Wulan _

Wulan _

Penulis Terverifikasi
-
4,052
Total Post
4,093
Experience Points
2023
Tahun Bergabung
Master
Contributor Level
Progres Naik Ke Level Selanjutnya 🚀 (4.7%)
Mimpi Buruk Diduga Picu Pelajar Tikam Ayah Kandung hingga Tewas
Mimpi Buruk Diduga Picu Pelajar Tikam Ayah Kandung hingga Tewas
Lingkaran.id - Kepolisian mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang melibatkan seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Karawang. Remaja tersebut diduga menikam ayah kandungnya sendiri hingga meninggal dunia dalam sebuah peristiwa tragis yang terjadi di kawasan Perumahan Dinas Peruri, Kecamatan Telukjambe Timur.Kepala Seksi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menyampaikan bahwa aparat kepolisian telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Penanganan kasus ini dilakukan oleh petugas dari Satuan Reserse PPA–PPO Polres Karawang.Terungkap Fakta Pembunuhan Sadis, Anak Bunuh Ibu Lalu Bakar Jasadnya“Petugas sudah mendatangi dan memeriksa lokasi dugaan penusukan di Perumahan Dinas Peruri, Kecamatan Telukjambe Timur,” ujar Wildan kepada wartawan di Karawang, Kamis (29/1/2026).Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap tidur. Berdasarkan keterangan awal, insiden bermula ketika terduga pelaku terbangun dari tidurnya setelah mengalami mimpi buruk.Menurut Wildan, mimpi tersebut melibatkan sosok ayah dan ibu pelaku. Kekhawatiran mimpi itu menjadi kenyataan diduga memicu tindakan nekat pelajar tersebut.“Dari keterangan sementara, pelaku terbangun karena mimpi buruk yang berkaitan dengan korban dan ibunya. Pelaku merasa takut mimpi tersebut benar-benar terjadi,” jelasnya, dikutip dari Antara.Dalam kondisi emosi yang tidak stabil, terduga pelaku kemudian mengambil sebilah pisau dapur dan menuju kamar ayahnya, RA, yang saat itu tengah tertidur. Situasi kamar yang minim penerangan membuat korban tidak sempat menyadari adanya ancaman.Pelaku diduga langsung melancarkan serangan dengan mengarahkan pisau ke bagian bawah telinga korban hingga ke arah belakang leher. Korban sempat terbangun dalam keadaan terluka parah dan berlumuran darah.Korban kemudian keluar dari kamar untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar, namun tak lama kemudian roboh di depan rumah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan bantuan dan membawa korban ke RS Primaya untuk mendapatkan penanganan medis.Namun, akibat luka serius yang diderita, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, terduga pelaku berhasil diamankan oleh warga sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.Noel Klaim Purbaya Terancam Dikriminalisasi, Sebut Ada “Informasi A1”Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menduga aksi penusukan tersebut dipicu oleh rasa sakit hati yang telah lama dipendam. Pelaku disebut kerap menyaksikan dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan korban terhadap ibu pelaku, serta perlakuan kasar korban kepada anak-anaknya.Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk memeriksa kondisi psikologis pelaku dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi guna mengungkap motif secara menyeluruh.***
Read More
Ahmad Dhani Bantah Klaim Maia soal Kontrakan Rumah Dibiayai Emilia Contessa, Sebut Fitnah
Ahmad Dhani Bantah Klaim Maia soal Kontrakan Rumah Dibiayai Emilia Contessa, Sebut Fitnah
Lingkaran.id - Musisi Ahmad Dhani akhirnya angkat suara menanggapi pernyataan mantan istrinya, Maia Estianty, yang menyebut sosok Emilia Contessa pernah membantu membiayai kontrakan rumah saat keduanya masih menjalani kehidupan rumah tangga. Pernyataan Maia tersebut belakangan kembali mencuat dan memicu respons keras dari Dhani.Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ahmad Dhani secara tegas membantah klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima bantuan pembayaran kontrakan rumah dari Emilia Contessa, seperti yang disampaikan Maia. Pernyataan Dhani itu dikutip dari laporan Tribun Sumsel, Kamis (29/1/2026).Terungkap Fakta Pembunuhan Sadis, Anak Bunuh Ibu Lalu Bakar JasadnyaDhani menilai pernyataan Maia telah melampaui batas kewajaran. Menurutnya, apa yang disampaikan sang mantan istri bukan sekadar pendapat pribadi, melainkan telah masuk ke ranah tuduhan yang merugikan.Ia bahkan menyebut pernyataan tersebut sebagai bentuk fitnah sekaligus upaya mencari perhatian publik. Dhani menegaskan bahwa Emilia Contessa sama sekali tidak pernah membiayai kontrakan rumah yang ia tempati bersama Maia pada masa lalu.“Ini sudah bukan sekadar insinuasi seperti biasanya. Ini sudah masuk kategori fitnah. Mbak Emilia Contessa tidak pernah membayari kontrakan saya. Ini hanya konten untuk cari muka,” tulis Ahmad Dhani dalam unggahannya.Sebelumnya, Maia Estianty sempat mengungkap kisah masa lalunya terkait kebaikan Emilia Contessa dalam sebuah podcast bersama Denada. Tayangan tersebut diunggah di kanal YouTube Maia AlElDul TV. Dalam perbincangan itu, Maia menceritakan bahwa bantuan tersebut diterimanya ketika masih berstatus sebagai istri Ahmad Dhani.Maia menyebut bahwa Emilia Contessa pernah membantu membayar kontrakan rumah mereka di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia mengaku bantuan itu diberikan saat mereka pindah dari kawasan Bintaro.“Waktu itu, yang membayari pertama kali kontrakan rumah saat kami pindah dari Bintaro ke Pondok Indah adalah tante Emilia,” ungkap Maia dalam podcast tersebut, yang dikutip pada Selasa (25/3/2025).Maia juga menuturkan bahwa rumah tersebut hingga kini masih ditempati oleh anak-anaknya dan menyimpan banyak kenangan masa lalu. Ia mengaku sangat mengingat kebaikan Emilia Contessa yang rela mengeluarkan uang pribadinya untuk membantu mereka pada masa itu.“Aku masih ingat sekali kebaikan beliau yang mau membayari kontrakan. Itu tidak mungkin aku lupakan,” ucap Maia sambil menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Emilia Contessa.Noel Klaim Purbaya Terancam Dikriminalisasi, Sebut Ada “Informasi A1”Maia turut menyebut bahwa kedekatan mereka saat itu terjalin karena hubungan bertetangga. Bahkan, jarak rumah mereka disebut hanya sekitar 100 meter, sehingga komunikasi dan hubungan baik terus terjaga.Sebagai informasi, Maia Estianty dan Ahmad Dhani menikah pada tahun 1996 sebelum akhirnya berpisah pada 2008. Selama masa pernikahan hingga setelah perceraian, dinamika hubungan keduanya kerap menjadi sorotan publik dan tak jarang memicu polemik di ruang publik.***
Read More
Niat Unboxing Paket Online, Remaja Justru Digigit Ular Kobra
Niat Unboxing Paket Online, Remaja Justru Digigit Ular Kobra
Lingkaran.id - Nasib nahas menimpa seorang remaja perempuan di Kabupaten Sukoharjo. Tanpa disangka, paket belanja online yang diterima justru membawa ancaman berbahaya. Seorang remaja bernama Sakinah Al Janah (15), warga Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, harus dilarikan ke rumah sakit setelah digigit seekor anak ular kobra yang diduga berada di dalam bungkus paket kiriman.Peristiwa mengejutkan tersebut terjadi pada Senin (26/1/2026). Korban kini menjalani perawatan intensif di RS Ir Soekarno Sukoharjo akibat gigitan ular berbisa.Usai Viral Kasus Pramugari Palsu, Khairun Nisa Ditawari Pendidikan Awak Kabin GratisKakak korban, Devia Khaerunnisa, menceritakan bahwa kejadian bermula saat Sakinah menerima paket berisi karpet yang dipesan secara daring. Proses pembukaan paket awalnya berlangsung normal dan tidak menimbulkan kecurigaan apa pun.“Isinya memang karpet. Karena ukurannya panjang, dibuka dengan cara ditarik dari atas. Dari dalam karpet tidak ada apa-apa,” ujar Devia saat ditemui, Kamis (29/1/2026).Setelah karpet dikeluarkan, plastik pembungkus paket tersebut kemudian dibuang ke tempat sampah. Namun, tak berselang lama, situasi berubah menjadi mencekam. Dari dalam plastik bekas paket itu tiba-tiba muncul seekor ular kecil yang langsung menyerang korban.“Tidak lama setelah plastik dibuang, muncul anak ular kobra. Secara refleks langsung menggigit tangan kiri adik saya, tepat di bawah siku,” jelas Devia.Hingga kini, pihak keluarga belum dapat memastikan asal-usul ular tersebut. Devia menyebut, ular bisa saja berasal dari penjual maupun dari proses pengiriman oleh jasa ekspedisi. Terlebih, saat paket diterima, kondisi plastik pembungkus diketahui sudah dalam keadaan terbuka.“Kami juga tidak tahu ularnya dari mana. Yang jelas, waktu paket sampai di rumah, plastiknya memang sudah terbuka, dan saat unboxing, ularnya sama sekali tidak terlihat,” ungkapnya.Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga dari komunitas reptil, ular yang menggigit Sakinah diduga merupakan anakan kobra. Meski demikian, jenis pastinya belum dapat dipastikan, apakah termasuk kobra Jawa atau king kobra.Akibat gigitan tersebut, kondisi Sakinah dilaporkan masih lemah dan membutuhkan penanganan medis lanjutan. Bahkan, pada Kamis (29/1/2026), korban dijadwalkan menjalani tindakan operasi.“Kondisinya masih lemas dan hari ini ada operasi. Kami pakai dana umum. Kemarin sempat mengurus BPJS, tapi harus menunggu 14 hari, padahal ini situasi darurat,” tutur Devia.Pihak keluarga menegaskan tidak berniat menuntut pihak mana pun atas insiden tersebut. Namun, mereka berharap kejadian ini mendapat perhatian serius, terutama dari pihak jasa ekspedisi agar peristiwa serupa tidak terulang.“Adik saya anak yatim. Kami tidak menuntut apa-apa, hanya berharap kejadian ini bisa diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait,” ucapnya.Bang Jago Ditangkap Usai Pukul Lansia hingga Tewas di MinimarketDevia juga menambahkan bahwa keluarga sebenarnya sempat berniat merekam proses pembukaan paket sebagai dokumentasi. Namun, kondisi panik yang terjadi secara tiba-tiba membuat rencana tersebut urung dilakukan.“Awalnya mau direkam, tapi karena panik semuanya berlangsung sangat cepat,” pungkasnya.
Read More
Natal Jadi Momentum Refleksi Kebebasan Beragama, GMKI Soroti Intoleransi di Sumatera Selatan
Natal Jadi Momentum Refleksi Kebebasan Beragama, GMKI Soroti Intoleransi di Sumatera Selatan
Lingkaran.id - Perayaan Natal yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) bersama Komisi Pemuda Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Sumatera Selatan dimaknai lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Momentum tersebut dijadikan ruang perenungan kritis atas kondisi kebebasan beragama dan beribadah yang masih menghadapi berbagai tantangan di wilayah Sumatera Selatan.Dalam perayaan Natal Pemuda, Pemudi, dan Mahasiswa Kristen se–Sumatera Selatan itu, GMKI menegaskan bahwa persoalan kebebasan beragama belum sepenuhnya terwujud secara adil. Sejumlah umat Kristen di Sumsel masih mengalami kesulitan dalam menjalankan ibadah, mulai dari pembatasan aktivitas keagamaan hingga penolakan terhadap pendirian rumah ibadah.Generasi Digital Intelektual (GDI) Dorong SDM Unggul, Duta GDI Hadiri Seminar Nasional KewirausahaanSituasi tersebut, menurut GMKI, menjadi indikator bahwa praktik intoleransi masih nyata terjadi. Kondisi ini sekaligus membantah anggapan bahwa Sumatera Selatan sepenuhnya terbebas dari konflik sosial berbasis agama. GMKI menilai, selama hak beribadah warga negara belum terpenuhi secara utuh, maka persoalan konflik tidak bisa dikatakan selesai.GMKI secara terbuka mengkritisi narasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang kerap menyebut wilayah ini berada dalam kondisi “zero konflik”. Klaim tersebut dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan. Konflik, menurut GMKI, tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat hadir melalui praktik diskriminasi, pembatasan hak, serta pembiaran terhadap pelanggaran kebebasan beragama.Ketua GMKI Cabang Palembang menegaskan bahwa keharmonisan sosial tidak boleh dibangun di atas penyangkalan terhadap persoalan yang nyata. Ia menyampaikan bahwa narasi stabilitas dan kerukunan seharusnya tidak dijadikan tameng untuk mengabaikan hak-hak konstitusional warga negara.“Konflik tidak selalu berupa bentrokan. Diskriminasi dan pembatasan kebebasan beribadah juga merupakan bentuk konflik yang sering kali tidak terlihat, tetapi nyata dirasakan,” ujarnya.Lebih lanjut, GMKI juga menekankan pentingnya memperkuat solidaritas antarumat Kristen lintas denominasi gereja. Ia mengajak seluruh jemaat untuk tidak menutup mata terhadap saudara seiman yang hingga kini belum dapat menjalankan ibadah secara bebas dan aman.“Natal akan kehilangan maknanya apabila kita hanya merayakan sukacita, tetapi abai terhadap penderitaan sesama yang masih dibatasi hak beribadahnya,” tegasnya.Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya Sukses Gelar Seminar Nasional Kewirausahaan, Cetak Mahasiswa Kreatif dan Berdaya SaingGMKI menegaskan bahwa kebebasan beragama dan beribadah merupakan hak konstitusional yang tidak boleh dikorbankan demi pencitraan stabilitas semu. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan didorong untuk hadir secara tegas dan jujur dalam melindungi hak seluruh umat beragama tanpa perlakuan diskriminatif.Melalui perayaan Natal ini, Pemuda, Pemudi, dan Mahasiswa Kristen se–Sumatera Selatan menyatakan komitmen bersama untuk terus menyuarakan keadilan, mengawal kebebasan beragama, serta memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai wujud iman yang hidup dan berpihak pada sesama.***
Read More
Dana BLT Dikorupsi Kades Demi Nyaleg dan Mobil Baru Capai Rp1,35 Miliar
Dana BLT Dikorupsi Kades Demi Nyaleg dan Mobil Baru Capai Rp1,35 Miliar
Lingkaran.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi secara resmi menerima pelimpahan tahap II perkara dugaan korupsi Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari penyidik Polres Sukabumi. Pelimpahan tersebut menandai penyerahan tersangka beserta barang bukti untuk proses hukum lanjutan.Tersangka dalam kasus ini diketahui berinisial GI, yang merupakan mantan Kepala Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak. Dalam proses pelimpahan, jaksa turut mengamankan sejumlah barang bukti penting berupa dokumen administrasi penyaluran dana serta uang tunai sebesar Rp108 juta.Diduga Diskriminatif terhadap Siswa, Dapur MBG Trimulyo Resmi DitutupBerdasarkan hasil penyidikan, GI diduga menyalahgunakan dana BLT dengan motif kepentingan pribadi dan ambisi politik. Dana bantuan yang seharusnya diterima masyarakat itu diduga digunakan untuk membiayai pencalonan dirinya sebagai anggota legislatif dalam Pemilu Legislatif (Pileg), serta untuk menunjang gaya hidup sehari-hari.Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Sukabumi, Agus Yuliana Indra Santoso, mengungkapkan bahwa perbuatan tersangka telah menimbulkan kerugian keuangan negara yang cukup besar, yakni mencapai Rp1,35 miliar.“Dari keterangan yang diperoleh, dana tersebut dipakai untuk keperluan pencalonan sebagai anggota legislatif dan kebutuhan pribadi. Bahkan, tersangka sempat membeli sebuah mobil baru yang kini telah dijual,” ujar Agus kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).Ia menambahkan, pihak kejaksaan saat ini masih melakukan pencocokan keterangan antara Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari penyidik kepolisian dengan pengakuan tersangka. Setelah seluruh proses administrasi dinyatakan lengkap, perkara tersebut akan segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.“Kami pastikan penanganan perkara ini akan segera dilanjutkan ke tahap persidangan,” tegasnya.Apa Itu Whip Pink? Gas “Tertawa” Bisa Merenggut Nyawa, Ini PenjelasannyaHingga saat ini, hasil penyelidikan jaksa belum menemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Berdasarkan fakta hukum sementara, GI diduga bertindak seorang diri.“Sejauh ini pelakunya hanya satu orang,” pungkas Agus.Atas perbuatannya, GI dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Ia terancam hukuman pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Read More
Apa Itu Whip Pink? Gas “Tertawa” Bisa Merenggut Nyawa, Ini Penjelasannya
Apa Itu Whip Pink? Gas “Tertawa” Bisa Merenggut Nyawa, Ini Penjelasannya
Lingkaran.id - Whip pink dikenal sebagai sebutan populer untuk dinitrogen oksida (Nâ‚‚O), gas tak berwarna yang kerap dijuluki gas tertawa karena mampu menimbulkan sensasi euforia saat dihirup. Dalam penggunaan yang semestinya, zat ini legal dan banyak dimanfaatkan di dunia kuliner, terutama sebagai bahan pengembang krim kocok. Namun, di luar fungsi resminya, gas ini kerap disalahgunakan sebagai zat rekreasi dengan cara dihirup langsung dari tabung atau balon.Praktik penyalahgunaan tersebut menyimpan risiko serius. Paparan nitrous oxide secara berulang dan dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan saraf permanen, menurunkan kadar vitamin B12 dalam tubuh, hingga berujung pada kematian akibat kekurangan oksigen. Sejumlah kasus di berbagai negara mencatat gas tertawa sebagai faktor pemicu tragedi yang merenggut nyawa.Diduga Diskriminatif terhadap Siswa, Dapur MBG Trimulyo Resmi DitutupSalah satu kasus paling menyita perhatian terjadi di Inggris dan menimpa Ellen Mercer, mahasiswi berusia 24 tahun yang tengah mengandung enam bulan. Mercer diketahui menghirup dua hingga tiga tabung besar nitrous oxide setiap hari dalam waktu lama. Kebiasaan tersebut menyebabkan gangguan kesehatan berat, termasuk kelumpuhan, trombosis vena dalam, serta tromboembolisme paru.Kondisi Mercer memburuk ketika ia dilarikan ke rumah sakit akibat tidak mampu berjalan, ditambah luka bakar di kakinya yang disebabkan oleh tabung gas yang bocor. Meski sempat mendapatkan perawatan medis, nyawanya tak tertolong dan ia meninggal dunia kurang dari 24 jam setelah dirawat. Koroner senior setempat menyimpulkan bahwa penyalahgunaan nitrous oxide, ditambah kondisi tubuh yang tidak bergerak dalam waktu lama, menjadi faktor utama penyebab kematiannya. Diketahui pula, Mercer memiliki riwayat gangguan bipolar yang disebut tidak mendapatkan pendampingan medis optimal.Tragedi tersebut menjadi alarm keras akan bahaya gas tertawa yang kerap dianggap sepele karena statusnya yang legal. Kasus Mercer juga memicu seruan luas di Inggris mengenai pentingnya edukasi, pengawasan, dan pencegahan penyalahgunaan nitrous oxide, khususnya di kalangan anak muda.Isu whip pink kembali mencuat di Indonesia setelah gas tersebut disebut-sebut berkaitan dengan kematian selebgram Lula Lahfah. Lula, yang dikenal sebagai kekasih YouTuber Reza Arap, ditemukan meninggal dunia di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (28/1/2026). Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah tabung berwarna pink yang diduga berisi nitrous oxide.Hingga kini, Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi. Aparat kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, serta meminta publik untuk tidak berspekulasi sebelum ada pernyataan resmi.Selain kasus Mercer, Inggris juga mencatat kematian remaja bernama Joseph Benett pada Oktober 2012. Remaja 17 tahun itu meninggal dunia setelah mencoba menghirup zat yang ia kira gas tertawa. Hasil investigasi menunjukkan Benett keliru menggunakan semprotan aerosol beracun, bukan nitrous oxide murni, yang kemudian menyebabkan kematian.Gunakan KKPD untuk Judi Online, Camat Dicopot dari JabatanMeski melibatkan kesalahan penggunaan bahan kimia, kasus Benett kembali menegaskan tren meningkatnya korban akibat penyalahgunaan zat yang kerap disebut sebagai “narkoba legal”. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa nitrous oxide tetap memiliki potensi bahaya serius, mulai dari gangguan pernapasan, masalah jantung, hingga kerusakan saraf akibat defisiensi vitamin B12 bila digunakan secara terus-menerus.Serangkaian kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, orang tua, serta institusi pendidikan akan pentingnya kewaspadaan dan edukasi terkait bahaya inhalan, termasuk gas tertawa, yang kerap disalahartikan sebagai zat aman karena peredarannya yang relatif mudah.***
Read More
Terungkap Fakta Pembunuhan Sadis, Anak Bunuh Ibu Lalu Bakar Jasadnya
Terungkap Fakta Pembunuhan Sadis, Anak Bunuh Ibu Lalu Bakar Jasadnya
Lingkaran.id - Peristiwa mengerikan menggemparkan warga Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Pada Minggu (25/1/2026), warga menemukan sesosok jasad perempuan dalam kondisi terbakar di area sepi, yang kemudian diketahui bernama Yeni Rudi Astuti (60).Hasil penyelidikan kepolisian mengungkap fakta memilukan. Korban ternyata meninggal akibat dibunuh oleh anak kandungnya sendiri, Bara Primario (33), atau yang akrab disapa Rio, warga Monjok Barat, Kota Mataram. Nyawa korban dihabisi di dalam rumah saat sedang tertidur lelap, sebelum jasadnya dibuang dan dibakar untuk menghilangkan jejak kejahatan.Noel Klaim Purbaya Terancam Dikriminalisasi, Sebut Ada “Informasi A1”Kasus ini bermula dari persoalan utang. Pelaku diketahui sempat meminta uang sebesar Rp39 juta kepada ibunya untuk melunasi kewajiban finansial. Namun permintaan tersebut ditolak karena korban tidak memiliki kemampuan untuk memenuhinya. Penolakan itulah yang diduga memicu amarah dan dendam pelaku.Pada dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, Minggu (25/1/2026), pelaku melancarkan aksinya. Saat korban tertidur, pelaku menjerat leher sang ibu menggunakan tali hingga korban meninggal dunia. Setelah itu, jasad korban dibungkus menggunakan seprai.Pagi harinya, pelaku membawa jenazah tersebut menggunakan mobil pribadi menuju wilayah Sekotong. Dalam perjalanan, ia sempat membeli bensin eceran. Setibanya di lokasi yang dinilai aman dan sepi, pelaku menurunkan tubuh korban, menyiramnya dengan bensin, lalu membakarnya. Sekitar satu jam kemudian, pelaku meninggalkan lokasi dengan anggapan perbuatannya tidak akan terendus.Penemuan jasad berawal dari kecurigaan seorang warga yang melintas di sekitar lokasi pada sore hari. Warga tersebut mencium bau menyengat dan melihat asap, yang awalnya disangka berasal dari pembakaran sampah. Namun setelah didekati, ia mendapati potongan tubuh manusia dalam kondisi terbakar dan segera melapor kepada warga lain.Warga kemudian berdatangan ke lokasi dan berupaya memadamkan api yang masih menyala. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Sekotong, yang langsung melakukan pengamanan lokasi serta evakuasi jenazah ke rumah sakit untuk keperluan penyelidikan.Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban mengalami kekerasan sebelum meninggal. Ditemukan patah tulang pada paha kiri serta sejumlah luka akibat benturan benda tumpul di bagian kepala. Hal ini disampaikan oleh Kaur Dokpol RS Bhayangkara Mataram, AKP I Nyoman Madiasa, yang menyebutkan bahwa luka tersebut terdapat di beberapa sisi kepala korban.Dari hasil penelusuran rekaman CCTV dan barang bukti yang ditemukan, polisi mulai mencurigai anak korban. Kecurigaan tersebut menguat setelah diketahui bahwa pelaku sebelumnya sempat melaporkan korban sebagai orang hilang ke pihak kepolisian dan aparat lingkungan.Menariknya, setelah kejadian, pelaku tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Ia masih beribadah ke masjid dan berinteraksi dengan warga sekitar guna menghindari kecurigaan. Di lingkungan tempat tinggalnya, pelaku dikenal sebagai pribadi yang ramah dan religius.Namun, upaya tersebut tidak berlangsung lama. Polisi akhirnya menangkap Bara Primario pada Senin malam (26/1/2026). Penangkapan dilakukan setelah rangkaian bukti menguatkan keterlibatan pelaku dalam kasus pembunuhan tersebut.Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, menjelaskan bahwa motif utama pembunuhan dilatarbelakangi rasa sakit hati pelaku akibat permintaan uangnya yang ditolak oleh korban.“Motifnya karena pelaku merasa kecewa dan sakit hati setelah meminta uang kepada ibunya untuk membayar utang, namun tidak diberikan,” ujar Kholid.Wafatnya Rylan Henry Pribadi Saat Main Ski Soroti Kembali Sosok Konglomerat Henry PribadiDalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain dua unit mobil Innova Reborn, pakaian dan sepatu milik pelaku, rekaman CCTV, beberapa unit telepon genggam, serta barang bukti lain termasuk temuan narkotika jenis ganja di dalam kendaraan pelaku.Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 459 juncto Pasal 458 KUHP, dengan ancaman hukuman berat.***
Read More
Suami Korban Kejar Jambret hingga Tewas, Kapolres Sleman Hadapi Dilema
Suami Korban Kejar Jambret hingga Tewas, Kapolres Sleman Hadapi Dilema
Lingkaran.id - Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo mengungkapkan pergulatan batin yang ia rasakan saat menangani kasus penjambretan yang berujung pada meninggalnya dua pelaku. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Jakarta, Rabu (28/1/2026).Edy menuturkan, dirinya sempat terkejut ketika mengetahui fakta bahwa pengemudi mobil yang terlibat dalam pengejaran terhadap pelaku penjambretan tersebut adalah Hogi Minaya, yang ternyata merupakan suami dari korban penjambretan.“Saya sangat terkejut saat mengetahui pengemudi mobil itu adalah suami korban sendiri. Di titik itu, batin saya benar-benar berada dalam posisi yang sangat dilematis,” ujar Edy di hadapan para anggota dewan.Diminta Noel Ebenezer Hati-hati, Menkeu Purbaya Tegaskan: Saya Tidak Terima DuitMenurutnya, dilema tersebut muncul karena peristiwa ini melibatkan dua sisi kemanusiaan yang sama-sama berat. Di satu sisi, terdapat dua orang yang kehilangan nyawa, yang nilainya tidak dapat diukur dengan apa pun. Namun di sisi lain, Edy mengaku memahami reaksi Hogi sebagai seorang suami yang secara naluriah berusaha melindungi istrinya dari tindak kejahatan.“Di satu sisi, dua nyawa telah hilang. Namun di sisi lain, saya juga bisa memahami apa yang dilakukan Saudara Hogi Minaya sebagai seorang suami yang spontan membela istrinya,” lanjutnya.Meski demikian, Edy menegaskan bahwa kepolisian tetap bekerja secara profesional dan objektif. Proses penyelidikan dilakukan dengan penuh kehati-hatian melalui pendalaman dari berbagai sudut pandang guna mengumpulkan fakta serta alat bukti yang diperlukan untuk mengungkap secara terang peristiwa pidana tersebut.Ia juga menekankan bahwa meskipun secara pribadi meyakini tindakan Hogi dilakukan secara spontan dan dapat dikategorikan sebagai pembelaan terpaksa, pihak kepolisian tidak akan melampaui kewenangan hukum yang ada.“Menentukan keadilan bukanlah ranah kami, melainkan kewenangan hakim. Namun secara kemanusiaan, kami meyakini bahwa tindakan tersebut merupakan reaksi spontan dalam situasi darurat,” tegas Edy.Kasus ini bermula dari peristiwa penjambretan yang menimpa Arsita pada Sabtu, 26 April 2025, sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, Arsita tengah mengendarai sepeda motor dari arah Pasar Pathuk menuju Maguwoharjo. Secara kebetulan, ia berpapasan dengan suaminya, Hogi Minaya, yang melintas menggunakan mobil dari arah Berbah.Keduanya sempat berjalan beriringan hingga mendekati kawasan Transmart Maguwoharjo. Namun di lokasi tersebut, Arsita tiba-tiba menjadi sasaran penjambretan oleh dua pelaku yang berboncengan sepeda motor. Para pelaku mendekati korban dari sisi kiri dan merampas tas milik Arsita dengan cara memutus tali tas menggunakan benda tajam.PM Jepang Sanae Takaichi Resmi Bubarkan Parlemen, ini AlasannyaKorban sempat berteriak meminta pertolongan, namun situasi jalan yang masih sepi membuat tidak ada pengguna jalan lain yang dapat membantu. Menyadari istrinya menjadi korban kejahatan, Hogi langsung melakukan pengejaran menggunakan mobil dengan maksud menghentikan laju para pelaku.Pengejaran itu berakhir tragis ketika sepeda motor yang ditumpangi para penjambret kehilangan kendali, naik ke trotoar, dan menabrak tembok di pinggir jalan. Akibat kecelakaan tersebut, dua pelaku penjambretan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.***
Read More
Generasi Digital Intelektual (GDI) Dorong SDM Unggul, Duta GDI Hadiri Seminar Nasional Kewirausahaan
Generasi Digital Intelektual (GDI) Dorong SDM Unggul, Duta GDI Hadiri Seminar Nasional Kewirausahaan
Lingkaran.id - Duta Generasi Digital Intelektual (GDI) menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas generasi muda dengan menghadiri Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (KOMPAS) bertajuk “Mempersiapkan Mahasiswa Berwirausaha yang Kreatif dan Berdaya Saing Tinggi untuk Pengembangan SDM Berkualitas” ini menjadi ruang strategis bagi GDI untuk mendorong lahirnya mahasiswa yang inovatif dan adaptif terhadap tantangan global.Dalam seminar nasional tersebut, GDI mendelegasikan empat Dutanya, yakni Annisa Rizky Utami, Petronella Awom, Raynor Sagraha, dan M. Daffa Taufiqurrahman. Kehadiran para Duta GDI tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai representasi gerakan generasi digital yang aktif berkolaborasi dengan berbagai komunitas mahasiswa lintas daerah.Generasi Digital Intelektual (GDI) "Bersama Sumatra", Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Banjir Di Tapanuli SelatanAcara yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota Palembang dan kegiatan seminar nasional ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom., selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Bina Darma yang menegaskan dukungan dunia akademik terhadap penguatan peran mahasiswa dalam pengembangan kewirausahaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di era digital.Acara tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Palembang. Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., turut hadir melalui perwakilannya, Sri Maryati, S.Pd., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Palembang menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang secara aktif mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriSementara itu, perwakilan Duta Generasi Digital Intelektual (GDI) menyampaikan bahwa kehadiran GDI dalam seminar nasional ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kapasitas mahasiswa.“GDI hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem generasi muda yang inovatif dan siap menghadapi tantangan global. Seminar seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan mindset wirausaha dan keberanian berinovasi di kalangan mahasiswa,” ujar salah satu Duta GDI.Melalui kehadiran Duta GDI dalam seminar nasional ini, Generasi Digital Intelektual menegaskan perannya dan komitmennya dalam pengembangan SDM muda Indonesia, khususnya dalam mendorong kewirausahaan, inovasi, dan kolaborasi lintas komunitas di era transformasi digital.***
Read More
Baru Dua Bulan Menikah, Komedian Boiyen Ajukan Gugatan Cerai
Baru Dua Bulan Menikah, Komedian Boiyen Ajukan Gugatan Cerai
Lingkaran.id - Komedian Yeni Rahmawati yang dikenal dengan nama panggung Boiyen resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Rully Anggi Akbar, meski usia pernikahan mereka belum genap tiga bulan.Boiyen dan Rully diketahui melangsungkan pernikahan pada November 2025. Namun, pada 20 Januari 2026, Boiyen mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Langkah ini mencuat di tengah kabar bahwa Rully tengah menghadapi gugatan hukum terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi di bisnis kuliner.Diduga Diskriminatif terhadap Siswa, Dapur MBG Trimulyo Resmi DitutupSebelum menikah, hubungan keduanya terbilang tertutup. Selama hampir dua tahun, Boiyen memilih merahasiakan kedekatannya dengan Rully hingga akhirnya pernikahan mereka diumumkan ke publik. Belakangan, Boiyen mulai terbuka soal awal perkenalannya dengan sang suami.Ia mengungkapkan bahwa Rully lebih dulu menghubunginya melalui pesan langsung (DM) di Instagram. Awalnya, Boiyen tidak terlalu menanggapi ajakan tersebut. Namun, setelah mendapat masukan dari orang terdekat, ia memutuskan untuk membuka komunikasi.“Awalnya dia DM, sempat enggak gue tanggapi. Tapi akhirnya gue pikir, ya sudah kita coba dulu,” ujar Boiyen dalam sebuah perbincangan dengan Wendi Cagur.Keduanya kemudian sepakat bertemu di sebuah kafe untuk sekadar mengobrol santai sambil ngopi. Menariknya, pada pertemuan pertama itu, Rully disebut baru menyadari bahwa Boiyen merupakan komedian yang cukup dikenal publik, setelah banyak pengunjung meminta berfoto bersama Boiyen.Pertemuan tersebut berlanjut ke beberapa pertemuan lain. Sejak awal, Boiyen juga menegaskan bahwa dirinya sudah tidak ingin menjalani hubungan yang hanya berhenti pada tahap pacaran. Ia mengaku serius dan ingin langsung mengarah ke pernikahan.Sebelum memutuskan menikah, Boiyen yang dikenal dekat dengan para anggota komunitas The Prediksi memperkenalkan Rully kepada mereka. Dalam pertemuan itu, Rully mendapat sejumlah nasihat, termasuk peringatan tegas dari Surya Insomnia.Surya, menurut Boiyen, sempat melontarkan pertanyaan keras kepada Rully soal kesiapan dan tanggung jawabnya. Ia meminta Rully memastikan mampu membahagiakan dan menjaga Boiyen dengan sungguh-sungguh.Sosok Haji Halim Ali: Dari Tokoh Pengusaha Sumsel hingga Perkara Hukum yang Berakhir Usai WafatDi balik sikap tegas tersebut, Surya juga menitipkan Boiyen kepada Rully dengan penuh perhatian. Ia meminta agar Boiyen dijaga dan diperlakukan dengan baik, mengingat Boiyen dianggap seperti adik sendiri yang harus dilindungi.Kini, rumah tangga yang sempat menjadi sorotan publik itu harus berhadapan dengan proses hukum perceraian, hanya dalam hitungan bulan setelah akad nikah dilangsungkan.***
Read More
Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya Sukses Gelar Seminar Nasional Kewirausahaan, Cetak Mahasiswa Kreatif dan Berdaya Saing
Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya Sukses Gelar Seminar Nasional Kewirausahaan, Cetak Mahasiswa Kreatif dan Berdaya Saing
Lingkaran.id - Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (KOMPAS) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan Mahasiswa Berwirausaha yang Kreatif dan Berdaya Saing Tinggi untuk Pengembangan SDM Berkualitas”.Acara yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota Palembang ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari anggota KOMPAS, pimpinan organisasi Cipayung se-Sumsel, Ketua BEM lintas kampus, serta perwakilan mahasiswa Papua dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mulai dari Bandar Lampung hingga Aceh.Acara dibuka dengan laporan dari Nehemia Tepimbu selaku Ketua Pelaksana, yang menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan mentalitas wirausaha sejak dini. Dukungan penuh juga datang dari Anderian Kamo (Ketua Komunitas Mahasiswa Papua se-Sumatera) dan Alfian Tebai (Ketua Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya KOMPAS).Generasi Digital Intelektual (GDI) "Bersama Sumatra", Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Banjir Di Tapanuli Selatan​Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., yang dalam hal ini diwakili oleh Ibu Sri Maryati, S.Pd., M.Si. (Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan), menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa Papua dalam mendorong terciptanya SDM unggul di Kota Palembang.​Seminar ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom., selaku Plt. Rektor Universitas Bina Darma. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa inovasi adalah kunci bagi mahasiswa untuk tetap relevan dan memiliki daya saing tinggi di era global.​Dua narasumber ahli hadir membedah strategi kewirausahaan dari sudut pandang praktisi dan akademisi. Gerson Rumbiak, S.E., M.M. (APINDO): Memaparkan materi mengenai peran APINDO dalam memotivasi mahasiswa melalui pengalaman praktis di dunia usaha. Beliau menekankan bahwa jaringan dan pengalaman lapangan adalah modal utama dalam berbisnis.​Rahmat Novrianda Dasmen, S.T., M.Kom. (Manajer Inovasi & Inkubator Bisnis UBD): Membahas peran dosen dalam membentuk karakter mahasiswa di tengah ekosistem bisnis modern. Beliau menyoroti pentingnya peran inkubator bisnis kampus sebagai wadah eksperimen ide-ide kreatif mahasiswa.Duta GDI Dorong Penguatan Pengolahan Data dan Pemanfaatan Teknologi Digital bagi Mahasiswa Papua​"Kegiatan ini bukan sekadar diskusi, melainkan langkah nyata mahasiswa Papua di perantauan untuk berkontribusi bagi pengembangan kualitas SDM Indonesia, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif," ujar Alfian Tebai, Ketua KOMPAS.​Melalui seminar ini, diharapkan para peserta dapat membawa pulang wawasan baru serta motivasi kuat untuk memulai usaha yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu bertahan dalam persaingan pasar yang ketat.***
Read More
Diduga Diskriminatif terhadap Siswa, Dapur MBG Trimulyo Resmi Ditutup
Diduga Diskriminatif terhadap Siswa, Dapur MBG Trimulyo Resmi Ditutup
Lingkaran.id - Program pendidikan kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan perlakuan tidak adil terhadap siswa penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Trimulyo. Dua orang siswa dilaporkan tidak lagi menerima jatah makanan hanya karena orang tua mereka menyampaikan keberatan atau protes kepada pengelola dapur.Keputusan sepihak tersebut menuai kecaman luas. Kedua siswa itu terpaksa menahan lapar di sekolah, sementara teman-teman sekelas mereka tetap mendapatkan makan siang bergizi sebagaimana mestinya. Kondisi ini dinilai mencederai tujuan utama program MBG yang dirancang untuk menjamin pemenuhan gizi anak tanpa diskriminasi.Sosok Haji Halim Ali: Dari Tokoh Pengusaha Sumsel hingga Perkara Hukum yang Berakhir Usai WafatBerbagai pihak menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, mengingat bantuan negara seharusnya diberikan berdasarkan hak anak, bukan dipengaruhi persoalan personal antara pengelola dan orang tua. Dugaan diskriminasi ini pun mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi dapur MBG di Trimulyo.Dalam sidak tersebut, suasana sempat memanas. Kepala dapur MBG dinilai menunjukkan sikap defensif dan kurang kooperatif saat dimintai penjelasan oleh anggota DPRD. Salah satu legislator secara tegas mempertanyakan alasan dihentikannya distribusi makanan kepada dua siswa tersebut, sekaligus menyoroti dugaan adanya tindakan mendatangi rumah orang tua siswa yang dianggap sebagai bentuk intimidasi.Menanggapi hal itu, pihak pengelola dapur membantah tudingan intimidasi, namun mengakui sempat mendatangi orang tua siswa dengan alasan memberikan penjelasan terkait petunjuk teknis program. Pengelola berdalih bahwa persoalan tersebut menyangkut sistem dan reputasi lembaga, bukan ditujukan kepada anak-anak.Namun pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari pihak DPRD. Legislator menegaskan bahwa persoalan apa pun tidak boleh berdampak pada hilangnya hak anak atas bantuan pangan. DPRD juga menyoroti pernyataan pengelola yang mengakui tidak menyalurkan makanan kepada dua siswa, meskipun anggaran tersedia dan tidak mengalami pemotongan.Kasus Guru Dikeroyok Murid Memanas, Gubernur Putuskan Mutasi dan Tes KejiwaanUntuk menghindari perdebatan berkepanjangan dan demi melindungi hak anak, DPRD akhirnya mengambil langkah tegas dengan memerintahkan penutupan dapur MBG Trimulyo mulai hari itu juga. Keputusan tersebut disambut antusias oleh warga sekitar yang sejak awal menyayangkan perlakuan terhadap para siswa.Pelaksanaan program sosial tidak boleh dijalankan secara sewenang-wenang. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diingatkan agar memastikan bantuan negara benar-benar berpihak pada kepentingan anak dan tidak dijadikan alat tekanan atau balas dendam terhadap pihak manapun.***
Read More
Gunakan KKPD untuk Judi Online, Camat Dicopot dari Jabatan
Gunakan KKPD untuk Judi Online, Camat Dicopot dari Jabatan
Lingkaran.id - Pemerintah Kota Medan menjatuhkan sanksi tegas terhadap Camat Medan Maimun, Almuqarrom Natapradja, setelah terbukti menyalahgunakan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) untuk aktivitas judi online. Perbuatannya tersebut menyebabkan kerugian keuangan negara yang ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.Sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut, Almuqarrom Natapradja resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai camat terhitung sejak 23 Januari 2026. Keputusan itu diambil setelah proses pemeriksaan internal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan.Usai Viral Kasus Pramugari Palsu, Khairun Nisa Ditawari Pendidikan Awak Kabin GratisKepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Subhan Fajri, menyampaikan bahwa sanksi yang dijatuhkan masuk dalam kategori hukuman disiplin berat. Dalam putusan tersebut, Almuqarrom tidak lagi menduduki jabatan struktural dan dialihkan menjadi pejabat pelaksana.Menurut Subhan, yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya selama proses klarifikasi dan pemeriksaan. Pengakuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah tegas demi menjaga integritas pengelolaan keuangan daerah dan disiplin aparatur sipil negara.Pemerintah Kota Medan menilai penyalahgunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, terlebih untuk aktivitas ilegal seperti judi online, merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi. Oleh karena itu, sanksi tegas diberikan sebagai bentuk komitmen penegakan aturan dan pencegahan kasus serupa di masa mendatang.Bang Jago Ditangkap Usai Pukul Lansia hingga Tewas di MinimarketSementara itu, untuk memastikan roda pemerintahan di Kecamatan Medan Maimun tetap berjalan normal, jabatan camat saat ini diemban oleh Eva yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Camat. Eva ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Medan Maimun hingga adanya penunjukan pejabat definitif.Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus memperketat pengawasan penggunaan KKPD agar tidak kembali disalahgunakan oleh aparatur pemerintahan.***
Read More
Diminta Noel Ebenezer Hati-hati, Menkeu Purbaya Tegaskan: Saya Tidak Terima Duit
Diminta Noel Ebenezer Hati-hati, Menkeu Purbaya Tegaskan: Saya Tidak Terima Duit
Lingkaran.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara menanggapi pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, yang menyebut dirinya berpotensi bernasib serupa dan berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Menanggapi pernyataan tersebut, Purbaya dengan tegas membantah tudingan itu. Ia menilai peluang dirinya menghadapi persoalan hukum seperti yang dialami Noel sangat kecil, lantaran selama menjabat ia memastikan tidak pernah menerima suap maupun aliran dana dari pihak mana pun.PM Jepang Sanae Takaichi Resmi Bubarkan Parlemen, ini AlasannyaPurbaya menegaskan, dirinya tidak memiliki kekhawatiran terkait isu tersebut karena merasa telah menjaga integritas sebagai pejabat negara. Menurutnya, selama tidak menerima uang secara ilegal, maka tidak ada alasan untuk takut terhadap proses hukum.Ia juga menyinggung bahwa dengan posisi dan penghasilan yang diperolehnya saat ini, dirinya tidak memiliki kebutuhan maupun alasan untuk melakukan praktik suap. Justru, menerima uang dari pihak tertentu akan menempatkannya pada situasi yang sangat berisiko dan berpotensi menghambat tugasnya sebagai Menteri Keuangan.Lebih lanjut, Purbaya menduga pernyataan Noel tersebut kemungkinan dipicu oleh rasa kecewa atau persoalan pribadi. Namun demikian, ia menegaskan isu itu tidak akan memengaruhi fokus dan agenda reformasi perpajakan yang tengah dijalankan Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinannya.Bendahara negara itu menekankan bahwa komitmen menjaga integritas merupakan prinsip utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Selama ini, kata Purbaya, dirinya selalu berupaya menjauhkan diri dari praktik yang dapat menimbulkan konflik kepentingan maupun persoalan hukum.Spanyol Absen dari Dewan Perdamaian Trump, Sanchez Buka AlasannyaPurbaya menambahkan, satu-satunya pihak yang menjadi tanggung jawab langsung dalam pekerjaannya adalah Presiden. Di luar itu, ia mengaku tidak terpengaruh oleh berbagai komentar atau tudingan yang berkembang di ruang publik.Dengan sikap tersebut, Purbaya memastikan tetap fokus melanjutkan tugas dan kebijakan strategis di Kementerian Keuangan tanpa terganggu isu yang dinilainya tidak berdasar.***
Read More
Noel Klaim Purbaya Terancam Dikriminalisasi, Sebut Ada “Informasi A1”
Noel Klaim Purbaya Terancam Dikriminalisasi, Sebut Ada “Informasi A1”
Lingkaran.id -Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang akrab disapa Noel itu mengklaim adanya upaya untuk menyeret Purbaya ke ranah hukum.Saat dimintai penjelasan mengenai dasar klaim tersebut, Noel enggan mengungkapkan sumber secara rinci. Ia hanya menyebut informasi yang diperolehnya bersifat “A1” dan meyakini hal itu benar serta akan terjadi dalam waktu dekat.Wafatnya Rylan Henry Pribadi Saat Main Ski Soroti Kembali Sosok Konglomerat Henry PribadiNoel bahkan menggunakan diksi keras dalam menyampaikan peringatannya. Ia menyebut ada pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dan siap menyerang Purbaya jika dinilai mengusik kepentingan mereka. Menurut Noel, situasi tersebut menyerupai apa yang saat ini ia alami.Di sisi lain, Noel tetap bersikukuh menyatakan dirinya tidak bersalah dalam perkara dugaan korupsi K3 di Kemnaker yang kini menjeratnya. Ia mengaku siap menerima hukuman paling berat apabila terbukti terlibat tindak pidana korupsi. Bahkan, Noel menyampaikan pernyataan ekstrem dengan menyebut dirinya rela dijatuhi hukuman mati jika terbukti bersalah. Namun jika tidak, ia meminta agar hukum ditegakkan secara adil dengan memberikan vonis seringan-ringannya.Sebelumnya, Noel telah lebih dulu melontarkan peringatan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar lebih berhati-hati. Ia mengklaim Purbaya berpotensi dikriminalisasi karena dianggap mengganggu kepentingan pihak-pihak tertentu yang ia sebut sebagai “bandit.”Pernyataan tersebut disampaikan Noel sebelum mengikuti sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Dalam kapasitasnya sebagai terdakwa, Noel menyebut adanya skenario agar Purbaya mengalami nasib serupa dengannya.Polrestabes Medan Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Sembilan Orang Ditetapkan sebagai TersangkaDalam pernyataannya kepada awak media, Noel berulang kali mengingatkan Purbaya dengan menyebut bahwa informasi yang diterimanya sangat kuat. Ia meminta Purbaya untuk waspada terhadap kemungkinan upaya hukum yang menurutnya tidak murni penegakan keadilan.Hingga kini, klaim Noel tersebut belum disertai bukti konkret maupun penjelasan lebih lanjut mengenai pihak-pihak yang dimaksud. Pernyataan itu pun memicu beragam reaksi dan menjadi perhatian publik di tengah proses hukum yang sedang berjalan.***
Read More
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Lebih Baik Dicopot daripada Melemahkan Institusi
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Lebih Baik Dicopot daripada Melemahkan Institusi
Lingkaran.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan penolakannya secara tegas terhadap wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah naungan kementerian. Menurutnya, posisi Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden merupakan konfigurasi paling tepat untuk memastikan institusi kepolisian dapat menjalankan fungsi keamanan dan pelayanan publik secara optimal.Pernyataan tersebut disampaikan Listyo saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPR RI pada Senin (21/1/2026). Sikap tegas Kapolri itu langsung mendapat respons positif dari para peserta rapat yang menyambutnya dengan tepuk tangan.Kematian Lula Lahfah Masih Misterius, Polisi Lakukan Pemeriksaan terhadap Reza ArapDalam forum tersebut, Listyo secara terbuka menyampaikan bahwa Polri menolak segala bentuk usulan yang menempatkan institusi kepolisian di bawah kementerian tertentu. Ia menilai langkah tersebut justru berpotensi melemahkan Polri sebagai alat negara, bahkan dapat berdampak pada kewibawaan negara dan posisi Presiden.Kapolri menegaskan, dirinya lebih memilih diberhentikan dari jabatan daripada harus memimpin Polri yang berada di bawah kementerian atau berada dalam struktur kementerian kepolisian. Ia menilai keberadaan menteri khusus yang membawahi Polri berpotensi menciptakan tumpang tindih kewenangan dalam pemerintahan. Lebih lanjut, Listyo meminta seluruh jajaran Polri untuk memegang teguh prinsip tersebut dan tetap konsisten memperjuangkan independensi institusi kepolisian sesuai amanat reformasi.Dalam kesempatan yang sama, Listyo juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menerima pesan singkat yang menawarkan jabatan sebagai menteri kepolisian. Namun tawaran tersebut langsung ia tolak tanpa pertimbangan panjang.Menurutnya, meskipun dirinya yang ditunjuk sebagai menteri, hal itu tetap tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan prinsip kelembagaan Polri. Bahkan, ia menyebut lebih memilih meninggalkan jabatan publik dan menjalani profesi lain daripada menerima skema tersebut.Listyo menjelaskan, posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden memungkinkan institusi kepolisian bergerak cepat, responsif, dan fleksibel dalam menghadapi berbagai situasi keamanan nasional. Dengan struktur tersebut, Polri dapat langsung menjalankan perintah Presiden tanpa harus melewati birokrasi kementerian lain.Ia juga menegaskan bahwa pengaturan tersebut merupakan amanat reformasi 1998 yang telah ditegaskan dalam konstitusi. Pasal 30 ayat 4 Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa Polri merupakan alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.Selain itu, ketentuan mengenai kedudukan Polri di bawah Presiden juga diatur dalam TAP MPR RI Nomor VII Tahun 2000, yang menyatakan bahwa Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR RI.Kapolri menilai, setelah dipisahkan dari TNI pasca-reformasi, Polri telah melalui proses panjang dalam membangun ulang doktrin, struktur organisasi, serta akuntabilitas menuju konsep kepolisian sipil. Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh dilemahkan oleh perubahan struktur yang tidak mendesak.Ia juga menyoroti kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau, sehingga membutuhkan institusi kepolisian yang memiliki ruang gerak luas dan fleksibilitas tinggi dalam menjalankan tugas pengamanan di seluruh wilayah.Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwa wacana penempatan Polri di bawah kementerian muncul dalam diskusi Tim Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.Kejar Penjambret Demi Lindungi Istri, Justru Berstatus Tersangka Kecelakaan MautNamun Yusril menegaskan, gagasan tersebut belum menjadi keputusan final dan masih sebatas alternatif rekomendasi. Ia menyebutkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden bersama DPR RI, mengingat kedudukan, tugas, dan pertanggungjawaban Polri telah diatur dalam undang-undang.Hingga saat ini, Tim Komisi Percepatan Reformasi Polri masih berada pada tahap awal pembahasan dan terus menyerap berbagai masukan, termasuk dari Tim Transformasi Reformasi Polri yang dibentuk langsung oleh Kapolri.***
Read More
Kematian Lula Lahfah Masih Misterius, Polisi Lakukan Pemeriksaan terhadap Reza Arap
Kematian Lula Lahfah Masih Misterius, Polisi Lakukan Pemeriksaan terhadap Reza Arap
Lingkaran.id - Kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah yang ditemukan tak bernyawa di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan masih menjadi perhatian pihak kepolisian. Meski dugaan awal mengarah pada henti jantung dan henti napas, aparat penegak hukum menegaskan penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan penyebab kematian perempuan berusia 26 tahun tersebut.Sebagai bagian dari proses pendalaman, kepolisian berencana memeriksa kekasih almarhumah, Reza Oktovian atau yang dikenal dengan nama Reza Arap. Pemeriksaan itu dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang di Polres Metro Jakarta Selatan.Kejar Penjambret Demi Lindungi Istri, Justru Berstatus Tersangka Kecelakaan MautKepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan rencana klarifikasi tersebut. Menurutnya, pemeriksaan akan difokuskan pada sejumlah hal, termasuk kondisi kesehatan Lula Lahfah sebelum ditemukan meninggal dunia. Selain Reza Arap, beberapa teman dekat korban yang berada di lokasi kejadian juga akan dimintai keterangan.Lula Lahfah diketahui meninggal dunia di Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan, memaparkan kronologi awal penemuan jasad korban di kamar apartemennya.Peristiwa itu pertama kali terungkap setelah seorang saksi yang berada di luar unit apartemen merasa curiga karena korban tidak merespons. Saat itu, pintu kamar Lula dalam keadaan terkunci dari dalam. Mengingat sebelumnya korban sempat menjalani pengobatan bersama sopir atau asisten pribadinya, saksi kemudian meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka pintu.Setelah pintu berhasil dibuka, saksi bersama beberapa petugas manajemen apartemen masuk ke dalam kamar. Korban ditemukan dalam posisi terlentang, dengan mulut terbuka dan perubahan warna kebiruan pada tubuhnya. Pemeriksaan awal oleh saksi tidak menemukan adanya denyut nadi maupun detak jantung.Pihak kepolisian selanjutnya menghubungi asisten pribadi korban bernama Sindy, yang tiba di lokasi sekitar 15 menit kemudian. Dari keterangan saksi lain, diketahui bahwa pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, saksi sempat beraktivitas di kawasan Fatmawati untuk mengurus bazar pakaian milik almarhumah. Pada sore hari, sekitar pukul 17.30 WIB, saksi menerima kabar bahwa Lula sudah tidak bernapas.Dokter pribadi korban tiba di apartemen sekitar pukul 19.23 WIB untuk melakukan pemeriksaan awal. Di lokasi, dokter menemukan sejumlah obat-obatan di sekitar tubuh korban. Tak lama berselang, aparat kepolisian datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.Wafatnya Rylan Henry Pribadi Saat Main Ski Soroti Kembali Sosok Konglomerat Henry PribadiHasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Lula Lahfah. Namun, petugas menemukan beberapa obat-obatan serta surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) di dalam kamar apartemen.Jenazah Lula Lahfah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati sekitar pukul 21.20 WIB menggunakan ambulans guna dilakukan visum dan pemeriksaan lanjutan. Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian selebgram tersebut.
Read More
PM Jepang Sanae Takaichi Resmi Bubarkan Parlemen, ini Alasannya
PM Jepang Sanae Takaichi Resmi Bubarkan Parlemen, ini Alasannya
Lingkaran.id - Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengambil langkah politik besar dengan membubarkan parlemen nasional meski baru tiga bulan menjabat. Keputusan tersebut secara resmi membuka jalan bagi penyelenggaraan pemilihan umum sela yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari mendatang.Takaichi, yang mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan perdana menteri Jepang, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengembalikan mandat sepenuhnya kepada rakyat. Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers pada Senin (19/1/2026).Spanyol Absen dari Dewan Perdamaian Trump, Sanchez Buka AlasannyaMenurut Takaichi, rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi berhak menentukan apakah dirinya layak melanjutkan kepemimpinan nasional. Ia bahkan menyatakan siap mempertaruhkan posisinya sebagai perdana menteri demi mendapatkan legitimasi politik yang lebih kuat.Sejak terpilih pada Oktober lalu, Takaichi tercatat menikmati tingkat dukungan publik yang cukup tinggi, dengan survei menunjukkan angka persetujuan sekitar 70 persen. Capaian ini menjadi modal politik penting menjelang pemilu sela yang akan digelar dalam waktu dekat.Kasus Guru Dikeroyok Murid Memanas, Gubernur Putuskan Mutasi dan Tes KejiwaanPembubaran parlemen ini juga dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkokoh posisi Partai Demokrat Liberal (LDP) yang saat ini berkuasa. Dalam beberapa tahun terakhir, LDP menghadapi penurunan kepercayaan publik akibat serangkaian skandal, mulai dari kasus penyalahgunaan dana politik hingga sorotan atas keterkaitan masa lalu sejumlah elite partai dengan Gereja Unifikasi yang menuai kontroversi.Melalui pemilu sela, Takaichi dan LDP berharap dapat memperoleh kembali legitimasi publik sekaligus memperbarui kepercayaan masyarakat terhadap arah kepemimpinan dan agenda politik pemerintahan ke depan.***
Read More
Penarikan Iuran Keamanan Viral, RW dan Lurah Beri Penjelasan
Penarikan Iuran Keamanan Viral, RW dan Lurah Beri Penjelasan
Lingkaran.id - Isu dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di lingkungan RW 05 Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Polemik ini bermula dari beredarnya penarikan iuran yang menggunakan kop surat Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Peleton III, hingga memicu keresahan warga dan viral di media sosial.Ketua RW 05, Djuaji, menjelaskan bahwa persoalan tersebut terjadi akibat kekeliruan administratif, khususnya dalam penggunaan kop surat Linmas. Ia menegaskan, iuran yang dipermasalahkan bukanlah pungutan sepihak, melainkan hasil kesepakatan warga yang telah berlangsung lama.Kasus Guru Dikeroyok Murid Memanas, Gubernur Putuskan Mutasi dan Tes KejiwaanMenurut Djuaji, iuran keamanan di wilayahnya sudah berjalan sejak sekitar tahun 2001, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai ketua RW pada 2008. Skema iuran ini disepakati oleh warga di beberapa RT untuk membiayai petugas jaga malam, mengingat tidak semua lingkungan memungkinkan penerapan ronda konvensional.“Dari total sembilan RT di RW 05, hanya tujuh RT yang ikut iuran. Dua RT lainnya sudah memiliki sistem keamanan sendiri berupa satpam,” jelasnya kepada Tribun Jateng, Jumat (23/1/2026).Besaran iuran yang disepakati selama ini sebesar Rp50 ribu per bulan. Dana tersebut digunakan untuk membayar enam petugas jaga yang bertugas secara bergiliran, dengan dua orang berjaga setiap malam. Biaya operasional jaga malam berkisar Rp70 ribu per malam untuk dua petugas, sehingga masing-masing petugas menerima penghasilan sekitar Rp525 ribu per bulan.Sisa dana iuran yang terkumpul biasanya dibagikan setahun sekali kepada anggota Linmas sebagai bentuk apresiasi. Pada tahun 2025, tercatat sisa dana sekitar Rp500 ribu yang dibagi rata kepada petugas jaga.Djuaji mengungkapkan, polemik ini mencuat setelah seorang petugas menarik iuran sebesar Rp100 ribu kepada salah satu warga tanpa sepengetahuan pengurus RW. Nominal yang tidak sesuai kesepakatan itu memicu kemarahan warga hingga akhirnya diviralkan di media sosial. Selain itu, cara penarikan iuran yang dilakukan dengan nada tinggi dan berulang turut membuat warga merasa tidak nyaman.“Biasanya Rp50 ribu, tapi ini ditarik Rp100 ribu tanpa izin. Itu jelas kesalahan petugas. Cara penyampaiannya juga tidak seharusnya seperti itu. Kami sudah menegur yang bersangkutan,” tegasnya.Djuaji juga mengakui adanya kesalahan penggunaan atribut Linmas dalam administrasi penarikan iuran. Ia menyebut pihak RW tidak memahami bahwa kop surat Linmas yang berada di bawah kewenangan Satpol PP—tidak boleh digunakan untuk penarikan dana dari warga.Sebagai langkah perbaikan, pengurus RW telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan, Satpol PP, dan aparat terkait. Mulai bulan depan, seluruh atribut Linmas akan dihapus dari administrasi iuran.“Namanya akan diganti menjadi ‘Perlindungan Masyarakat Warga Anggrek RW 05’. Tidak lagi menggunakan nama Linmas. Stempel dan kop surat semuanya akan diperbarui,” jelasnya.Ke depan, Djuaji memastikan penarikan iuran akan dilakukan secara lebih transparan melalui musyawarah warga dan prosedur tertulis. Evaluasi terhadap petugas yang sempat menjadi sorotan juga akan dilakukan.“Penarikan iuran harus melalui rapat dan surat resmi. Tidak boleh sepihak. Kalau warga tidak berkenan, ya tidak dipaksakan,” ujarnya.Sementara itu, Lurah Pekunden, Bagas Yuwono Ario Wibowo, turut memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa penggunaan kop dan stempel Linmas dalam penarikan iuran memang keliru. Namun, menurutnya, dana yang dipungut sejatinya merupakan iuran keamanan lingkungan warga, bukan iuran resmi Linmas.“Ini sebenarnya iuran keamanan warga, mirip sistem satpam di perumahan atau jaga lingkungan. Tapi karena memakai kop Linmas, itu jelas salah,” kata Bagas.Bagas menyebut praktik iuran semacam ini lazim dijumpai di masyarakat, seperti tradisi jimpitan yang digunakan untuk kebutuhan keamanan, kebersihan, atau kegiatan sosial. Meski demikian, ia mengakui tidak ada dasar hukum yang secara khusus mengatur penarikan iuran atas nama Linmas.Sakit Hati Istri Selingkuh, Suami Nekat Bacok Tetangga KosIa memastikan, ke depan mekanisme iuran akan dibenahi menjadi iuran keamanan warga dengan kesepakatan RW, disertai berita acara dan administrasi yang jelas. Iuran tersebut juga bersifat sukarela dan disesuaikan dengan kemampuan warga, bahkan dapat dibebaskan bagi warga kurang mampu atau orang tua tunggal.Terkait keberatan warga yang sempat memicu polemik, Bagas menyebut persoalan tersebut telah dimediasi dan dinyatakan selesai.“Masalahnya sudah ditangani dan tidak berlanjut. Kejadian ini jadi pengingat agar pengelolaan keamanan lingkungan lebih tertib dan sesuai aturan,” pungkasnya.***
Read More
Vokalis Band Element, Lucky Widja, Tutup Usia
Vokalis Band Element, Lucky Widja, Tutup Usia
Lingkaran.id - Dunia musik Tanah Air kembali diselimuti kabar duka. Lucky Widja, vokalis band Element, menghembuskan napas terakhir pada Minggu malam (25/1/2026). Ia meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Halim, Jakarta.Kepergian Lucky meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan seprofesi. Salah satu ungkapan belasungkawa datang dari Ferdy Tahier, yang juga dikenal sebagai sahabat dekat sekaligus partner Lucky di atas panggung. Melalui akun Instagram pribadinya, Ferdy menuliskan pesan emosional yang menggambarkan kedekatan mereka selama ini.Wafatnya Rylan Henry Pribadi Saat Main Ski Soroti Kembali Sosok Konglomerat Henry PribadiDalam unggahannya, Ferdy menyebut Lucky bukan hanya rekan bermusik, tetapi juga sahabat dan “adik” yang selalu menemaninya di perjalanan karier band Element. Ia mengungkapkan rasa lega karena Lucky kini telah terbebas dari rasa sakit dan perjuangan panjang melawan penyakit yang dideritanya.Ferdy juga menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan serta meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Ia mengaku berat harus melanjutkan perjalanan bermusik tanpa sosok Lucky yang selama ini menjadi partner vokal di atas panggung.Polrestabes Medan Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Sembilan Orang Ditetapkan sebagai TersangkaMenurut rencana keluarga, jenazah Lucky Widja akan dimakamkan pada Senin (26/1/2026) siang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta. Kepergian Lucky menjadi kehilangan besar bagi industri musik Indonesia, khususnya bagi para penggemar band Element yang telah menemani perjalanan musik mereka selama bertahun-tahun.***
Read More
Berita Populer Bulan ini
Elearning Course Thinkedu
Berita Terbaru
Pilih yang terbaik