Harga Bitcoin Anjlok! BTC ke USD Turun Drastis, Apa Pemicu Utamanya?
Sulistiyo. A Darmawan 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Pasar kripto kembali bergejolak. Harga Bitcoin (BTC) terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) tercatat anjlok tajam dalam 24 jam terakhir, turun hingga lebih dari 5%, dan kini berada di kisaran US$90.000–US$91.000. Dalam perdagangan terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level terendah harian di kisaran US$89.000, memicu kekhawatiran investor global. Penurunan ini terjadi setelah Bitcoin sempat stabil dan bergerak sideways dalam dua minggu terakhir.Para analis menyebut penurunan ini sebagai “koreksi besar pertama” setelah Bitcoin tidak berhasil menembus level resistance kuat di atas US$95.000.Pemerintah Salurkan Bansos Tambahan, Berikut Enam Golongan Dipastikan Tidak Dapat BLT Kesra 2025Apa Penyebab Anjloknya Harga Bitcoin?1. Sentimen Makroekonomi GlobalKebijakan moneter AS yang masih ketat, kekhawatiran inflasi, dan tekanan market finansial global membuat aset berisiko seperti kripto ikut tertekan.2. Profit Taking Investor BesarSetelah lonjakan harga beberapa pekan lalu, investor institusional diduga melakukan aksi ambil untung yang berdampak langsung pada likuiditas pasar kripto.3. Tekanan dari Pasar FuturesLikuidasi posisi long dalam jumlah besar di pasar derivatif memicu penurunan cepat BTC/USD dalam waktu singkat.4. Minimnya Katalis PositifTidak ada sentimen besar seperti ETF baru, adopsi fintech raksasa, atau regulasi positif yang biasanya menjadi pendorong kenaikan harga.Bagi trader lokal, penurunan BTC ini menjadi sinyal untuk:Mengelola risiko, terutama yang membuka posisi leverageMenunggu konfirmasi teknikal, apakah BTC akan rebound atau melanjutkan penurunanMengamati level support kuat, yakni US$89.000 dan US$87.500Breaking! Rumah Pejabat Pajak Digeledah Kejagung, Diduga Terkait Manipulasi Pajak Perusahaan BesarSejumlah analis memprediksi bahwa jika Bitcoin bertahan di atas level support tersebut, peluang rebound kembali ke US$93.000 masih terbuka.Meski tekanan masih besar, beberapa indikator menunjukkan peluang terjadinya technical rebound dalam jangka pendek. Namun apabila harga jatuh di bawah US$88.000, Bitcoin berpotensi memasuki fase koreksi lebih dalam menuju area US$84.000–US$85.000.Anjloknya BTC terhadap USD menjadi pengingat bahwa volatilitas kripto tetap tinggi dan pergerakan besar bisa terjadi kapan saja. Investor diminta tetap waspada, memperhatikan level support, dan tidak terburu-buru mengambil posisi tanpa analisis yang matang.****
Read More Punya Coin ALPACA di INDODAX? Cepat Tarik Sekarang Sebelum Tidak Bisa Lagi!
Sulistiyo. A Darmawan 5 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Bagi para pemilik token ALPACA di platform INDODAX, hari ini menjadi batas krusial yang perlu diperhatikan. Setelah resmi diumumkan melalui kanal resmi INDODAX, aset kripto ALPACA Finance (ALPACA) resmi didelisting pada Rabu, 7 Agustus 2025. Keputusan ini menjadi sorotan besar di kalangan investor ritel karena menyangkut keamanan aset dan proses penarikan token yang tersisa di dompet masing-masing pengguna. INDODAX menegaskan bahwa penarikan (withdrawal) token ALPACA hanya dapat dilakukan sampai batas waktu tertentu. Setelah melewati tenggat yang ditetapkan, pengguna tidak akan dapat lagi menarik atau mengakses aset ALPACA mereka melalui platform tersebut. Untuk itu, investor disarankan segera login ke akun INDODAX, memastikan saldo ALPACA mereka, dan segera melakukan proses penarikan ke wallet eksternal atau platform alternatif yang masih mendukung token ini.Resmi! Libur 18 Agustus 2025 Tidak Digeser, Cek Isi SKB 3 Menteri TerbaruLangkah delisting ini biasanya dilakukan karena sejumlah alasan teknis dan fundamental, seperti kurangnya volume perdagangan, penurunan utilitas proyek, atau alasan kepatuhan regulasi. Namun, hingga saat ini, INDODAX belum mengungkapkan secara rinci alasan spesifik penghapusan token ALPACA dari listing mereka.8.000 Undangan untuk Rakyat! Istana Tambah Kuota Upacara HUT RI, Buruan Daftar di Pandang.istanapresiden.go.idMeski tengah menghadapi delisting, harga ALPACA justru sempat menunjukkan lonjakan tajam di platform global, yang diduga akibat aksi spekulatif pasar pasca pengumuman penghapusan. Beberapa analis melihat fenomena ini sebagai reaksi jangka pendek yang tidak mencerminkan nilai jangka panjang dari proyek tersebut.Bagi investor yang masih memegang ALPACA di INDODAX, ini saatnya bertindak cepat. Tunda sedikit saja, dan Anda berisiko kehilangan akses terhadap aset kripto yang dimiliki. Informasi lengkap mengenai prosedur penarikan tersedia di pusat bantuan INDODAX atau kanal resmi media sosial mereka.****
Read More Bitcoin Terperosok ke US$101.000 pada 23 Juni 2025, Pasar Kripto Bersiap Hadapi Guncangan Akhir Bulan
Sulistiyo. A Darmawan 6 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Harga Bitcoin kembali terkoreksi ke level US$101.000 pada Senin, 23 Juni 2025, seiring meningkatnya tekanan jual dari pelaku pasar yang bersiap menghadapi jatuh tempo kontrak derivatif besar di akhir bulan. Sentimen kehati-hatian mendominasi pasar kripto global, setelah Bitcoin gagal mempertahankan tren kenaikan di atas level resistensi US$105.000.Kondisi ini memperpanjang fase konsolidasi mata uang kripto terbesar di dunia, yang sejak awal Juni bergerak dalam kisaran terbatas di tengah spekulasi pasar dan belum pastinya arah kebijakan moneter global.Harga Melemah, Pasar Menghindari RisikoMengacu pada data perdagangan sejumlah bursa besar seperti Binance dan Coinbase, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$101.124, melemah sekitar 1% dibanding penutupan akhir pekan lalu. Sepanjang sesi Asia, harga tertinggi tercatat di level US$102.910, sementara terendah sempat menyentuh US$98.460.Penurunan ini terjadi setelah beberapa kali upaya menembus zona resistensi US$105.000 gagal, memicu aksi ambil untung di kalangan investor ritel dan institusi.Tekanan Jelang Expiry Derivatif dan Data Inflasi ASSalah satu fokus utama pelaku pasar pekan ini adalah jatuh tempo kontrak opsi Bitcoin, yang diperkirakan bernilai lebih dari US$8,2 miliar. Historinya, peristiwa ini sering memicu lonjakan volatilitas karena banyaknya posisi yang ditutup secara bersamaan.Di sisi lain, rilis data inflasi PCE Amerika Serikat pada 26 Juni juga menjadi sorotan, karena dapat memengaruhi sikap Federal Reserve terhadap suku bunga. Hal ini menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk kripto.Haji Menunjukkan Karakter DiriLevel Kritis: Psikologis US$100.000 Masih DijagaSecara teknikal, Bitcoin kini berada di batas bawah zona konsolidasi. Level US$100.000 dipandang sebagai support psikologis penting. Jika tertembus, potensi penurunan ke area US$96.000 terbuka lebar.Indikator teknikal menunjukkan sentimen pasar cenderung negatif:RSI harian: di bawah level 40 (tekanan jual meningkat)MACD: histogram merah dan sinyal death cross (tren pelemahan jangka pendek)Namun, sebagian analis tetap optimistis bahwa ini hanyalah koreksi sehat dalam tren jangka menengah yang masih positif, terutama jika Bitcoin mampu bertahan di atas support utama.Man City Bungkam Al Ain 3-0 di Piala Dunia Antarklub 2025: Echeverri & Haaland Unjuk GigiBagi investor pemula, kondisi saat ini menjadi ujian psikologis. Koreksi seperti ini bukan hal baru dalam pasar kripto yang dikenal sangat volatil. Beberapa institusi justru melihatnya sebagai peluang akumulasi jangka panjang.“Volatilitas adalah bagian dari perjalanan Bitcoin. Yang penting bukan berapa harga hari ini, tapi bagaimana strategi kamu menghadapi siklus pasar,” ungkap pakar aset digital dari Kripto Insight Asia, Marcellino.Bitcoin memasuki fase kritis menjelang akhir Juni 2025. Harga terkoreksi ke US$101.000, tapi support psikologis US$100.000 masih bertahan. Pasar menanti arah selanjutnya setelah expiry kontrak derivatif dan data inflasi AS. Di tengah ketidakpastian, kehati-hatian dan strategi tetap menjadi kunci bertahan dalam ekosistem kripto.Agenda Kripto Pekan Ini:26 Juni 2025: Rilis data inflasi PCE AS28 Juni 2025: Expiry kontrak opsi Bitcoin & Ethereum30 Juni 2025: Penutupan kuartal 2 biasanya disertai rebalancing portofolio oleh institusi besar.****
Read More XRP Bisa Jadi Aset Strategis AS? Proposal Baru ke SEC Bongkar Peluang Triliunan Dolar!
Sulistiyo. A Darmawan 10 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Sebuah proposal mengejutkan telah diajukan ke US Securities and Exchange Commission (SEC) pada 12 Maret 2025. Proposal ini mengusulkan agar Amerika Serikat menjadikan XRP sebagai aset keuangan strategis yang dapat membuka likuiditas hingga US$1,5 triliun. XRP sebagai Solusi Likuiditas untuk AS Proposal setebal lima halaman ini diajukan oleh Maximilian Staudinger kepada SEC Crypto Task Force yang baru dibentuk. Dokumen tersebut mengklaim bahwa integrasi XRP ke dalam sistem keuangan AS dapat mengoptimalkan penggunaan dana yang tersimpan di akun Nostro.Sebagai informasi, akun Nostro adalah rekening yang dimiliki oleh bank di bank asing dengan denominasi mata uang asing. Akun ini sering digunakan untuk transaksi lintas batas. Saat ini, sekitar US$27 triliun tersimpan di akun Nostro secara global, dengan US$5 triliun dikelola oleh bank-bank AS. Proposal ini menyebutkan bahwa XRP dapat menggantikan 30% dari dana tersebut sebagai likuiditas utama.Bu Guru Salsa Viral di TikTok, Klarifikasi, Pernikahan, dan Pelajaran BerhargaSelain itu, XRP diusulkan sebagai jalur utama pembayaran keuangan yang berpotensi menghemat hingga US$7,5 miliar per tahun bagi pemerintah AS. Meski belum ada rincian teknis terkait implementasinya, dokumen ini memperkirakan bahwa XRP dapat digunakan untuk pembayaran tingkat negara, termasuk Social Security.Strategi Cadangan Bitcoin dan Tantangan yang Dihadapi Menariknya, proposal ini juga mengusulkan strategi cadangan Bitcoin, di mana US$1,5 triliun dari akun Nostro akan dialokasikan untuk pembelian Bitcoin sebagai cadangan strategis. Namun, terdapat kesalahan dalam estimasi karena dokumen tersebut mengklaim bahwa AS dapat membeli 25 juta BTC dengan harga US$60.000 per BTC, padahal pasokan maksimum Bitcoin hanya 21 juta BTC.Regulasi Baru untuk Dukung Adopsi XRP Proposal ini juga mengajukan rekomendasi regulasi yang diperlukan untuk integrasi XRP ke dalam sistem keuangan AS. Salah satu langkah utama yang disarankan adalah perintah eksekutif dari Presiden AS untuk menginstruksikan SEC, Departemen Keuangan AS, dan Departemen Kehakiman AS (DOJ) agar mengklasifikasikan XRP sebagai aset pembayaran. Langkah ini diyakini dapat menyelesaikan gugatan SEC yang masih berlangsung terhadap Ripple.Selain itu, proposal ini menyerukan pembuatan undang-undang yang mewajibkan bank menggunakan XRP sebagai pengganti akun Nostro. Federal Reserve dan Kantor Pengawas Mata Uang AS juga diusulkan untuk menjadikan penggunaan XRP sebagai standar wajib bagi perbankan AS.Belanda vs Spanyol di UEFA Nations League 2025!! Head-to-Head, Prediksi, dan Update TimProspek Implementasi dan Reaksi Pasar Implementasi penuh dari proposal ini diperkirakan dapat terjadi dalam 12 hingga 24 bulan, tergantung pada keputusan pemerintah dan regulator terkait. Namun, banyak pihak yang skeptis mengenai kemungkinan adopsi XRP secara luas dalam sistem keuangan AS, terutama mengingat proses regulasi yang kompleks.Reaksi komunitas kripto pun beragam. Beberapa pihak melihat ini sebagai peluang besar bagi XRP untuk mendapatkan legitimasi sebagai aset keuangan utama, sementara yang lain mengkritik estimasi yang tidak akurat dalam proposal tersebut. Meski demikian, diskusi mengenai peran aset kripto dalam sistem keuangan AS kini semakin menarik perhatian publik.****
Read More IHSG ngamuk, pertanda alam apa yang akan terjadi di Indonesia ?
Agung P. Putra 10 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Kemarahan IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan investor dan masyarakat luas. Fluktuasi indeks yang ekstrem, baik naik maupun turun, kerap dipandang sebagai "termometer" kondisi perekonomian Indonesia. Namun, apakah benar bahwa pergerakan IHSG bisa menjadi pertanda alam atau indikator yang lebih besar tentang masa depan Indonesia?Apa Itu IHSG dan Mengapa Penting?IHSG adalah indeks utama yang mengukur kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini mencakup saham-saham terbesar dan paling likuid di bursa, sehingga menjadi indikator utama bagi investor untuk menilai performa pasar saham Indonesia.Karena IHSG mencerminkan kondisi perusahaan-perusahaan terbesar di negara ini, indeks ini juga dianggap sebagai cerminan dari stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.Mengapa IHSG Bisa "Ngamuk"?Fluktuasi IHSG dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Beberapa penyebab utama volatilitas IHSG antara lain:Kondisi ekonomi global, seperti inflasi, perang, dan ketegangan geopolitik.Kebijakan moneter dan fiskal pemerintah Indonesia.Peristiwa domestik, seperti pemilihan umum, perubahan kebijakan, atau bencana alam.Perilaku investor, yang sering dipengaruhi oleh sentimen dan emosi.Apakah IHSG Bisa Menjadi Pertanda Alam?Kemarahan IHSG seringkali diinterpretasikan sebagai pertanda akan terjadinya peristiwa penting di Indonesia. Namun, penting untuk memahami bahwa IHSG adalah indikator ekonomi, bukan ramalan alam atau bencana.Meskipun demikian, ada beberapa cara IHSG bisa memberikan "sinyal" tentang kondisi yang mungkin terjadi di masa depan:1. Indikator Kesehatan EkonomiIHSG yang stabil atau meningkat biasanya menunjukkan bahwa investor percaya diri dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebaliknya, IHSG yang jatuh mungkin mencerminkan kekhawatiran akan resesi atau masalah ekonomi.2. Pengaruh terhadap Kebijakan PemerintahPergerakan IHSG sering menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan. Misalnya, jika IHSG terus-menerus melemah, pemerintah mungkin akan mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kepercayaan investor, seperti menurunkan suku bunga atau mengeluarkan paket stimulus ekonomi.3. Dampak terhadap Stabilitas SosialKondisi ekonomi yang buruk, yang tercermin dalam IHSG yang melemah, bisa berdampak pada stabilitas sosial. Misalnya, inflasi tinggi atau pengangguran yang meningkat bisa memicu protes atauDemonstrasi masyarakat.Apa yang Mungkin Terjadi di Masa Depan?Menghadapi volatilitas IHSG yang tinggi, ada beberapa skenario yang mungkin terjadi di Indonesia:1. Pemulihan EkonomiJika IHSG mulai stabil dan meningkat, ini bisa menjadi pertanda bahwa ekonomi Indonesia mulai pulih dari berbagai tekanan, baik internal maupun eksternal. Pemulihan ini mungkin didorong oleh kebijakan pemerintah yang tepat, pertumbuhan bisnis, dan meningkatnya kepercayaan investor.2. Ketidakstabilan PolitikIHSG yang terus-menerus melemah bisa mencerminkan ketidakstabilan politik, terutama menjelang pemilihan umum. Periode transisi politik seringkali menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor, yang bisa mempengaruhi pergerakan indeks.3. Bencana Alam atau Krisis SosialWalaupun IHSG bukan pertanda alam, bencana alam atau krisis sosial yang parah bisa mempengaruhi kinerja indeks. Misalnya, gempa bumi atau pandemi yang melanda Indonesia bisa menyebabkan IHSG anjlok karena gangguan ekonomi dan sosial.Bagaimana Masyarakat Harus Menyikapi Fluktuasi IHSG?Sebagai masyarakat awam, penting untuk memahami bahwa IHSG adalah salah satu dari banyak indikator ekonomi yang ada. Untuk menyikapi fluktuasi IHSG, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:Mencari informasi yang akurat dan mendalam tentang kondisi ekonomi Indonesia.Menghindari kepanikan dan membuat keputusan berdasarkan analisis yang matang.Memantau kebijakan pemerintah dan perkembangan bisnis yang mungkin mempengaruhi IHSG.Diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko yang terkait dengan volatilitas pasar saham.PenutupKemarahan IHSG belakangan ini memang menjadi fenomena yang menarik untuk dipantau. Namun, penting untuk diingat bahwa IHSG adalah indikator ekonomi yang kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor domestik dan global. Walaupun IHSG bisa memberikan "sinyal" tentang kondisi ekonomi yang mungkin terjadi, tidak ada yang bisa memprediksi masa depan dengan pasti.Sebagai masyarakat, yang terpenting adalah tetap waspada, memahami informasi yang akurat, dan membuat keputusan yang bijak berdasarkan analisis yang mendalam. Dengan demikian, kita bisa lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi di Indonesia.
Read More Pasar Kripto Bergejolak!! Bitcoin Anjlok 20% dari Puncak Tertinggi, Apa Penyebabnya?
Sulistiyo. A Darmawan 10 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan drastis, jatuh di bawah level $90.000 setelah sebelumnya sempat mencapai harga tertinggi sepanjang masa di $106.734 pada Desember 2024. Saat ini, BTC diperdagangkan sekitar $87.279, mencatat penurunan lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir dan lebih dari 20% dari puncaknya. Penurunan ini mengejutkan banyak investor dan menandakan meningkatnya volatilitas di pasar kripto. Sejumlah faktor diyakini berkontribusi terhadap anjloknya harga Bitcoin, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga insiden keamanan dalam ekosistem aset digital.Bybit Diretas! $1,5 Miliar Ethereum Raib, Begini KronologinyaFaktor-Faktor yang Memicu Penurunan BitcoinKebijakan Ekonomi dan Geopolitik GlobalSalah satu penyebab utama penurunan harga Bitcoin adalah kebijakan ekonomi global yang berubah drastis. Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan, termasuk aset digital. Investor besar mulai menarik dana mereka dari aset berisiko tinggi, termasuk kripto.Peretasan Besar di Dunia KriptoInsiden peretasan yang menargetkan platform kripto Bybit baru-baru ini juga memperburuk sentimen pasar. Peretasan ini mengakibatkan kerugian sekitar $1,5 miliar dalam bentuk Ethereum, meningkatkan ketakutan di kalangan investor terhadap keamanan aset digital mereka.Skandal Memecoin dan Sentimen Negatif di PasarKontroversi yang melibatkan Presiden Argentina, Javier Milei, terkait promosi memecoin tertentu turut memperburuk suasana pasar kripto. Skandal ini menimbulkan keraguan terhadap regulasi dan keabsahan beberapa proyek aset digital, membuat investor semakin waspada.Bybit Diretas! $1,5 Miliar Ethereum Hilang, Bagaimana Nasib Pengguna?Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?Dengan Bitcoin yang saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan sederhana 100 jam dan menghadapi resistensi kuat di $92.200, para analis memprediksi bahwa harga BTC bisa terus turun lebih jauh. Jika tekanan jual berlanjut, BTC dapat menguji level support berikutnya di $74.000 atau lebih rendah.Namun, beberapa analis tetap optimis bahwa penurunan ini merupakan peluang bagi investor jangka panjang untuk mengakumulasi aset sebelum harga kembali naik. Banyak yang percaya bahwa fundamental Bitcoin tetap kuat, dan jika ada katalis positif dalam beberapa bulan ke depan, harga BTC bisa kembali pulih.Pasar kripto saat ini sedang menghadapi fase volatilitas tinggi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan terkini dan mengambil keputusan berdasarkan analisis mendalam.****
Read More Bybit Diretas! $1,5 Miliar Ethereum Hilang, Bagaimana Nasib Pengguna?
Sulistiyo. A Darmawan 11 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Peretasan Bybit: Salah Satu Insiden Terbesar di Dunia Kripto, Dunia kripto kembali diguncang dengan insiden peretasan besar-besaran. Platform pertukaran aset digital Bybit dilaporkan mengalami pelanggaran keamanan yang mengakibatkan pencurian Ethereum (ETH) senilai $1,5 miliar dari salah satu dompet dinginnya. CEO Bybit, Ben Zhou, mengonfirmasi peretasan ini melalui platform X (Twitter) dan menegaskan bahwa meskipun jumlah yang dicuri sangat besar, dana pengguna tetap aman dan didukung 1:1. Namun, peristiwa ini tetap menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan investor kripto.Peretasan ini terjadi sekitar satu jam sebelum diumumkan oleh Ben Zhou. Berikut adalah cara peretas mengecoh sistem keamanan Bybit:Bybit Diretas! $1,5 Miliar Ethereum Raib, Begini KronologinyaEksploitasi Kontrak Pintar – Peretas tidak langsung mencuri dana, tetapi mengubah logika kontrak pintar dompet dingin Bybit agar dapat mengontrolnya sepenuhnya.Manipulasi Antarmuka Pengguna – Para penandatangan transaksi melihat tampilan yang tampak sah, padahal telah dimodifikasi untuk mengelabui mereka.Menggunakan URL Tepercaya – Transaksi berasal dari sumber yang tampak tepercaya, sehingga sulit terdeteksi sejak awal.Ethereum Dipindahkan ke Alamat Misterius – Semua dana dari dompet dingin tersebut akhirnya dikirim ke alamat yang tidak dapat diidentifikasi.Apakah Dana Pengguna Bybit Aman?Meskipun jumlah yang dicuri sangat besar, Bybit menegaskan bahwa dana pelanggan tetap aman. Dalam pernyataannya, Ben Zhou memastikan bahwa Semua dompet dingin lainnya tidak terdampak, Proses penarikan tetap berjalan normal, Bybit memiliki cadangan dana untuk menutupi kerugian akibat peretasan ini.Bybit Diretas! $1,5 Miliar Ethereum Raib, Begini KronologinyaSerangan siber ini menjadi salah satu peretasan terbesar dalam sejarah kripto, dan memiliki dampak besar terhadap kepercayaan investor. Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya keamanan dalam menyimpan aset digital. Sebagai langkah pencegahan, pengguna disarankan untuk:Gunakan dompet pribadi (hardware wallet) untuk menyimpan aset dalam jumlah besarAktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk keamanan tambahanIkuti informasi resmi dari Bybit dan otoritas terkait untuk langkah mitigasi lebih lanjutHingga saat ini, belum ada informasi apakah Bybit akan mengambil langkah hukum atau berupaya memulihkan dana yang dicuri.Peretasan Bybit senilai $1,5 miliar menjadi peringatan bagi industri kripto akan pentingnya keamanan siber. Meskipun Bybit menjamin dana pengguna aman, insiden ini tetap menjadi pukulan besar bagi industri aset digital.****
Read More Bybit Diretas! $1,5 Miliar Ethereum Raib, Begini Kronologinya
Sulistiyo. A Darmawan 11 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Dunia kripto kembali diguncang dengan peretasan besar yang menimpa pertukaran aset digital Bybit. Platform ini mengalami pelanggaran keamanan yang menyebabkan pencurian Ethereum (ETH) senilai $1,5 miliar dari salah satu dompet dinginnya. CEO dan salah satu pendiri Bybit, Ben Zhou, mengungkapkan melalui platform X bahwa peretasan terjadi sekitar satu jam sebelum ia mengumumkannya. Berikut kronologi lengkapnya:Sukatani Band Tarik Lagu "Bayar Bayar Bayar", Ada Tekanan Dari Pihak Tertentu?Transaksi Tidak Sah: Peretas berhasil melakukan transaksi ilegal dari dompet dingin multisig Ethereum milik Bybit ke dompet hangat tanpa terdeteksi sejak awal.Manipulasi Antarmuka: Para penandatangan transaksi melihat tampilan antarmuka pengguna yang sudah dimodifikasi, sehingga mereka tidak menyadari adanya manipulasi alamat tujuan transaksi.Eksploitasi Kontrak Pintar: Peretas tidak langsung mencuri dana, tetapi mengubah logika kontrak pintar dari dompet dingin, yang akhirnya memberi mereka akses penuh untuk menguras Ethereum ke alamat yang tidak teridentifikasi.Meskipun mengalami kerugian besar, Ben Zhou memastikan bahwa Bybit masih dalam kondisi solvable. Dia menegaskan bahwa:Semua dompet dingin lainnya tetap amanOperasi penarikan tidak terpengaruhAset pelanggan 100% didukung dengan rasio 1:1Bybit juga mengklaim memiliki cukup dana untuk menutupi kerugian akibat serangan ini, meskipun belum jelas apakah ada upaya untuk melacak atau memulihkan dana yang dicuri.Barcelona vs Benfica, Hansi Flick Ingatkan Ancaman Besar di 16 Besar Liga Champions!Peretasan ini menjadi salah satu insiden keamanan terbesar dalam dunia kripto tahun ini. Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya sistem keamanan berlapis bagi platform exchange, serta kewaspadaan bagi investor dalam menyimpan aset digital mereka.Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak regulator atau langkah yang akan diambil untuk mengatasi kasus ini. Pengguna Bybit diimbau untuk tetap waspada dan memantau perkembangan informasi lebih lanjut.****
Read More Satgas Waspada Investasi : Afiliator Binary Option Akan Diproses Hukum
Agung P. Putra 3 tahun yang lalu
Lingkaran - Binary Option masih ramai jadi buah bibir. Platform ini banyak disorot karena kini banyak influencer menjadi afiliator binary option. Beberapa platform binary option seperti Binomo, Octa FX, Olmyptrade hingga IQ Option ini bahkan masih aktif beriklan di media sosial.Apa Itu Cashflow Quadrant? Cari Tahu Anda Berada Di Quadrant Mana?Padahal, keempat domain web tersebut sudah bolak-balik di blokir Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Saat ini pun, akses menuju web tersebut sudah diblokir. Hanya saja, jika pakai VPN, masih bisa diakses.Bahkan kini para afiliator kian berani memberi janji dan pamer kekayaan agar kian menarik masyarakat. Padahal kekeyaan afiliator dari komisi 70 % transaksi pengguna yang merugi. Sisanya masuk ke kantor broker.ThinkEducation Ayah Kaya Dan Ayah MiskinCara main binary option ini pun mirip judi, dimana broker bertindak sebagai house. Pengamat dan paktisi investasi Desmond Wira menyebut, binary option memiliki konsep trading dengan broker. Karena itu, besar kemungkinan trader kalah.Disinilah letak resiko binary option. Trader tidak bisa stop loss. Setiap uang yang dijadikan modal hangus jika salah menebak harga. Namun, jika benar, keuntungan kurang dari 100% rata-rata 60%.Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L.Tobing secara tegas mengatakan, keberadaan afiliator melanggar peraturan perundang-undangan di Indonesia, salah satunya UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.Mengenal Moody Atau Mood Swing Dan Cara MengatasinyaSelain itu, afiliator juga melanggar UU Nomor 32 tahun 1997 tentang Perdagangan berjangka Komoditi. Di pasal 57 disebut pihak dilarang memengaruhi pihak lain melakukan transaksi kontrak berjangka, dengan membujuk atau harapan di luar wajar.Menurut Tongam, afiliator bisa dikatakan sebagai penipuan dan diduga akan merugikan masyarakat. “Bagi masyarakat yang merasa dirugikan afiliator binary option, bisa melapor ke kepolisian agar di proses hukum.” Kata dia ***
Read More Begini Cara Menjual NFT di Opensea Seperti Selfienya Ghozali Everyday
Agung P. Putra 4 tahun yang lalu
Lingkaran – Produk blochain berupa Non-fungible token (NFT) masih terus booming hingga awal tahun ini dan peminatnya terus bertambah. Transaksi beli dan jual saat ini paling banyak terjadi di Opensea yang merupakan marketplace NFT terbesar di dunia saat ini.Banyak orang sudah dapet cuan dari minting atau membeli NFT harga murah kemudian menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Salah satunya Ghozali Everyday yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.Opensea sendiri merupakan pasar jual beli NFT dengan perputaran uang terbesar. Platform ini menjadi salah satu pilihan bagi pembeli, penjual, maupun creator NFT untuk bertransaksi. Tak disangka-sangka koleksi swafoto (selfie) Ghozali yang dijual di Opensea banyak diminati pembeli, bahkan koleksi termurahnya sekarang dijual seharga 0,28 ETH atau sekitar Rp 13,5 juta.Tidak ada batasan asset digital yang dapat dibeli dan dijual di platform ini mulai dari cryptokitties, karya seni, hingga nama domain.Menjual sebuah asset digital di Opensea memerlukan akun yang sudah terdaftar, jika anda belum memiliki akun tersebut, perlu diketahui bahwa hanya pengguna terdaftar dengan dompet terkonfigurasi yang dapat menjual NFT.Jika anda telah memiliki akun tersebut, maka membeli atau menjual NFT di Opensea adalah hal yang relative mudah. Berikut cara menjual NFT di Opensea. Dikutip dari Alphr :Masuk ke laman Opensea.io dan log in kea kun anda.Klik pada foto profil anda di bagian kanan atas.Pilih profilePilih NFT yang ingin dijual dari wallet andaPilih sell untuk diarahkan pada halaman penjualanPilih jenis harga jual. Anda dapat menetapkan harga tetap atau lelang. Dengan lelang, masukan harga awal, waktu kadarluarsa, dan ambang harga. Adapun durasi penjualan bisa berlangsung selama satu hari, tiga hari atau seminggu.Ketika pengaturan penjualan telah selesai, klik complete listingUntuk pendaftaran penjualan pertama, anda harus memverifikasi wallet anda, dengan cara menyelesaikan dua buah transaksi. Yang pertama adalah untuk menginisiasi akun anda untuk penjualan. Dan lainnya adalah memberikan akses item ke Opensea saat penjualan berlangsung.Setelah membayar fee, konfirmasi rincian penjualan dan post NFT yang ingin dijual di OpenseaSetelah mendaftar NFT yang ingin dijual. Anda dapat menggunakan kolom Activity di sebelah kiri untuk melihat daftar asset digital yang sedang anda jual.***
Read More 










