aman. Di tengah situasi sulit tersebut, GDI berupaya menghadirkan harapan dengan mengajak masyarakat luas untuk saling menguatkan dan berkontribusi, meski dari jarak jauh.Melalui diskusi tersebut, para Duta GDI menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral, kepedulian kolektif, serta sinergi antarindividu dan komunitas. Peran ruang digital dinilai sangat penting dalam menyebarkan informasi, membangun empati, dan menggerakkan aksi nyata secara berkelanjutan.Generasi Digital Intelektual (GDI) Bertekad Membangun Pemuda Indonesia Yang Cerdas Dan Terampil Dalam TeknologiPodcast “GDI Bersama Sumatera, Mari Pulih Bersama” berlangsung sukses pada Kamis, 11 Desember 2025, pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, bertempat di RRI PRO 4 Palembang. Kegiatan ini terbuka untuk publik dan diharapkan dapat menjadi medium refleksi sekaligus pemantik kepedulian sosial bagi masyarakat luas.Melalui kegiatan ini, GDI mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut ambil bagian dalam proses pemulihan Sumatera. Kehadiran, perhatian, dan dukungan sekecil apa pun diyakini mampu menjadi cahaya di tengah masa sulit, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana.***
Read More
Dr. Sulaiman Helmi SE.,M.M.,C.M.A. Siap Bangun KKSS Sumsel Yang Inklusif Dan Adaptif, Minta Restu Ketua Umum Amran Sulaiman
Dr. Sulaiman Helmi SE.,M.M.,C.M.A. Siap Bangun KKSS Sumsel Yang Inklusif Dan Adaptif, Minta Restu Ketua Umum Amran Sulaiman
Lingkaran.id -Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-X Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Sulaiman Helmi, SE., M.M., C.M.A., resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Sumsel periode 2025–2030. Dalam langkah awal pencalonannya, Sulaiman menjadi pendaftar pertama sekaligus membuka secara resmi proses penjaringan calon ketua. Tidak berhenti di situ, Sulaiman juga menjadi calon pertama yang menemui langsung Ketua Umum KKSS, Dr. Amran Sulaiman, untuk memohon restu dan menyampaikan visi besar kepemimpinannya. Pertemuan tersebut menjadi simbol keseriusan dan penghormatan terhadap mekanisme organisasi yang menjunjung nilai kekeluargaan dan etika Bugis-Makassar.Dalam kesempatan itu, Sulaiman Helmi menegaskan komitmennya untuk membawa KKSS Sumsel menjadi organisasi yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Ia menilai bahwa KKSS memiliki potensi besar untuk menjadi wadah strategis dalam memperkuat solidaritas dan kontribusi warga Sulawesi Selatan di tanah perantauan.Detik-Detik Jembatan Hongqi di Sichuan Ambruk: Rekaman Video Viral di Media Sosial“KKSS harus menjadi rumah besar yang memperkuat nilai siri’ na pacce, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kemandirian dan kontribusi nyata warga Sulawesi Selatan di Sumatera Selatan,” ujar Sulaiman Helmi.Ia juga menekankan bahwa pencalonannya bukan semata soal jabatan, melainkan panggilan untuk memperkuat kebersamaan dan menggerakkan potensi yang dimiliki anggota KKSS di berbagai bidang.Viral! Jerami Bisa Jadi Bahan Bakar Kompor dan Kendaraan, Begini Cara Kerjanya“Ini adalah bentuk komitmen dan keseriusan saya dalam mencalonkan diri sebagai Ketua BPW KKSS Sumsel, dengan keyakinan dan semangat untuk membangun organisasi secara lebih baik, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.Musyawarah Wilayah Ke-X KKSS Sumsel dijadwalkan berlangsung pada November 2025. Agenda lima tahunan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam melahirkan kepemimpinan baru yang visioner, berintegritas, dan mampu membawa semangat siri’ na pacce ke dalam langkah nyata membangun solidaritas warga Sulawesi Selatan di Sumatera Selatan.****
Read More
Annisa Rizky Utami TOP 10 Duta GDI "Menyalakan Semangat Percaya Diri Dari Zona Nyaman Menuju Dunia Digital"
Annisa Rizky Utami TOP 10 Duta GDI "Menyalakan Semangat Percaya Diri Dari Zona Nyaman Menuju Dunia Digital"
Lingkaran.id -  Di tengah semangat generasi muda Indonesia yang kian aktif beradaptasi dengan perkembangan teknologi, muncul sosok inspiratif bernama Annisa Rizky Utami. Gadis kelahiran Palembang, 9 September 2005 ini merupakan salah satu Finalis Duta Generasi Digital Intelektual (GDI) 2025, yang hadir membawa semangat baru bagi anak muda untuk terus tumbuh, belajar, dan berani keluar dari zona nyaman.Kini, di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Annisa tengah menempuh pendidikan Strata-1 di Universitas Bina Darma Palembang, dengan memilih jurusan Manajemen. Pilihan jurusan ini bukan tanpa alasan baginya, manajemen bukan sekadar ilmu tentang mengatur sumber daya, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat mengelola diri sendiri, waktu, dan potensi yang dimiliki agar menjadi pribadi yang lebih produktif dan berdampak.Generasi Digital Intelektual (GDI) Jalin Sinergi Bersama Polresta Palembang: Wujudkan Kolaborasi Digital PositifPerjalanan Annisa menuju titik ini bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah. Ia tumbuh sebagai pribadi yang percaya bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari prestasi akademik semata. “Saya bukan tipe orang yang menonjol di bidang akademik,” ungkap Annisa dengan jujur. Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya berhenti berjuang. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Annisa telah aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan non-akademik, mulai dari lomba seni, kepemimpinan, hingga kegiatan organisasi yang menumbuhkan rasa tanggung jawab dan percaya diri.Dari sanalah semangatnya tumbuh. Ia belajar bahwa pengalaman adalah guru terbaik, dan setiap kesempatan yang datang merupakan ruang untuk berkembang. Keikut sertaannya dalam ajang Generasi Digital Intelektual (GDI) 2025 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan pengembangan dirinya. Annisa mengaku bahwa selama mengikuti kegiatan GDI, ia menemukan begitu banyak hal baru yang membuka cara pandangnya terhadap dunia digital dan peran generasi muda di dalamnya.“Bagi saya, GDI bukan hanya tentang kompetisi. Ini adalah wadah untuk belajar menjadi pribadi yang berani, berpikir kritis, dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Melalui berbagai kegiatan dan pelatihan di GDI, saya memahami bahwa dunia digital tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga karakter yang kuat, komunikasi yang baik, dan empati terhadap sesama,” tutur Annisa dengan penuh semangat.Selama proses kegiatan GDI, Annisa juga mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari bertukar ide dengan peserta lain dari berbagai Instansi, belajar memahami perbedaan, hingga mengasah kemampuan berbicara di depan publik. Semua itu menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan kepercayaan dirinya untuk terus melangkah maju. Ia juga merasa bangga dapat menjadi bagian dari Anggota GDI yang inspiratif dan kolaboratif, di mana setiap individu didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi dan perubahan positif di masyarakat.Bagi Annisa, mengikuti GDI merupakan bentuk pembuktian kepada dirinya sendiri bahwa keberanian untuk mencoba hal baru bisa mengubah banyak hal. “Saya belajar untuk tidak takut gagal, karena setiap kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun mental tangguh dan rasa percaya diri, dua hal yang menurutnya sangat dibutuhkan di era digital yang serba cepat dan kompetitif.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Kini, Annisa terus melangkah dengan semangat yang sama, semangat untuk belajar dan memberi dampak. Ia ingin menjadi contoh bagi anak muda lainnya, terutama bagi mereka yang mungkin pernah merasa kurang percaya diri atau tidak cukup unggul di bidang akademik. Melalui kisahnya, Annisa ingin menyampaikan pesan bahwa setiap orang memiliki keistimewaan dan jalannya masing-masing untuk bersinar, selama mereka berani berusaha dan konsisten memperjuangkan apa yang mereka yakini.Dengan tekad dan keyakinan yang kuat, Annisa Rizky Utami membuktikan bahwa keluar dari zona nyaman bukanlah hal yang menakutkan, melainkan langkah awal untuk menemukan versi terbaik dari diri sendiri. Sosoknya menjadi cerminan generasi muda yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga berintegritas, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi, nilai-nilai yang sejalan dengan semangat Generasi Digital Intelektual 2025.***
Read More
Finalis 10 Besar Duta GDI, Nathasya Pernidya Ashari Padukan Kreativitas dan Teknologi
Finalis 10 Besar Duta GDI, Nathasya Pernidya Ashari Padukan Kreativitas dan Teknologi
Lingkaran.id - Nathasya Pernidya Ashari adalah representasi generasi muda yang berdiri di persimpangan krusial dunia digital. Sebagai mahasiswi Informatika di Universitas Multi Data Palembang, ia memadukan ketajaman logika pemrograman dan seni bercerita visual  dua hal yang jarang berjalan berdampingan, tapi justru menjadi kekuatannya.Perjalanannya bermula di SMA Negeri 1 Palembang. Nathasya dikenal karena prestasi dan kepemimpinannya di ranah kreatif. Puncak prestasinya terukit saat berhasil meraih Juara 1 FLS2N 2021 Kategori Film Pendek Tingkat Provinsi melalui film ’Dua Sisi’.Generasi Digital Intelektual (GDI) Jalin Sinergi Bersama Polresta Palembang: Wujudkan Kolaborasi Digital PositifIa juga mengantongi Juara 1 Lomba Video Tingkat SMA yang diselenggarakan oleh Lembaga Edukasi Maranatha pada tahun 2021 dan penghargaan Best Scriptwriter di ajang Sonic Linguistic 2022 Short Movie. Sebagai Ketua Umum Perfilman SMANSA PRODUCTION (2021-2022), Nathasya memimpin produksi sejumlah film pendek, termasuk Friksi, Dua Sisi, Kala, dan Timpang, yang ditayangkan melalui kanal YouTube DEAD L1NE, di mana ia merangkap sebagai Director, Scriptwriter, dan DoP. Karya-karya tersebut membuktikan kemampuannya mengolah pesan menjadi konten yang berdampak melalui film.Saat ini, ia sedang mendalami bidang Backend, komponen krusial yang memastikan sistem digital dapat berjalan efisien. Kemampuannya merangkai cerita visual kini dilengkapi dengan kemampuan merangkai logika dan data di balik layar, menjadikannya talenta digital yang utuh—mampu membangun sekaligus mengemas.Pengalaman di Balik Panggung Duta GDI 2025Perjalanan Nathasya di ajang Pemilihan Duta Digital GDI 2025 menjadi lembaran kedua pengalaman di ranah yang baru, dunia pageantry dan kepemimpinan publik. Pengalaman ini dipandang sebagai tantangan yang berharga.”Pemilihan Duta GDI 2025 ini pertama kalinya saya terjun ke ranah pageantry. Saya menyadari ada banyak hal baru yang harus dipelajari selama masa karantina, dan saya melihat ini sebagai kesempatan untuk terus mengeksplorasi diri. Meskipun latar belakang saya lebih kuat di ranah teknis dan bisnis membuat penyesuaian dengan tuntutan pageantry menjadi tantangan yang berharga,” ujarnya.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025”Meskipun begitu, saya telah bertekad untuk memberikan upaya terbaik dan menjadikan GDI 2025 sebagai langkah awal yangg inspiratif untuk saya terus mengembangkan diri di berbagai bidang, termasuk advokasi digital.”Bagi Nathasya, Pemilihan Duta GDI 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah langkah awal penting untuk melanjutkan eksplorasi dirinya ke dunia pageantry dan kepemimpinan publik. Sebagai finalis Duta GDI 2025, Ia ingin menjembatani kompleksitas teknologi dengan narasi yang mudah dipahami, menginspirasi generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menciptakannya.***
Read More
TOP 10 Inovasi GDI Chatbot AI Penempa Jati Diri dan Emosi Generasi Muda
TOP 10 Inovasi GDI Chatbot AI Penempa Jati Diri dan Emosi Generasi Muda
Lingkaran.id -  Tim inovator muda dari SMAN 1 Belitang yakni tim EmoVisionaries, pencipta RASA, yang berkomitmen menghadirkan solusi teknologi untuk mendukung kesehatan mental dan kecerdasan emosional teman sebaya mereka. Yang terdiri atas Fathur Ndika Astyawan sebagai ketua tim dan Septiana Ramadhani, Ajeng Lintangsari, dan Yohana Devi Setiawati  sebagai anggota tim dengan guru pembimbing bapak Bagus Pancawiratama S,Pd.,M.Pd. serta bapak Nur Rohmad Safarrudin, M.Pd.Latar Belakang dan Inspirasi Inovasi Chatbot AI RASAMasa remaja adalah fase di mana seseorang mulai mencari makna diri, jati diri, serta arah hidupnya. Namun, banyak siswa yang merasa kesulitan dalam mengenal diri sendiri akibat tekanan akademik, lingkungan sosial yang kompetitif, dan kurangnya ruang aman untuk bercerita.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Tim EmoVisionaries menyadari fenomena ini di lingkungan sekolah mereka. “Banyak teman kami merasa tidak percaya diri, bahkan takut untuk berbicara tentang perasaannya,” ujar Fathur Ndika Astyawan, ketua tim. Dari kegelisahan itu, lahirlah ide menghadirkan sebuah ruang digital yang bisa menjadi teman refleksi dan pendamping emosional bagi siswa — yang kemudian dikenal sebagai RASA.Deskripsi Produk: RASA, Chatbot AI untuk Jati DiriRASA merupakan sebuah website interaktif berbasis Chatbot AI yang dirancang untuk membantu siswa mengenali jati diri, mengasah kecerdasan emosional (EQ), dan melakukan refleksi diri secara mandiri. Melalui teknologi kecerdasan buatan (AI), RASA menyediakan ruang aman bagi siswa untuk bercerita, menulis jurnal harian, serta menjawab pertanyaan reflektif seputar minat, kepribadian, dan cita-cita. Semua data bersifat pribadi, sehingga pengguna dapat berbagi tanpa rasa takut dihakimi. RASA memiliki beberapa fitur utama diantaranya:Tes Minat & Cita-Cita: serangkaian pertanyaan interaktif untuk mengenali potensi diri.Jurnal Harian: tempat menulis pengalaman dan refleksi diri. Manfaat dan DampakInovasi ini tidak hanya menjadi solusi teknologi, tapi juga gerakan empati digital. Melalui RASA, siswa dapat: Mengenal diri dan emosi mereka lebih baik, meningkatkan kepercayaan diri dalam menentukan arah masa depan, menemukan dukungan emosional meskipun tanpa bimbingan langsung dari guru BK. Dengan kemudahan akses melalui mobile maupun laptop, RASA diharapkan menjadi teman belajar dan refleksi bagi seluruh pelajar di Indonesia.Proses Kreatif dan Kolaborasi TimTim EmoVisionaries yang terdiri dari Fathur Ndika Astyawan, Septiana Ramadhani, Ajeng Lintangsari, dan Yohana Devi Setiawati berkolaborasi dalam setiap tahap pembuatan inovasi ini. Dalam prosesnya, mereka memanfaatkan berbagai platform digital seperti Cursor AI, GitHub, dan Railway.app untuk merancang, mengembangkan, dan mempublikasikan web RASA. Mereka juga banyak berdiskusi dengan guru BK serta teman-teman sekelas untuk memahami kebutuhan emosional remaja saat ini.“Kerja tim ini tidak hanya tentang membuat produk, tapi juga tentang memahami manusia,” tutur Ajeng, salah satu anggota tim.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriPesan dan HarapanTim EmoVisionaries berharap RASA dapat menjadi ruang refleksi digital yang ramah dan bermanfaat bagi semua pelajar. Mereka percaya, kecerdasan emosional dan kemampuan refleksi diri adalah fondasi penting untuk membangun generasi muda yang tangguh, sadar diri, dan berkarakter.“Semoga RASA bisa membantu banyak siswa mengenal siapa dirinya, bukan hanya apa yang orang lain lihat,” tutup Yohana penuh harap.Dengan inovasi ini, mereka membuktikan bahwa teknologi tidak hanya tentang kecerdasan mesin, tapi juga tentang menghidupkan rasa kemanusiaan di era digital.*** 
Read More
TOP 10 Inovasi GDI Sistem Market Dan Digital Edukasi Tumbuhan (SMARDETU)
TOP 10 Inovasi GDI Sistem Market Dan Digital Edukasi Tumbuhan (SMARDETU)
Lingkaran.id -  Di tengah pesatnya penebangan hutan liar dan pembangunan kota, menyebabkan keseimbangan ekosistem dapat terganggu. Dampaknya terlihat pada menurunnya kualitas udara dan meningkatnya suhu kota. Sayangnya, banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, sehingga upaya pelestarian sering kali terabaikan. Di sisi lain, pelaku usaha tanaman lokal (UMKM) juga menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan era digital, terutama dalam hal edukasi dan perluasan pasar secara online.Dari permasalahan tersebut lahirlah SMARDETU (Sistem Market & Digital Edukasi Tumbuhan), sebuah inovasi karya mahasiswa yang menggabungkan edukasi, marketplace, dan komunitas dalam satu platform terpadu untuk memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang ada. Inspirasi muncul dari keinginan untuk menghadirkan solusi digital yang mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus memberdayakan pelaku UMKM tanaman. Melalui SMARDETU, tim berharap masyarakat dapat lebih mudah mengenal, merawat, dan membeli tanaman secara digital.Team SMARDETU:Nyoman KusumaEka PertiwiPutri Agustina10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025SMARDETU (Sistem Market & Digital Edukasi Tumbuhan) adalah platform digital terpadu yang menggabungkan edukasi, marketplace, dan komunitas hijau dalam satu sistem berbasis website. Melalui fitur unggulan PlantsScanAI, pengguna dapat mengenali jenis tanaman dari foto dan mendapatkan panduan perawatan secara otomatis. Selain itu, SMARDETU juga menghadirkan artikel seputar tumbuhan, ruang komunitas untuk berbagi pengalaman antar pecinta tanaman, serta marketplace yang terhubung langsung dengan Shopee dan Tokopedia guna membantu pelaku UMKM memperluas pasar mereka. Dengan konsep ini, SMARDETU tidak hanya menjadi tempat jual beli tanaman, tetapi juga ruang belajar dan kolaborasi.SMARDETU memberikan dampak yang nyata di berbagai sisi:Sosial dan Lingkungan, SMARDETU meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan mendorong partisipasi aktif dalam gerakan penghijauan, baik secara digital maupun melalui aksi nyata di lapangan.Ekonomi, SMARDETU membuka peluang bagi pelaku UMKM tanaman untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan melalui sistem digital yang efisien dan mudah diakses.Proses pengembangan SMARDETU tidak lepas dari berbagai tantangan yang justru menjadi ruang pembelajaran bagi tim. Kami berasal dari latar belakang yang berbeda, namun disatukan oleh visi yang sama, yaitu mengubah kecintaan terhadap tumbuhan menjadi sebuah inovasi digital yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriKerja sama tim dibangun melalui riset sederhana, diskusi terbuka, dan pengembangan prototipe yang dilakukan secara bertahap. Dengan semangat gotong royong, setiap anggota berkontribusi sesuai keahliannya mulai dari perancangan desain, penerapan teknologi, hingga penyusunan strategi komunikasi. Hasilnya, tercipta sebuah platform yang tidak hanya fungsional dan mudah digunakan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.Tim SMARDETU berharap inovasi ini tidak berhenti sampai sini saja, tetapi terus berkembang menjadi gerakan nyata dalam membangun ekonomi hijau berbasis digital. Kami meyakini bahwa masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda yang mampu memadukan teknologi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. “Kami ingin membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan antara manusia dan lingkungan. Melalui SMARDETU, kami menanam harapan baru untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.***
Read More
Synapse Team Lolos 10 Besar GDI Fest 2025 dengan Inovasi Website Escape Room Edukatif
Synapse Team Lolos 10 Besar GDI Fest 2025 dengan Inovasi Website Escape Room Edukatif
Lingkaran.id - Synapse Team berhasil menembus 10 besar finalis Inovasi Generasi Digital Intelektual (GDI) Fest 2025 dengan membawa konsep inovatif yang menggabungkan dunia pendidikan dan teknologi game. Website Escape Room Pembelajaran Interaktif mereka menjadi sorotan sebagai solusi kreatif menghadapi rendahnya minat belajar siswa Indonesia.Kompetisi GDI Fest 2025 yang diprakarsai oleh Ketua Umum Prof. Dr. Edi Surya Negara, S.Kom., M.Kom., menjadi ajang bagi para inovator muda untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat.Generasi Digital Intelektual (GDI) Jalin Sinergi Bersama Polresta Palembang: Wujudkan Kolaborasi Digital PositifBerangkat dari Keresahan Nyata"Kami melihat minat belajar siswa Indonesia masih rendah. Tapi saat bermain game, mereka bisa betah berjam-jam. Dari situ kami berpikir, kenapa tidak digabungkan saja?", ungkap tim Synapse saat menjelaskan ide di balik inovasi mereka.Website Escape Room ini menghadirkan pengalaman belajar yang sama sekali berbeda dari metode konvensional. Siswa harus memecahkan soal-soal pelajaran untuk mendapatkan kunci yang membuka pintu ruangan berikutnya, seolah-olah mereka sedang bermain game petualangan.Konsep Game yang Menantang dan EdukatifDalam website ini, pemain akan menjelajahi berbagai ruangan virtual. Setiap ruangan memiliki tantangan edukatif yang harus diselesaikan. Misalnya soal matematika seperti "Jika f(x) = 2x² – 3x + 1, hitung f(2)". Jawaban benar akan memberikan kunci untuk membuka pintu berikutnya.Yang membuat platform ini semakin menarik adalah berbagai elemen gamifikasi. Selain kunci, pemain juga bisa mendapatkan koin sebagai reward tambahan yang dapat ditukar di Shop untuk membeli item, pakaian, atau karakter baru. Ikon jam pengejar waktu yang muncul secara acak menambah ketegangan dan mengasah kemampuan berpikir cepat siswa."Pemain bebas memilih urutan ruangan, yang memengaruhi strategi waktu dan progres mereka. Ini melatih kemampuan berpikir strategis," jelas tim.Fitur Lengkap untuk Pengalaman MaksimalWebsite Escape Room Synapse dilengkapi dengan tiga fitur utama:Shop, tempat pemain menukar koin hasil permainan untuk membeli item, pakaian, atau karakter baru yang membuat pengalaman bermain lebih personal.Leaderboard, menampilkan peringkat berdasarkan kecepatan dan ketepatan pemain, mendorong kompetisi sehat dan memotivasi siswa untuk terus meningkatkan performa mereka.Gallery Shop, menyediakan variasi latar tempat seperti ruang kelas atau laboratorium untuk memperkaya suasana visual tanpa mengubah mekanik utama permainan.Dampak untuk Ekosistem Pendidikan DigitalInovasi Synapse Team memberikan manfaat ganda. Bagi siswa, website ini menjadi alternatif belajar yang tidak membosankan dan mendorong mereka untuk aktif berpikir kritis serta memecahkan masalah. Bagi guru, platform ini menawarkan model pembelajaran digital yang relevan dengan karakteristik generasi Z yang tumbuh bersama teknologi."Website Escape Room Synapse menghadirkan solusi inovatif untuk pembelajaran digital yang lebih interaktif, menantang, dan menyenangkan," tutur tim dengan antusias.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriHarapan untuk Masa Depan Digital IndonesiaSebagai finalis 10 besar GDI Fest 2025, tim Synapse memiliki harapan besar untuk kontribusi mereka terhadap pendidikan Indonesia. "Kami berharap platform ini bisa digunakan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Bayangkan kalau guru memberikan tugas dalam bentuk escape room seperti ini, pasti siswa lebih semangat belajar."Tim juga menyampaikan pesan kepada sesama inovator muda. "Jangan takut memulai dari ide kecil. Dari keresahan sederhana tentang sistem pendidikan, kami coba wujudkan solusi nyata. Indonesia butuh lebih banyak inovator yang berani berpikir berbeda."Dengan lolos sebagai finalis 10 besar, Synapse Team kini siap menunjukkan karya mereka di panggung yang lebih besar, membuktikan bahwa pembelajaran digital bisa menjadi petualangan yang menyenangkan sekaligus bermakna (Tim Synapse – Finalis TOP 10 Inovasi Generasi Digital Intelektual (GDI) Fest 2025. Mengubah Pembelajaran Menjadi Petualangan Digital).***
Read More
Top 10 Duta GDI Senia, Jejak Mimpi Orang Tua di Jalan Hidupku
Top 10 Duta GDI Senia, Jejak Mimpi Orang Tua di Jalan Hidupku
Lingkaran.id -Senia Aprinia Sari, lahir pada 5 April 2004, usianya menginjak 21 tahun. Gadis ceria ini memiliki mimpi yang besar, dalam perjalanan pendidikannya senia menempuh pendidikan dasar di SDN 40 palembang, Madrasah Tsanawiyah Aisyiyah 1 Palembang, SMAN 11 Palembang dan kini ia sudah berstatus Mahasiswi Program Studi Jurnalistik, di perguruan tinggi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.Senia memiliki cita cita untuk menggapai impian kedua orangtuanya, kedua orangtuanya memiliki cita cita agar semua anak anaknya dapat mencapai gelar sarjana karna orangtua memiliki kerbatasan ekonomi dalam menempuh pendidikan tinggi.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Sementara itu, selain sebagai mahasiswa, senia juga seorang presenter di stasiun televisi lokal kota palembang “ Sriwijaya Televisi “ dalam perjalanan karir dan pendidikannya senia berhasil meraih kejuaraan nasional :1) Meraih Grand Finalis Presenter PALTV, pada 17 Mei 2023.2) Juara 1 Lomba News Anchor Hunt Tribun Sumsel pada 23 Oktober 2023.3) Meraih juara 2 lomba News Anchor Universitas Sriwijaya pada 03 November 2023.4) Juara 1 lomba News Anchor PKPK Universitas Islam Negeri Sriwijaya pada 15 Oktober 20245) Meraih Juara 3 Lomba News Anchor WPS Fair Politeknik Negeri Sriwijaya pada 24 Oktober 2025.Senia terdaftar mengikuti uji kompetensi Public Relation Perhumas Pada Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relation ( LSPPR) dan dinyatakan lulus pada 24 Agustus 2024 lalu.Senia, mengaku “ Bahwa mengejar mimpi yang besar harus memiliki usaha dan perjuangan yang besar sekalipun ia seorang perempuan “ Ujarnya. usut punya cerita bahwa seorang Presenter adalah cita cita ibunya pada masa muda, namun dengan keterbatasan ekonomi ibunya sulit untuk menggapai cita cita tersebut dan menekadkan bahwa salah anaknya dapat menggapai impian tersebut.Generasi Digital Intelektual (GDI) Jalin Sinergi Bersama Polresta Palembang: Wujudkan Kolaborasi Digital PositifDisisilain untuk menambahkan perjuangan dalam mendapatkan ilmu serta dapat memberikan ilmu yang bermanfaat untuk semua orang, kini Senia sedang menjalankan Pemilihan Duta Generasi  Digital Intelektual (GDI), ia mengatakan “ Kali ini saya memiliki pengalaman yang luar biasa, bisa berjuang di Pemilihan Duta GDI, mulai dari relasi, pertemanan dan memaknai sebuah perjuangan, karna saya juga sedang skripsian jadi ini merupakan titik perjuangan yang menantang untuk saya, saya berharap visi dan misi saya bisa terealisasikan jika saya terpilih sebagai Duta GDI” Tegasnya.Senia mengatakan, Dalam gagal adalah goresan indah dari Allah bahwa, kita harus kembali berdiri untuk kembali berjuang dalam menggapai impian, dalam keberhasilan adalah goresan indah dari Allah bahwa semua keberhasilan harus diiringin rasa tanggung jawab, intinya semua yang terjadi memiliki resiko masing masing bahwa kita memaknai takdir adalah semua anugrah yang indah.***
Read More
Berita Populer Bulan ini
Elearning Course Thinkedu
Berita Terbaru
Pilih yang terbaik