Ratu Dewa Safari Ramadan Kunjungi Mushala Al-Falah, Salurkan Bantuan dan Tampung Aspirasi Masyarakat
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Pemerintah Kota Palembang kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadan sebagai upaya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menjadi sarana menampung berbagai aspirasi warga. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang mengunjungi Mushala Al-Falah yang berada di Jalan Ki Atmaja, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang.Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Palembang itu bersama jajaran pejabat daerah pada Kamis (12/3) disambut hangat oleh masyarakat setempat. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dengan salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan agenda Safari Ramadan hingga pelaksanaan salat tarawih bersama.Duta Generasi Digital Intelektual Kupas Peran Anak Muda di Era Teknologi dalam “Cerito Wong Kito” Talkshow Sriwijaya TVDalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus menjalankan program pembangunan yang telah dirancang melalui visi dan misi kepemimpinan Ratu Dewa–Prima Salam (RDPS) dengan tujuan mewujudkan Kota Palembang yang lebih berdaya dan sejahtera.Ia menyampaikan bahwa sejak dipercaya memimpin kota tersebut, dirinya bersama jajaran pemerintah terus berupaya menjalankan amanah masyarakat dengan maksimal.“Kurang lebih satu tahun dua puluh tiga hari kami diberikan amanah memimpin Kota Palembang. Kami berharap dapat terus menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Ratu Dewa di hadapan warga.Menurutnya, Safari Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan ibadah semata, tetapi juga menjadi wadah komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga dapat menyampaikan berbagai persoalan maupun usulan pembangunan secara langsung kepada pemerintah.“Kami terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat agar pembangunan di Palembang dapat berjalan lebih baik lagi,” katanya.Pada kesempatan tersebut, sejumlah warga memanfaatkan momen dialog untuk menyampaikan berbagai kebutuhan lingkungan. Beberapa aspirasi yang disampaikan antara lain terkait perbaikan mushala, peningkatan kualitas jalan lingkungan, pemasangan lampu penerangan, pengadaan kamera pengawas (CCTV), layanan kesehatan, ketersediaan air bersih, hingga persoalan kebersihan di wilayah mereka.Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ratu Dewa menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus berupaya meningkatkan berbagai program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.Ia juga meminta para camat dan lurah untuk lebih aktif memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait program-program pemerintah daerah sehingga warga dapat memahami serta memanfaatkannya secara optimal.“Kami berharap para camat dan lurah dapat membantu menyosialisasikan program pemerintah kota agar masyarakat lebih mudah memahami dan ikut berpartisipasi,” ujarnya.Gak Cuma Adu Jotos! Begini Strategi Pertina Sumsel Gaet Gen Z & Alfa Jadi Atlet Tinju Masa DepanSebagai bentuk perhatian terhadap fasilitas ibadah di lingkungan masyarakat, sebelum pelaksanaan salat tarawih berjamaah, Ratu Dewa turut menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp15 juta kepada pengurus Mushala Al-Falah.Bantuan tersebut diterima langsung oleh pengurus mushala dan diharapkan dapat digunakan untuk mendukung perbaikan serta peningkatan sarana ibadah bagi masyarakat di sekitar wilayah tersebut.Ratu Dewa menambahkan, kegiatan Safari Ramadan tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sosial bagi masyarakat agar lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah.“Melalui Safari Ramadan ini masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara langsung sekaligus memahami arah kebijakan pemerintah daerah,” tutupnya.***
Read More KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Rita Widyasari ke Organisasi Pemuda Pancasila
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan aliran dana yang mengalir secara berkala kepada organisasi Pemuda Pancasila terkait perkara gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa dugaan penerimaan dana tersebut berkaitan dengan struktur organisasi yang bersifat berjenjang, sehingga aliran uang diduga didistribusikan melalui tingkatan tertentu dalam organisasi.GMKI Pertanyakan Anggaran Rp486,9 Juta untuk Meja Biliar Pimpinan DPRD Sumsel: Di Mana Kepekaan Wakil Rakyat?Menurut Asep, struktur organisasi tersebut memiliki jaringan hingga ke daerah, termasuk di wilayah Kalimantan Timur yang menjadi lokasi operasional sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan perkara yang menjerat Rita.“Organisasi tersebut memiliki struktur yang berjenjang. Salah satunya berada di Kalimantan Timur, wilayah tempat perusahaan yang berkaitan dengan Rita Widyasari beroperasi,” ujar Asep dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.KPK saat ini masih terus menelusuri aliran dana yang diduga berasal dari praktik gratifikasi terkait produksi batu bara di wilayah Kutai Kartanegara. Dugaan tersebut berkaitan dengan pembayaran berdasarkan jumlah produksi batu bara yang dihitung dalam satuan metrik ton.Penyidik, lanjut Asep, sedang melakukan pendalaman untuk memastikan pihak-pihak yang menerima aliran dana tersebut serta bagaimana mekanisme distribusinya. Salah satu temuan awal mengindikasikan adanya aliran dana yang diduga masuk ke organisasi tertentu melalui sistem yang berjenjang.“Kami masih menelusuri ke mana saja aliran uang dari pembayaran metrik ton batu bara tersebut mengalir. Salah satu yang sedang kami dalami adalah dugaan aliran dana ke organisasi tersebut secara bertingkat,” kata Asep.Kasus ini sendiri berawal ketika KPK menetapkan Rita Widyasari sebagai tersangka pada 28 September 2017. Dalam perkara tersebut, ia diduga menerima gratifikasi terkait perizinan dan aktivitas pertambangan di wilayah Kutai Kartanegara.Palembang Bersolek, Ratu Dewa Tekankan Nilai Sejarah dalam Setiap PembangunanSelain Rita, KPK juga menetapkan sejumlah pihak lain sebagai tersangka, yakni Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun, serta Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin.Perkara ini berkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan aktivitas pertambangan batu bara di wilayah Kutai Kartanegara, yang diduga melibatkan sejumlah perusahaan dan pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap operasional tambang di daerah tersebut.KPK menegaskan bahwa proses penelusuran aliran dana masih terus berlangsung sebagai bagian dari upaya mengungkap secara menyeluruh pihak-pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.***
Read More Viral Video Suami Pergoki Istri Berduaan dengan Rekan Kerja di Kamar, Pengakuannya Bikin Netizen Geram
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan momen seorang suami memergoki istrinya berada di dalam kamar bersama pria lain mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Video tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu berbagai reaksi dari warganet.Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria yang diduga sebagai suami mendapati istrinya tengah berada di sebuah kamar bersama seorang laki-laki yang diketahui merupakan rekan kerja sang istri. Situasi tersebut memicu perdebatan emosional di antara mereka.Sekolah Tolak Menu MBG Berisi Lele Mentah, BGN Beri PenjelasanSuara sang suami terdengar bergetar saat berbicara, seolah berusaha menahan emosi atas kejadian yang ia saksikan secara langsung. Dalam percakapan yang terekam dalam video itu, pria tersebut juga mengungkapkan bahwa peristiwa serupa bukanlah pertama kali terjadi dalam rumah tangganya.Ia mengaku sebelumnya telah beberapa kali memberikan kesempatan dan memaafkan sang istri. Namun, menurut pengakuannya, kejadian yang sama kembali terulang sehingga membuatnya merasa sangat terpukul.Tak hanya itu, sang suami juga mengungkapkan fakta lain yang dianggap cukup mengejutkan. Ia menyebut bahwa di lingkungan tempat kerja, istrinya diketahui sering mengaku belum menikah atau masih berstatus lajang. Hal tersebut diduga membuat rekan kantornya tidak mengetahui bahwa perempuan tersebut sebenarnya telah memiliki suami.Video yang memperlihatkan kejadian tersebut kemudian menjadi viral di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet membagikan ulang rekaman tersebut disertai beragam komentar.Rencana Pengadaan Meja Biliar DPRD Sumsel Disorot, Mahasiswa Papua Sriwijaya Sampaikan Sikap KritisSebagian warganet menyampaikan simpati kepada sang suami yang dinilai mengalami situasi berat dalam rumah tangganya. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang mengecam tindakan perselingkuhan yang dianggap tidak menghargai hubungan pernikahan.Hingga kini belum diketahui secara pasti lokasi maupun waktu kejadian dalam video tersebut. Namun, peristiwa itu kembali memicu perbincangan publik terkait persoalan kepercayaan, kesetiaan, serta dampak perselingkuhan dalam kehidupan rumah tangga.***
Read More KPK Tahan Mantan Menag, Aset Rp100 Miliar Disita dalam Kasus Kuota Haji
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan kuota tambahan ibadah haji tahun 2023–2024 terus bergulir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah menyita sejumlah aset dengan total nilai mencapai lebih dari Rp100 miliar yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa penyitaan itu merupakan hasil penelusuran terhadap berbagai aset yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi dalam proses pengelolaan kuota haji tambahan.Viral, Penjual Donat Ungkap Tawaran Pesanan Murah dari SPPG dan Singgung Dugaan Mark Up Harga“Dalam perkara ini, KPK telah melakukan penyitaan aset dengan nilai lebih dari Rp100 miliar,” kata Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).Asep merinci, aset yang diamankan terdiri dari berbagai bentuk, antara lain uang tunai dalam beberapa mata uang serta sejumlah properti dan kendaraan. Uang yang disita meliputi sekitar 3,7 juta dolar Amerika Serikat, Rp22 miliar dalam bentuk rupiah, serta 16.000 riyal Arab Saudi. Selain itu, penyidik juga menyita empat unit mobil serta lima bidang tanah beserta bangunan yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.Dalam kesempatan yang sama, Asep juga mengungkapkan bahwa hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan potensi kerugian negara yang cukup besar. Berdasarkan perhitungan lembaga audit negara tersebut, kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp622 miliar.Sementara itu, status hukum tersangka dalam perkara ini juga telah diuji melalui proses praperadilan yang diajukan oleh mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Namun, hakim memutuskan untuk menolak seluruh permohonan tersebut. Menurut Asep, putusan hakim tersebut sekaligus menegaskan bahwa proses penyidikan yang dilakukan KPK telah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.“Dengan demikian, proses penyidikan yang dilakukan KPK dinyatakan sah secara hukum dan telah memenuhi ketentuan formal sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” ujarnya.Dalam perkembangan penyidikan, Yaqut telah resmi ditahan oleh KPK untuk masa penahanan awal selama 20 hari, terhitung sejak 12 hingga 31 Maret 2026. Ia kini menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara cabang Gedung Merah Putih KPK.Tak hanya itu, penyidik juga menetapkan seorang staf khusus mantan Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz, sebagai tersangka dalam perkara yang sama. Ia diduga memiliki peran dalam meloloskan distribusi kuota haji tambahan tahun 2023–2024 yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.Meski telah berstatus tersangka, Ishfah Abidal Aziz belum dilakukan penahanan. KPK telah melayangkan surat panggilan untuk pemeriksaan yang dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.Isu Perselingkuhan Suami Maissy Pramaishella Viral, Dokter Ortopedi Dituding Dekati Koas“Yang bersangkutan sudah kami panggil untuk hadir minggu depan. Kita tunggu saja prosesnya,” kata Asep.Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta dikaitkan dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai penyertaan dalam tindak pidana.***
Read More Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Berangkatkan 238 Peserta Mudik Nyaman Bersama
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - PT Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel kembali menunjukkan komitmennya untuk melayani sepenuh hati melalui program Mudik Nyaman Bersama Pegadaian yang dilaksanakan di Palembang. Program ini menjadi wujud nyata bahwa Pegadaian Selalu Hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman menjelang Hari Raya Idul Fitri.Kegiatan pelepasan peserta mudik ini turut dihadiri oleh Walikota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., jajaran manajemen PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, serta para karyawan Pegadaian.Ratu Dewa Mulai Studi S3 di Unsri, Tekankan Pentingnya Semangat Belajar Sepanjang HayatPada tahun ini, Pegadaian Kanwil III Sumbagsel memberangkatkan 6 bus executive dengan total 238 peserta mudik menuju sejumlah kota tujuan, yaitu Padang, Bandung, Kudus, Malang, Yogyakarta Pantura, dan Yogyakarta Selatan.Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, menyampaikan bahwa program Mudik Nyaman Bersama merupakan bentuk kepedulian Pegadaian terhadap masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga.“Program Mudik Nyaman Bersama ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk melayani sepenuh hati. Pegadaian ingin memastikan masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Novryandi.Ia menambahkan bahwa Pegadaian juga memastikan peserta mendapatkan berbagai fasilitas pendukung agar perjalanan berjalan lancar. Setiap bus didampingi oleh karyawan Pegadaian sebagai pendamping perjalanan, serta peserta mendapatkan kaos, souvenir, uang saku, dan pemeriksaan kesehatan gratis sebelum keberangkatan.Sementara itu, Walikota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., mengapresiasi inisiatif Pegadaian yang menghadirkan program mudik bagi masyarakat.“Kami sangat mengapresiasi Pegadaian yang terus menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui program Mudik Nyaman Bersama ini. Program seperti ini sangat membantu masyarakat untuk bisa pulang ke kampung halaman dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Ratu Dewa.Siap-Siap! Turnamen Tinju Antar Pelajar Se-Sumsel Bakal Digelar Mei Ini di SMA Bina Warga 1 PalembangProgram Mudik Nyaman Bersama Pegadaian sendiri dilaksanakan secara serentak oleh kantor wilayah Pegadaian di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari dukungan terhadap program mudik bersama BUMN tahun 2026. Untuk pelaksanaan tahun ini, Pegadaian Kanwil III Sumbagsel menjadi wilayah pertama yang melaksanakan pemberangkatan peserta mudik.Melalui program ini, Pegadaian berharap para peserta dapat menjalani perjalanan dengan lancar dan selamat hingga tiba di tujuan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan bahwa Pegadaian Selalu Hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menghadirkan layanan yang inklusif dan berkelanjutan.***
Read More Isu Perselingkuhan Suami Maissy Pramaishella Viral, Dokter Ortopedi Dituding Dekati Koas
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Kabar tak sedap kembali menerpa rumah tangga mantan penyanyi cilik Maissy Pramaishella. Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan terkait dugaan perselingkuhan, kini suaminya, Riky Febriansyah Saleh, menjadi sorotan warganet setelah muncul berbagai tudingan yang beredar luas di media sosial.Isu tersebut mencuat setelah sejumlah unggahan viral beredar di platform media sosial, salah satunya melalui akun @mariettagrace_ di Threads dan Instagram. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Riky, yang diketahui berprofesi sebagai dokter spesialis ortopedi, diduga sering mendekati mahasiswi kedokteran atau peserta pendidikan klinis (koas) di lingkungan rumah sakit.Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Isi Surat yang Ditinggalkan Bikin TerenyuhTudingan tersebut diperkuat dengan beredarnya beberapa tangkapan layar percakapan yang diklaim sebagai bukti interaksi antara oknum dokter tersebut dengan sejumlah koas. Narasi yang beredar di media sosial bahkan menyebut adanya dugaan penyalahgunaan posisi profesional untuk mendekati mahasiswa kedokteran secara tidak etis.Dalam berbagai unggahan yang beredar, warganet menilai perilaku tersebut melampaui batas etika profesi di dunia medis. Salah satu narasi yang viral bahkan menyebutkan bahwa seorang dokter spesialis ortopedi diduga menjadikan para koas sebagai target pendekatan pribadi.Isu tersebut semakin meluas setelah sejumlah pengguna media sosial lainnya mulai membagikan cerita atau pengalaman yang mereka dengar dari rekan sesama mahasiswa kedokteran. Berbagai komentar dan diskusi pun muncul di Threads, memperdebatkan dugaan perilaku yang dianggap tidak pantas bagi seorang tenaga medis.Sebagian warganet juga mengaitkan polemik ini dengan kondisi rumah tangga Maissy Pramaishella. Banyak yang menyayangkan situasi tersebut, mengingat Maissy selama ini dikenal sebagai sosok yang setia mendampingi suaminya, termasuk ketika menjalani pendidikan spesialis.Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, pihak Maissy Pramaishella hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait isu yang beredar. Akses komentar di sejumlah unggahan media sosial miliknya juga diketahui ditutup.Penganiayaan Sadis Suami Tega Tusuk Mata Istri Pakai CutterMeski demikian, dukungan dari para penggemar terus mengalir kepada penyanyi yang dikenal melalui lagu Jumpa Lagi tersebut. Banyak penggemar yang mengenang kiprah Maissy sebagai salah satu penyanyi cilik populer pada era 1990-an dan menyampaikan simpati atas situasi yang sedang dihadapinya.Hingga saat ini, berbagai tudingan yang beredar di media sosial tersebut masih berupa klaim dari warganet dan belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan. Diskusi di ruang digital pun terus berkembang seiring munculnya berbagai tanggapan dari pengguna media sosial.***
Read More Ratu Dewa Mulai Studi S3 di Unsri, Tekankan Pentingnya Semangat Belajar Sepanjang Hayat
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Wali Kota Ratu Dewa menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan dengan melanjutkan studi ke jenjang doktoral (S3) di Universitas Sriwijaya. Langkah tersebut ia jalani di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai kepala daerah di Palembang.Melalui sebuah unggahan yang dibagikan di media sosial, Ratu Dewa menyampaikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus menimba ilmu. Ia menegaskan bahwa semangat belajar seharusnya tidak pernah berhenti, meskipun seseorang telah berada pada posisi atau tahap tertentu dalam kehidupan.Siap-Siap! Turnamen Tinju Antar Pelajar Se-Sumsel Bakal Digelar Mei Ini di SMA Bina Warga 1 Palembang“Usia boleh bertambah, tetapi semangat belajar tidak pernah mengenal batas,” ujar Ratu Dewa dalam pesan yang disampaikannya.Ia juga menceritakan bahwa di sela-sela waktu akhir pekan yang biasanya diisi dengan kegiatan berkebun atau meninjau berbagai aktivitas di lapangan, kini ia menambah rutinitas baru dengan meluangkan waktu untuk belajar sebagai bagian dari persiapan studi doktoralnya.Menurutnya, menempuh pendidikan lanjutan merupakan salah satu bentuk upaya untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Ia meyakini bahwa proses belajar tidak memiliki batas waktu, selama seseorang masih memiliki kemauan untuk membuka wawasan dan memperbaiki diri.Ratu Dewa juga mengajak masyarakat untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu. Ia menilai bahwa setiap langkah dalam proses belajar akan membawa seseorang menuju perubahan yang lebih baik di masa depan.“Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik, selama kita masih mau membuka buku dan membuka hati untuk belajar,” ungkapnya.Wali Kota Palembang Ratu Dewa Tinjau Langsung Tren Balap Lari Anak Muda, Dinilai Lebih Positif dari Balap LiarIa menambahkan bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, semangat belajar perlu terus dipelihara dalam berbagai tahap kehidupan. Dalam keterangan yang disampaikan, disebutkan pula bahwa video yang memperlihatkan aktivitas tersebut direkam sebelum memasuki bulan Ramadan.Langkah Ratu Dewa melanjutkan studi doktoral ini mendapat perhatian dari masyarakat. Banyak pihak menilai keputusan tersebut menjadi contoh bahwa pendidikan dan pengembangan diri tetap dapat dijalankan meskipun seseorang memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas pemerintahan.***
Read More Jaksa Penuntut Kasus ABK Sea Dragon di Batam Minta Maaf di DPR, Akui Ada Kekeliruan
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Seorang jaksa penuntut umum bernama Muhammad Arfian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dalam rapat bersama Komisi III DPR RI terkait tuntutan hukuman mati yang ia bacakan dalam persidangan terhadap seorang anak buah kapal (ABK) kapal Sea Dragon bernama Fandi Ramadhan di Pengadilan Negeri Batam, Kepulauan Riau.Permohonan maaf tersebut disampaikan Arfian saat menghadiri pertemuan di kompleks parlemen, Jakarta, pada Rabu. Dalam pernyataannya, ia mengakui adanya kesalahan yang terjadi dalam proses persidangan sebelumnya dan menyampaikan penyesalan atas hal tersebut.Siap-Siap! Turnamen Tinju Antar Pelajar Se-Sumsel Bakal Digelar Mei Ini di SMA Bina Warga 1 Palembang“Kami, JPU Muhammad Arfian, ingin menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya atas kesalahan yang terjadi dalam persidangan kemarin,” ujarnya di hadapan anggota dewan.Arfian juga menegaskan bahwa kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi dirinya maupun institusi terkait dalam menjalankan tugas penegakan hukum di masa mendatang. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian serta koreksi yang diberikan oleh pimpinan Komisi III DPR RI.Menurutnya, masukan yang diberikan oleh para anggota dewan akan dijadikan pembelajaran penting agar proses penuntutan di kemudian hari dapat dilakukan dengan lebih cermat dan profesional.“Kami berterima kasih kepada pimpinan Komisi III atas koreksi dan perhatian yang diberikan. Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami ke depan,” katanya.Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menilai bahwa tuntutan hukuman dalam kasus tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Menurutnya, publik mempertanyakan konsistensi penerapan hukum ketika tuntutan yang diajukan dianggap tidak sepenuhnya sejalan dengan tingkat keterlibatan para terdakwa dalam perkara tersebut.Ia menjelaskan bahwa kebijakan hukum pidana di Indonesia saat ini menerapkan hukuman mati secara sangat selektif. Oleh karena itu, setiap tuntutan yang mengarah pada hukuman tersebut seharusnya mempertimbangkan secara matang tingkat kesalahan serta peran masing-masing pelaku.“Tuntutan terhadap Fandi yang berada pada lapisan tertentu dalam kasus itu adalah hukuman mati. Masyarakat tentu mempertanyakan bagaimana implementasi hukum dalam perkara tersebut. Tingkat kesalahannya berbeda jauh, tetapi tuntutannya justru sama,” ujar Habiburokhman.Wali Kota Palembang Ratu Dewa Tinjau Langsung Tren Balap Lari Anak Muda, Dinilai Lebih Positif dari Balap LiarMeski demikian, ia juga memberikan pesan agar kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi jaksa yang bersangkutan. Habiburokhman berharap para penegak hukum, khususnya yang masih muda, dapat terus belajar dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.“Kita berharap ini menjadi pembelajaran bagi anak muda agar ke depan bisa lebih bijak dalam mengambil langkah dan tetap dapat melanjutkan kariernya dengan baik,” pungkasnya.***
Read More Cemburu Berujung Maut, Pria ini Bunuh Kekasih Usai Pergoki Bersama Pria Lain
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Aparat kepolisian dari Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Nongsa telah memeriksa seorang pria berinisial M Yusuf yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap kekasihnya di wilayah Nongsa, Kota Batam. Peristiwa tragis tersebut diduga dipicu oleh konflik hubungan asmara yang telah berlangsung cukup lama antara pelaku dan korban.Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, Yusuf diketahui menjalin hubungan dengan korban berinisial AS selama kurang lebih satu tahun. Hubungan keduanya sempat berjalan cukup dekat sebelum akhirnya mulai mengalami keretakan ketika Yusuf bekerja di Bali.Dua Bocah Terekam CCTV di Villa Melati, Peristiwa Picu Kemarahan WarganetSelama sekitar tujuh bulan, hubungan keduanya berlangsung jarak jauh. Dalam periode tersebut, komunikasi antara pelaku dan korban disebut mulai merenggang. Situasi semakin memanas ketika korban menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri hubungan dengan alasan ingin kembali menjalani kehidupan yang dianggap lebih normal.Namun, belakangan Yusuf mengetahui bahwa AS ternyata telah menjalin hubungan dengan pria lain berinisial AB (24). Informasi tersebut membuat pelaku merasa dikhianati dan memicu kemarahan yang akhirnya berujung pada peristiwa kekerasan.Menurut keterangan yang disampaikan kepada penyidik, pada Selasa (10/3) sekitar pukul 11.20 WIB, Yusuf sengaja menyewa sebuah rumah yang berada tepat di depan tempat tinggal korban. Tujuannya adalah untuk memantau aktivitas AS.Tidak lama setelah itu, pelaku melihat korban keluar dari rumah. Yusuf kemudian mengikuti korban hingga ke kawasan Perumahan Family Dream.Setibanya di lokasi, korban masuk ke dalam sebuah rumah. Pelaku yang sudah terbawa emosi kemudian ikut masuk ke dalam bangunan tersebut. Ketika membuka pintu kamar, Yusuf disebut terkejut melihat korban sedang berpelukan dengan AB yang diduga merupakan pasangan barunya.Pemandangan tersebut memicu amarah pelaku. Yusuf kemudian masuk ke kamar dan memukul kedua pria tersebut menggunakan sepotong kayu hingga terjadi pertikaian.Dalam kondisi emosi yang memuncak, pelaku selanjutnya mengeluarkan pisau dapur yang dibawanya dari saku kiri celana. Senjata tersebut kemudian digunakan untuk menyerang korban dengan beberapa kali tusukan di bagian punggung dan kepala.Video Ratusan Mobil Mahindra Viral, Perusahaan Tegaskan Pasokan Kendaraan ke Indonesia Tetap BerjalanAkibat serangan tersebut, korban akhirnya tidak berdaya. Setelah melakukan penusukan, pelaku dilaporkan panik dan meninggalkan lokasi kejadian. Tak lama setelah kejadian, Yusuf kemudian mendatangi kantor Polsek Nongsa untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta melengkapi barang bukti untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan motif di balik peristiwa tersebut.***
Read More Wanita 28 Tahun Ditangkap Usai Diduga Begal Pelajar, Motor Honda Vario dan Celurit Diamankan
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Aparat kepolisian berhasil mengamankan seorang perempuan berusia 28 tahun yang diduga terlibat dalam aksi perampasan sepeda motor milik seorang pelajar di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tersangka berinisial RA kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah diduga melakukan pembegalan bersama seorang rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.Peristiwa tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 di Jalan Pandowo, tepatnya di Dusun Paras, Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang. Korban yang diketahui berinisial CD (17), seorang pelajar asal Desa Sumbergepoh, Kecamatan Lawang, saat itu sedang dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda motor seorang diri pada waktu dini hari.Viral, Penjual Donat Ungkap Tawaran Pesanan Murah dari SPPG dan Singgung Dugaan Mark Up HargaKasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban melintas di jalan yang relatif sepi. Tiba-tiba dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor menghentikan laju kendaraan korban.“Korban saat itu sedang dalam perjalanan pulang. Di tengah jalan ia dihentikan oleh dua orang yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor,” ujar Bambang dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).Berdasarkan keterangan korban, salah satu pelaku kemudian turun dari kendaraan dan mendekati dirinya. Pelaku tersebut diduga mengancam korban dengan senjata tajam jenis celurit sambil meminta agar korban menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya.Karena merasa takut dengan ancaman tersebut, korban akhirnya menuruti permintaan pelaku. Tidak hanya membawa kabur sepeda motor, pelaku juga mengambil telepon genggam milik korban sebelum meninggalkan lokasi kejadian.Setelah kejadian itu, korban segera pulang ke rumah dan melaporkan insiden tersebut ke Polsek Lawang. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dengan melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.Dari hasil penyelidikan, petugas akhirnya berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. RA kemudian ditangkap oleh tim Opsnal Satreskrim Polres Malang bersama anggota Polsek Lawang pada Kamis (5/3/2026) di kediamannya di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.Dalam proses penangkapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi perampasan tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain satu bilah celurit, satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna merah, serta satu unit telepon genggam milik korban.Akibat peristiwa tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil yang mencapai sekitar Rp17,5 juta.Saat ini tersangka telah diamankan di Polsek Lawang untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, satu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi tersebut telah diketahui identitasnya namun masih dalam pengejaran aparat kepolisian.GMKI Pertanyakan Anggaran Rp486,9 Juta untuk Meja Biliar Pimpinan DPRD Sumsel: Di Mana Kepekaan Wakil Rakyat?“Kami masih terus melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang telah masuk dalam daftar pencarian orang,” ujar Bambang.Atas dugaan tindak pidana yang dilakukan, tersangka dijerat dengan Pasal 482 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak perampasan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat berkendara di jalan yang sepi pada malam hingga dini hari.***
Read More Wali Kota Ratu Dewa Tinjau Kabel WiFi Semrawut di Palembang, Soroti Pemasangan Tiang Tanpa Izin
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Wali Kota Ratu Dewa meninjau langsung kondisi pemasangan tiang dan kabel jaringan internet di sejumlah titik di Palembang yang dinilai tidak tertata dengan baik. Dalam peninjauan tersebut, ia menyoroti banyaknya kabel WiFi milik sejumlah provider yang terpasang semrawut, bahkan diduga tanpa izin resmi.Menurut Ratu Dewa, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota karena berpotensi membahayakan masyarakat. Selain mengganggu estetika kota, pemasangan kabel yang tidak tertata juga dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan maupun warga yang tinggal di sekitar lokasi.Duta GDI Gaungkan Literasi Digital Beretika dan Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Lewat Podcast RRI PalembangSalah satu titik yang menjadi sorotan berada di kawasan Jalan Macan Lindungan. Di wilayah tersebut, terlihat sejumlah tiang dan kabel jaringan internet terpasang tidak rapi serta melintang di beberapa bagian jalan. Kondisi itu dinilai cukup membahayakan, terutama jika terjadi kerusakan kabel atau tiang yang berpotensi roboh.“Ini menjadi persoalan penting karena banyak tiang dan kabel WiFi yang pemasangannya tidak tertata, bahkan ada yang diduga tidak memiliki izin. Hal ini tentu dapat membahayakan masyarakat,” ujar Ratu Dewa saat melakukan peninjauan di lapangan.Pemerintah Kota Palembang, lanjutnya, saat ini tengah mendorong proses penataan jaringan utilitas melalui sistem ducting utility, yaitu pengelolaan kabel jaringan yang ditempatkan dalam saluran khusus agar lebih tertib dan tidak mengganggu pemandangan kota.Upaya penataan tersebut juga dilakukan untuk mengurangi keberadaan kabel yang semrawut di kawasan pusat kota. Pemerintah berharap langkah ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat.“Proses perapian kabel dan tiang provider masih terus kami kejar pengerjaannya. Harapannya ke depan, terutama di pusat-pusat kota, tidak lagi terlihat kabel yang semrawut,” kata Ratu Dewa.Siap-Siap! Turnamen Tinju Antar Pelajar Se-Sumsel Bakal Digelar Mei Ini di SMA Bina Warga 1 PalembangIa juga menegaskan bahwa pemerintah kota akan melakukan pengawasan terhadap pemasangan jaringan oleh para penyedia layanan internet. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan provider, akan terus dilakukan agar seluruh pemasangan infrastruktur jaringan mengikuti aturan yang berlaku.Dengan adanya penataan tersebut, Pemerintah Kota Palembang berharap tata kelola utilitas kota menjadi lebih baik, sekaligus meningkatkan keselamatan serta kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas di ruang publik.***
Read More Sule Klarifikasi Video di Rumah Duka Vidi Aldiano, Tegaskan Tak Ada Niat Cari Keuntungan
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Komedian sekaligus presenter Sule akhirnya memberikan penjelasan terkait video yang sempat ia unggah dari sekitar rumah duka penyanyi Vidi Aldiano. Video tersebut sebelumnya memicu beragam reaksi di media sosial, mulai dari dukungan hingga kritik dari warganet yang menilai momen duka seharusnya tidak dijadikan konten.Menanggapi polemik yang berkembang, Sule menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa video yang diunggah hanya bertujuan memberikan gambaran suasana di sekitar lokasi rumah duka kepada publik.Pengakuan Mengejutkan Selebgram Nabilah O’Brien: Mengaku Korban Pencurian, Justru Jadi Tersangka di BareskrimMenurutnya, konten tersebut sama sekali tidak dimonetisasi. Ia menyebut unggahan itu sekadar bentuk informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui kondisi di sekitar tempat persemayaman.“Kalau dibilang mencari keuntungan dari situasi itu, tidak. Video itu tidak dimonetisasi. Saya hanya ingin memberitahu suasana di sana kepada orang-orang,” ujar Sule pada Selasa (10/3/2026).Meski demikian, setelah menerima berbagai tanggapan dari publik, Sule memutuskan untuk menghapus video tersebut dari akun media sosialnya. Ia mengaku terbuka terhadap kritik maupun saran yang disampaikan oleh warganet. Menurutnya, apabila unggahan tersebut dianggap kurang tepat oleh sebagian pihak, ia tidak keberatan untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan.“Kalau memang dianggap salah, saya minta maaf. Masukan dari masyarakat tentu saya terima,” kata Sule.Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menormalisasi tindakan yang dinilai kurang pantas oleh sebagian orang, terlebih dalam situasi duka.Dalam kesempatan yang sama, Sule turut menanggapi kabar yang menyebut adanya sosok penyanyi Afgan dalam potongan video yang sempat beredar. Menurutnya, saat berada di lokasi, ia tidak menyadari keberadaan Afgan di sekitar tempat tersebut.Sule mengatakan bahwa jika ia mengetahui kehadiran Afgan, dirinya tentu akan menyempatkan diri untuk menyapa secara langsung.“Itu saya tidak melihat ada Afgan di situ. Kalau saya melihat, pasti saya salamin,” ujarnya.Ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak masuk ke area dalam rumah duka. Video yang direkam, kata dia, hanya memperlihatkan suasana di sekitar jalan dekat lokasi, bukan di dalam area keluarga yang sedang berduka.Meski menuai kritik dari sebagian warganet, Sule mengungkapkan bahwa ada pula sejumlah orang yang memberikan tanggapan positif. Beberapa di antaranya bahkan mengucapkan terima kasih karena merasa terbantu mengetahui kondisi di sekitar rumah duka.Namun demikian, untuk menghindari perdebatan yang lebih luas, Sule memilih menghapus unggahan tersebut dan berharap polemik yang muncul dapat segera mereda. Di akhir pernyataannya, Sule juga menyampaikan kenangannya terhadap sosok Vidi Aldiano. Ia menggambarkan penyanyi tersebut sebagai pribadi yang ramah, ceria, dan jarang mengeluhkan masalah yang dihadapinya.Sule mengaku pernah beberapa kali bertemu dengan Vidi dalam berbagai kesempatan. Salah satu pertemuan terakhir mereka terjadi saat berada di podcast milik Deddy Corbuzier.Situasi Global Memanas, Prabowo Titip Pesan Penting untuk Seluruh Rakyat IndonesiaSelain itu, ia juga pernah bertemu dengan Vidi di tempat putranya, Rizky Febian, yang diketahui memiliki hubungan pertemanan dengan penyanyi tersebut. Dalam ingatannya, Vidi dikenal sebagai sosok yang penuh semangat dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang berbagai hal dalam kehidupan.“Dia orangnya baik, ceria, dan tidak pernah mengeluh. Dia juga sering bertanya tentang kehidupan,” ujar Sule mengenang.Melalui pernyataannya itu, Sule berharap masyarakat dapat terus mengenang Vidi Aldiano sebagai sosok seniman yang meninggalkan banyak karya serta kesan baik selama hidupnya.***
Read More Viral, Penjual Donat Ungkap Tawaran Pesanan Murah dari SPPG dan Singgung Dugaan Mark Up Harga
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Sebuah unggahan dari seorang pelaku usaha kecil penjual donat mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial. Curhatan tersebut menyoroti tawaran kerja sama pemesanan dalam jumlah besar yang dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus ditanggung oleh pelaku usaha mikro.Unggahan itu dibagikan oleh akun Instagram bernama @djoeragan_donat, yang memperlihatkan tangkapan layar percakapan dengan seseorang yang menawarkan pemesanan donat dalam jumlah ribuan dengan harga yang dianggap terlalu rendah. Alih-alih menerima pesanan tersebut, pemilik usaha justru memutuskan untuk menolaknya karena menilai harga yang diajukan tidak layak bagi usaha kecil.GDI Gelar “Berbagi Ramadan” di Panti Asuhan Ikhlas Berbagi, Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan SuciDalam keterangan unggahannya, penjual donat tersebut mengaku kerap menerima pesan serupa dari pihak yang mengatasnamakan SPPG. Menurutnya, pola penawaran yang datang hampir selalu sama, yakni meminta pemesanan dalam jumlah besar dengan harga yang sangat murah.Ia mengungkapkan bahwa setiap kali menerima tawaran seperti itu, dirinya langsung menolak karena harga yang ditawarkan dinilai tidak masuk akal bagi pelaku UMKM.“Satu dari sekian chat dari SPPG yang aku ga pernah nanya dari SPPG mana tapi rata-rata sama aja, mau pesan ini dengan harga segini. Langsung ku tolak. Donat di bawah dua ribu? Kenapa tidak bikin sendiri saja?” tulisnya dalam unggahan yang kemudian dikutip berbagai akun media sosial, Rabu (11/3).Dalam tangkapan layar percakapan yang dibagikan, terlihat seseorang menanyakan kemungkinan pemesanan donat dalam jumlah besar untuk pengiriman pada hari Rabu. Pesanan tersebut mencapai 2.475 buah donat dalam satu kali produksi.Namun harga yang ditawarkan kepada penjual hanya Rp1.700 per buah, angka yang menurut pelaku usaha tersebut berada jauh di bawah harga produksi yang wajar untuk usaha skala kecil. Menanggapi tawaran tersebut, penjual donat memberikan jawaban singkat namun tegas sebagai bentuk penolakan.“Ngapunten gak bisa mba,” tulisnya dalam balasan pesan tersebut.Meski disampaikan dengan bahasa yang sopan, penolakan tersebut mencerminkan sikap tegas pelaku usaha kecil yang tidak ingin menerima pesanan dengan harga yang dianggap merugikan.Dalam unggahan yang sama, ia juga menyampaikan kritik terhadap pihak pemesan yang dinilai memiliki fasilitas produksi yang lebih besar, namun tetap mencari produk dari UMKM dengan harga yang sangat rendah.Menurutnya, jika sebuah pihak telah memiliki dapur produksi besar, peralatan lengkap, tenaga kerja yang memadai, bahkan tenaga ahli gizi, maka seharusnya mereka dapat memproduksi sendiri makanan yang dibutuhkan.“Gunanya apa punya dapur besar, peralatan lengkap, personel banyak, bahkan ada ahli gizinya, kalau akhirnya membeli dari UMKM dengan harga serendah-rendahnya lalu dijual kembali dengan harga tinggi,” tulisnya dalam unggahan tersebut.Kasus ini mencerminkan dilema yang kerap dihadapi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di satu sisi, pesanan dalam jumlah besar sering dianggap sebagai peluang untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar.Namun di sisi lain, harga yang terlalu rendah berpotensi membuat pelaku usaha mengalami kerugian atau setidaknya tidak memperoleh keuntungan yang layak dari usaha yang dijalankan. Bagi sebagian pelaku UMKM, situasi seperti ini memperlihatkan posisi tawar mereka yang masih lemah dalam rantai pasok yang melibatkan pemesan berskala besar.Kenapa THR Pekerja Swasta Dipotong Pajak, Tapi ASN Tidak? Ini Penjelasan Menkeu PurbayaUnggahan tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial menyatakan dukungan kepada penjual donat tersebut karena menilai harga Rp1.700 per buah terlalu rendah untuk produk makanan yang dibuat secara manual oleh usaha kecil.Di sisi lain, perbincangan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengadaan makanan dalam program berskala besar yang seharusnya dapat memberikan ruang kerja sama yang lebih adil bagi pelaku UMKM.Perdebatan yang muncul menunjukkan bahwa satu tangkapan layar percakapan sederhana dapat membuka diskusi yang lebih luas mengenai keseimbangan antara program berskala besar, keberlangsungan usaha kecil, serta pentingnya penetapan harga yang wajar bagi pelaku usaha.***
Read More Sekolah Tolak Menu MBG Berisi Lele Mentah, BGN Beri Penjelasan
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait polemik menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat ditolak oleh salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Penolakan tersebut terjadi setelah beredar video yang memperlihatkan menu berupa ikan lele yang dianggap masih mentah sehingga dinilai tidak layak untuk dibagikan kepada siswa.Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran langsung terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan yang bertanggung jawab atas distribusi makanan tersebut. Berdasarkan hasil laporan yang diterima, menu MBG yang disiapkan sebenarnya terdiri dari beberapa komponen makanan yang telah disusun sesuai standar gizi.Rencana Pengadaan Meja Biliar DPRD Sumsel Disorot, Mahasiswa Papua Sriwijaya Sampaikan Sikap KritisIa menjelaskan bahwa paket makanan yang disalurkan tidak hanya berisi ikan lele, tetapi juga dilengkapi dengan sejumlah menu lain seperti tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga. Namun dalam video yang beredar di media sosial, hanya sebagian menu yang terlihat karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi.“Menu yang disiapkan oleh SPPG sebenarnya lengkap dan sudah disesuaikan dengan standar gizi yang berlaku. Dalam video yang beredar, yang terlihat hanya sebagian isi paket karena pihak sekolah tidak mengizinkan makanan tersebut diturunkan dari kendaraan distribusi,” ujar Nanik dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Selasa (10/3/2026).Menurutnya, setiap menu dalam program MBG dirancang dengan memperhatikan keseimbangan nutrisi sekaligus standar keamanan pangan. BGN, kata dia, akan terus melakukan pengawasan serta evaluasi secara berkala untuk memastikan proses penyediaan hingga pendistribusian makanan berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.Nanik menegaskan bahwa keamanan pangan dan kualitas gizi menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut. Karena itu, setiap laporan atau polemik yang muncul di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan optimal.Sementara itu, Ahli Gizi dari SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa ikan lele yang menjadi sorotan sebenarnya tidak disajikan dalam kondisi mentah sepenuhnya, melainkan telah melalui proses marinasi. Metode tersebut, menurutnya, digunakan untuk menjaga kualitas nutrisi sekaligus memperpanjang daya tahan makanan.Ia menjelaskan bahwa proses marinasi membuat ikan lele dapat bertahan hingga satu hari tanpa mengurangi kandungan gizinya. Selain itu, penggunaan lele dalam menu MBG juga bertujuan untuk meningkatkan asupan protein bagi para penerima manfaat pada hari tersebut.“Lele tersebut dimarinasi agar kandungan gizinya tetap terjaga dan dapat bertahan hingga satu hari. Tujuannya juga untuk menambah asupan protein dalam menu yang diberikan,” ujar Fikri.Sebelumnya, video yang memperlihatkan penolakan menu MBG oleh pihak SMAN 2 Pamekasan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pihak sekolah menyatakan bahwa menu yang diterima terdiri dari dua potong tempe, dua potong tahu, serta satu ekor lele yang dinilai masih mentah.Pihak sekolah menilai kondisi ikan tersebut berpotensi cepat membusuk dalam beberapa jam, sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan siswa jika tetap dibagikan.“Menu MBG hari ini di SMA 2 dinilai tidak layak untuk dibagikan kepada siswa maupun guru,” ujar salah satu perwakilan sekolah dalam video yang beredar.GMKI Pertanyakan Anggaran Rp486,9 Juta untuk Meja Biliar Pimpinan DPRD Sumsel: Di Mana Kepekaan Wakil Rakyat?Sekolah juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa makanan tersebut berpotensi terbuang percuma karena kemungkinan besar tidak akan dikonsumsi oleh para siswa.Sebagai informasi, SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan saat ini melayani sebanyak 3.329 penerima manfaat dari berbagai kelompok. Penerima tersebut mencakup siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok masyarakat seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah setempat.***
Read More Dua Bocah Terekam CCTV di Villa Melati, Peristiwa Picu Kemarahan Warganet
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Sebuah insiden yang melibatkan dua anak laki-laki terjadi di kawasan Villa Melati yang berada di Jalan Poros Bara Beach. Aksi tersebut terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, ketika kedua anak itu terlihat melempar batu ke arah perangkat kamera yang terpasang di area villa.Berdasarkan rekaman yang beredar, kedua anak tersebut tampak mendekati area pemasangan CCTV sebelum akhirnya melemparkan batu ke arah kamera. Lemparan tersebut diduga dilakukan berulang kali hingga mengenai perangkat pengawas tersebut. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti alasan atau motif di balik tindakan yang mereka lakukan.Video Ratusan Mobil Mahindra Viral, Perusahaan Tegaskan Pasokan Kendaraan ke Indonesia Tetap BerjalanBelum ada keterangan resmi mengenai apakah perangkat CCTV mengalami kerusakan akibat insiden tersebut. Namun kejadian ini menjadi perhatian karena menyangkut tindakan yang berpotensi merusak fasilitas milik orang lain.Peristiwa tersebut sekaligus memunculkan kembali pembahasan mengenai pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam membentuk perilaku anak sejak usia dini. Pengawasan yang konsisten, pembinaan karakter, serta penanaman nilai tanggung jawab dinilai menjadi faktor penting agar anak memahami batasan perilaku yang dapat diterima di lingkungan sosial.Siap-Siap! Turnamen Tinju Antar Pelajar Se-Sumsel Bakal Digelar Mei Ini di SMA Bina Warga 1 PalembangPengamat pendidikan anak menilai bahwa tanpa bimbingan dan arahan yang tepat, anak-anak dapat melakukan tindakan yang merugikan orang lain, meskipun sering kali dilakukan tanpa kesadaran penuh dan dianggap sekadar bentuk permainan.Karena itu, keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, termasuk saat berada di luar rumah, sangat diperlukan. Selain itu, edukasi mengenai konsekuensi dari tindakan merusak fasilitas umum maupun milik pribadi perlu ditanamkan sejak dini agar anak tumbuh dengan pemahaman yang baik tentang tanggung jawab sosial.***
Read More Jalan Soak Bujang Gandus Rampung Diperbaiki, Wali Kota Palembang Pastikan Akses Wisata Al-Qur’an Akbar Lancar
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Wali Kota Palembang melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi jalan di kawasan Soak Bujang, Kelurahan Gandus, yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah. Peninjauan tersebut dilakukan setelah pemerintah kota menerima laporan dari dinas terkait mengenai selesainya proses perbaikan jalan di wilayah tersebut.Perbaikan jalan yang berada tidak jauh dari kawasan wisata religi Al-Qur’an Al-Akbar ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang melalui proyek perbaikan secara kontraktual. Pemerintah kota sebelumnya telah menerima laporan bahwa pengerjaan perbaikan jalan tersebut telah rampung beberapa minggu lalu.Siap-Siap! Turnamen Tinju Antar Pelajar Se-Sumsel Bakal Digelar Mei Ini di SMA Bina Warga 1 PalembangDengan selesainya pekerjaan tersebut, kondisi jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang dan kerap menimbulkan keluhan masyarakat kini sudah jauh lebih baik. Jalan tersebut merupakan salah satu akses utama bagi warga sekitar sekaligus jalur yang dilalui wisatawan menuju objek wisata Al-Qur’an Al-Akbar di kawasan Gandus.Wali Kota Palembang menyampaikan rasa syukur atas selesainya pekerjaan tersebut. Menurutnya, perbaikan jalan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.“Alhamdulillah, beberapa minggu lalu kami mendapat laporan dari Dinas PUPR bahwa jalan di Soak Bujang, Kelurahan Gandus, sudah selesai diperbaiki secara kontraktual,” ujar Wali Kota saat meninjau lokasi.Ia menambahkan bahwa kondisi jalan yang telah diperbaiki tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas yang sebelumnya kerap terjadi akibat kerusakan jalan dan lubang yang cukup membahayakan pengguna kendaraan.Wali Kota Palembang Ratu Dewa Tinjau Langsung Tren Balap Lari Anak Muda, Dinilai Lebih Positif dari Balap LiarSelain itu, perbaikan infrastruktur ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayah tersebut. Akses yang lebih baik diyakini akan memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke kawasan wisata religi yang menjadi salah satu ikon Kota Palembang tersebut.Pemerintah Kota Palembang berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan infrastruktur jalan di berbagai wilayah kota. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik sekaligus untuk memastikan mobilitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar.***
Read More Duta GDI Gaungkan Literasi Digital Beretika dan Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Lewat Podcast RRI Palembang
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id – Upaya meningkatkan literasi digital di tengah masyarakat terus digalakkan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan diskusi publik yang menghadirkan generasi muda sebagai penggerak utama dalam membangun ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.Di Sumatera Selatan, gerakan literasi digital tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dalam berinteraksi di dunia maya. Kesadaran ini menjadi penting seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital yang menuntut sikap bijak, kritis, dan bertanggung jawab.Siap-Siap! Turnamen Tinju Antar Pelajar Se-Sumsel Bakal Digelar Mei Ini di SMA Bina Warga 1 PalembangSejumlah fasilitas publik di Palembang turut mendukung penguatan budaya literasi, salah satunya melalui ruang baca yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kota Palembang. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperluas wawasan sekaligus membangun kebiasaan membaca dan belajar di era digital.Semangat untuk membangun ekosistem digital yang positif juga terus didorong oleh Generasi Digital Intelektual (GDI). Komunitas ini hadir sebagai fasilitator yang mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.Melalui program edukasi dan diskusi publik, GDI berupaya mengajak masyarakat memahami pentingnya etika dalam bermedia digital. Pendekatan ini sejalan dengan semangat “Digital Beretika, Indonesia Berdaya” yang menekankan bahwa kekuatan teknologi harus diimbangi dengan sikap bijak dalam menggunakannya.Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui dialog interaktif yang disiarkan dalam program podcast di Radio Republik Indonesia Pro 1 Palembang. Dalam kesempatan tersebut, dua perwakilan Duta GDI, yakni Senia Aprinia Sari dan Nathasya Pernidya Ashari, hadir untuk berbagi pandangan mengenai pentingnya literasi digital di kalangan generasi muda.Diskusi yang dipandu oleh host RRI, Alvina, membahas berbagai isu terkait penggunaan internet secara bijak, mulai dari cara menyaring informasi, menjaga etika komunikasi di media sosial, hingga membangun lingkungan digital yang sehat dan produktif.Wali Kota Palembang Ratu Dewa Tinjau Langsung Tren Balap Lari Anak Muda, Dinilai Lebih Positif dari Balap LiarDalam dialog tersebut, para narasumber menekankan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis menggunakan perangkat atau aplikasi, tetapi juga menyangkut kesadaran dalam memanfaatkan teknologi untuk tujuan yang bermanfaat.Melalui kegiatan edukatif seperti podcast ini, GDI berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya bersikap bijak dalam bermedia digital. Dengan literasi digital yang kuat, masyarakat diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih positif, aman, serta mendukung perkembangan pengetahuan dan kreativitas generasi muda di era teknologi.***
Read More ALSA Legal Charity 2026 : Meningkatkan Kesadaran Hukum untuk Mencegah Kekerasan Seksual
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Palembang, 8 Maret 2026 Asian Law Students’ Association (ALSA) Local Chapter Universitas Sriwijaya kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan ALSA Legal Charity (ALC) 2026 sebagai bentuk implementasi nilai Socially Responsible dan Legally Skilled yang menjadi pilar utama ALSA.Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026, bertempat di Aula Gedung BAPELKES Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Palembang. Mengusung tema “Empowering Legal Awareness to Prevent Sexual Violence”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum serta memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya perlindungan terhadap tubuh dan upaya pencegahan kekerasan seksual.Duta Generasi Digital Intelektual Kupas Peran Anak Muda di Era Teknologi dalam “Cerito Wong Kito” Talkshow Sriwijaya TVMelalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila menghadapi atau menyaksikan tindakan kekerasan seksual, serta mengetahui mekanisme perlindungan hukum yang tersedia bagi korban. ALSA Legal Charity 2026 diikuti oleh peserta dari kalangan siswa/i SMA/sederajat dan mahasiswa/i yang bersama-sama mengikuti berbagai rangkaian kegiatan edukatif. Kegiatan ini menghadirkan tiga rangkaian utama, yaitu talkshow, Focus Group Discussion (FGD), dan exhibition.Sesi talkshow menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam isu perlindungan korban kekerasan seksual, yaitu perwakilan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Sumatera Selatan, Women’s Crisis Center (WCC), serta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKPT) Universitas Sriwijaya. Dalam sesi ini, para pembicara membahas berbagai aspek penting, mulai dari bentuk-bentuk kekerasan seksual, dampak yang dialami korban, hingga mekanisme pelaporan dan perlindungan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).Selain talkshow, peserta juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang memberikan ruang diskusi lebih mendalam melalui pembahasan studi kasus terkait kekerasan seksual. Melalui diskusi ini, peserta diajak untuk menganalisis permasalahan hukum serta merumuskan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam merespons dan mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan sekitar.Ratu Dewa Kenang Sosok Alex Noerdin sebagai Pemimpin Visioner yang Berjasa Besar bagi SumselKegiatan ini juga dilengkapi dengan exhibition yang menampilkan berbagai informasi, visualisasi data, serta narasi edukatif mengenai kekerasan seksual. Exhibition ini bertujuan untuk menumbuhkan empati, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mengurangi budaya victim blaming terhadap korban.Melalui penyelenggaraan ALSA Legal Charity 2026, ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya generasi muda, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan berkeadilan bagi semua pihak.***
Read More Rencana Pengadaan Meja Biliar DPRD Sumsel Disorot, Mahasiswa Papua Sriwijaya Sampaikan Sikap Kritis
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Rencana pengadaan dua unit meja biliar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) dengan nilai anggaran sekitar Rp486,9 juta menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Kritik tersebut disampaikan oleh Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (KOMPAS) yang menilai kebijakan tersebut perlu ditinjau kembali karena dianggap belum mencerminkan prioritas kebutuhan masyarakat saat ini.Ketua KOMPAS, Nis Murib, menyampaikan pernyataan sikap yang menyoroti penggunaan anggaran daerah untuk fasilitas hiburan di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. Menurutnya, kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan publik karena dianggap kurang sejalan dengan kondisi masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi.GMKI Pertanyakan Anggaran Rp486,9 Juta untuk Meja Biliar Pimpinan DPRD Sumsel: Di Mana Kepekaan Wakil Rakyat?Ia menjelaskan bahwa banyak masyarakat masih berjuang menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta sejumlah persoalan mendasar di sektor pendidikan dan kesehatan. Dalam situasi seperti ini, penggunaan anggaran daerah untuk pengadaan fasilitas hiburan dinilai kurang tepat dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.Dalam pernyataannya, Nis Murib menegaskan bahwa anggaran pemerintah daerah pada dasarnya berasal dari pajak dan kontribusi masyarakat. Oleh karena itu, penggunaannya harus benar-benar dilakukan secara bijak, transparan, serta diarahkan pada program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.“Kebijakan anggaran seharusnya mencerminkan keberpihakan kepada kepentingan rakyat. Penggunaan dana publik perlu diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih mendesak bagi masyarakat,” ujar Nis Murib dalam pernyataan sikapnya.Melalui pernyataan tersebut, KOMPAS juga menyampaikan harapan agar DPRD Sumatera Selatan dapat meninjau kembali rencana pengadaan meja biliar tersebut dan mempertimbangkan urgensi kebijakan tersebut dalam konteks kebutuhan masyarakat saat ini. Selain itu, organisasi mahasiswa tersebut juga mendorong agar penggunaan anggaran daerah lebih difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.KOMPAS juga menekankan pentingnya transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Menurut mereka, keterbukaan informasi sangat diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas peruntukan anggaran sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan publik yang diambil oleh pemerintah daerah dan legislatif.Selain itu, mahasiswa juga berharap para wakil rakyat dapat lebih terbuka dalam mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan terkait penggunaan anggaran daerah. Dengan demikian, setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan serta kepentingan masyarakat luas.Palembang Bersolek, Ratu Dewa Tekankan Nilai Sejarah dalam Setiap PembangunanDi akhir pernyataannya, Nis Murib menegaskan bahwa para wakil rakyat memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil berpihak kepada kepentingan publik.“Anggaran rakyat harus digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.KOMPAS berharap polemik ini dapat menjadi momentum refleksi bagi para pemangku kebijakan agar setiap program dan pengeluaran anggaran daerah benar-benar diarahkan untuk pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan secara berkelanjutan.***
Read More Video Ratusan Mobil Mahindra Viral, Perusahaan Tegaskan Pasokan Kendaraan ke Indonesia Tetap Berjalan
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Jagat media sosial belakangan dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan ratusan kendaraan pikap terparkir rapi di sebuah area terbuka. Rekaman tersebut diunggah oleh akun Instagram KangKobar dan langsung menyita perhatian warganet karena kendaraan-kendaraan itu disebut berkaitan dengan program Koperasi Kelurahan Desa Merah Putih (KKDMP) yang akan didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.Dalam video yang beredar luas tersebut, tampak deretan kendaraan merek Mahindra yang diparkir dalam jumlah besar. Kendaraan operasional itu dikabarkan telah dipersiapkan untuk pengiriman ke sejumlah wilayah, termasuk wilayah Sukabumi, guna mendukung operasional koperasi desa.Siap-Siap! Turnamen Tinju Antar Pelajar Se-Sumsel Bakal Digelar Mei Ini di SMA Bina Warga 1 PalembangSalah satu warganet yang berada di lokasi pengambilan video bahkan mengungkapkan rasa terkejutnya melihat langsung banyaknya unit kendaraan baru yang telah siap digunakan. Ia menilai polemik yang selama ini muncul di ruang publik mengenai pengadaan kendaraan tersebut tidak lagi relevan karena kendaraan sudah berada dalam kondisi siap distribusi.“Percuma didebatin juga sudah dibeli guys, sudah dibeli, sudah siap pakai, siap dikirim,” ujar suara dalam rekaman video tersebut.Viralnya video tersebut turut memicu berbagai spekulasi di sejumlah media mengenai status pengadaan kendaraan dari produsen otomotif asal India tersebut. Isu yang beredar menyebut adanya kemungkinan penangguhan impor kendaraan yang berkaitan dengan proyek tersebut.Menanggapi kabar yang berkembang, pihak Mahindra & Mahindra Limited akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Dalam laporan yang dikutip dari media bisnis India The Economic Times pada 3 Maret 2026, manajemen perusahaan menegaskan bahwa proses ekspor kendaraan ke Indonesia tetap berjalan sesuai rencana.Pihak perusahaan menyatakan hingga saat ini tidak ada pemberitahuan resmi dari pemerintah Indonesia terkait pembatalan maupun penundaan pengiriman kendaraan yang telah disepakati sebelumnya. Dengan demikian, proyek kerja sama yang telah ditandatangani masih terus berjalan sebagaimana jadwal yang telah disusun.Kesepakatan kerja sama tersebut sendiri ditandatangani pada 4 Februari 2026. Dalam perjanjian tersebut, Mahindra berkomitmen untuk memasok sebanyak 35.000 unit kendaraan pikap jenis Mahindra Scorpio Pik Up kepada perusahaan Indonesia, Agrinas Pangan Nusantara.Proyek ekspor ini disebut menjadi salah satu kontrak terbesar dalam sejarah perusahaan otomotif tersebut. Bahkan volumenya disebut melampaui total ekspor kendaraan yang dicapai Mahindra sepanjang tahun fiskal 2025. Program pengiriman kendaraan ini ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026.CEO Divisi Otomotif Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menjelaskan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut akan berperan penting dalam mendukung sistem logistik pangan di Indonesia. Armada ini dirancang untuk membantu distribusi hasil pertanian dari tingkat desa hingga ke jaringan koperasi secara lebih efisien.“Kendaraan-kendaraan ini akan memfasilitasi pengumpulan hasil pertanian tahap awal dari lahan ke koperasi, serta memungkinkan logistik intra-desa yang efisien dalam jaringan koperasi,” jelas Nalinikanth.Selain itu, pihak perusahaan juga memastikan bahwa proyek tersebut telah memenuhi seluruh ketentuan transparansi yang berlaku di pasar modal. Manajemen Mahindra menyampaikan bahwa pembayaran awal untuk pesanan kendaraan tersebut telah diterima, sehingga tidak ada kendala finansial yang dapat mengganggu jalannya kontrak.Kenapa THR Pekerja Swasta Dipotong Pajak, Tapi ASN Tidak? Ini Penjelasan Menkeu PurbayaTerkait dengan pergerakan harga saham yang sempat berfluktuasi setelah munculnya berbagai pemberitaan, perusahaan menilai kondisi tersebut merupakan dinamika pasar yang wajar. Mahindra menegaskan bahwa perubahan harga saham tersebut tidak berkaitan dengan permasalahan kontrak pengiriman kendaraan ke Indonesia.Melalui klarifikasi ini, perusahaan berharap berbagai spekulasi yang sempat beredar di ruang publik dapat diluruskan. Mahindra menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kerja sama strategis tersebut serta menjaga keterbukaan informasi kepada publik dan para investor.***
Read More 





















